Tekno & Sains
·
23 November 2020 8:35

Peneliti Temukan Galaksi Mati dalam Bima Sakti: Sisa-sisa Awal Alam Semesta

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Peneliti Temukan Galaksi Mati dalam Bima Sakti: Sisa-sisa Awal Alam Semesta (13410)
Fosil galaksi Heracles di dalam Bima Sakti Foto: NASA
Ilmuwan menemukan sebuah bukti galaksi mati di dalam Bima Sakti. Diperkirakan, galaksi tersebut muncul sejak tabrakan yang terjadi sejak 10 miliar tahun silam.
ADVERTISEMENT
Jasad galaksi tersebut diberi nama Heracles yang diperkirakan adalah sisa-sisa alam semesta pada periode awal. Ilmuwan meyakini bahwa fosil tersebut menyumbang setidaknya sepertiga dari isi Bima Sakti.
Fosil galaksi sering kali ditemukan di tepi Bima Sakti. Tapi, Heracles berbeda. Ilmuwan menemukannya jauh di dalam Bima Sakti.
Hal ini menunjukkan bahwa Heracles adalah galaksi yang pertama kali ada setelah diciptakannya alam semesta. Untuk menunjukkan sisa galaksi mati tersebut, ilmuwan menggunakan data dari proyek Apache Point Observatory Galactic Evolution Experiment (Apogee).
Menurut para ilmuwan, galaksi ini sangat kecil dalam konteks kosmologis. Di sisi lain, galaksi ini memiliki massa yang sangat besar.
"Isi galaksi ini hanya 100 juta bintang, tapi menyumbang hampir setengah massa dari Bima Sakti. Untuk menemukan fosil ini kita harus melihat susunan kimiawi dan gerakan puluhan ribu bintang secara rinci," kata ilmuwan Ricardo Schiavon.
Peneliti Temukan Galaksi Mati dalam Bima Sakti: Sisa-sisa Awal Alam Semesta (13411)
Fosil galaksi Heracles di dalam Bima Sakti Foto: NASA
Heracles ada di pusat Bima Sakti yang membuatnya tersembunyi oleh awan dan debu antarbintang. Proyek Apogee memungkinkan peneliti dapat menembus debu dan diklaim melihat jauh lebih dalam ke jantung Bima Sakti.
ADVERTISEMENT
Untuk memilah bintang mana milik galaksi Heracles, ilmuwan melihat komposisi kimiawi.
Ilmuwan lainnya, Danny Horta, mengatakan, dari puluhan ribu bintang yang dilihat ada beberapa memiliki komposisi kimia yang berbeda. 
"Dengan mempelajarinya secara detail, kami dapat melacak lokasi dan sejarah dari fosil galaksi ini," jelasnya.
Namun, ini bukanlah penyatuan galaksi Bima Sakti dengan galaksi lainnya di alam semesta. Diketahui, kini Andromeda, galaksi terdekat Bima Sakti, dan jauh lebih besar, sedang menuju ke arah kita.
Andromeda mendekati Bima Sakti sekitar lima juta kilometer per tahun. Diperkirakan dalam dua hingga empat miliar tahun, ia dapat menghabiskan galaksi rumah kita.
Namun, umat manusia tidak perlu khawatir tentang itu. Karena ketika waktu itu tiba, tata surya kita sudah dihancurkan oleh Matahari.
ADVERTISEMENT