kumparan
5 September 2019 17:03

Peneliti Temukan Spesies Baru Paus Berparuh

Paus berparuh baird’s hitam terlihat di Selat Nemuro. Foto: Hal Sato/Nature
Selama bertahun-tahun, para pemburu paus di Jepang telah menggambarkan jenis paus berparuh langka dan unik. Mereka hidup di perairan Pasifik Utara, di dasar laut, di kedalaman hampir 3.000 meter. Paus-paus itu dijuluki Kurotsuchikujira, atau paus paruh baird’s hitam.
ADVERTISEMENT
Paus jenis ini kerap menghindari para peneliti, sehingga menjadikannya salah satu spesies paus paling sulit dipelajari dan sulit dipahami. Namun, baru-baru ini, hasil analisis terhadap sebuah spesimen yang telah mati menunjukkan bahwa Kurotsuchikujira adalah spesies baru dari paus berparuh.
Di wilayah Pasifik Utara dan perairan yang berdekatan dengan wilayah tersebut, setidaknya ada dua spesies paus berparuh (Berardius), yakni paus paruh baird’s abu-abu (Berardius bairdii), dan paus paruh Baird’s hitam dengan nama ilmiah Berardius minimus, yang baru-baru ini dideskripsikan. Dinamai Berardius minimus karena ukurannya yang terbilang kecil.
Perbedaan paus berparuh baird’s hitam dan paus berparuh baird's abu-abu. Foto: Hal Sato/Nature
Dipaparkan dalam jurnal Nature, pada tahun 1943, para ilmuwan mengumpulkan empat paus mati. Tiga dari Hokkaido, Jepang, dan satu lagi dari Unalaska, Alaska. Keempatnya kemudian disimpan di Museum Nasional Sejarah Alam AS.
ADVERTISEMENT
Keempat paus itu memiliki perbedaan mulai dari morfologi (bentuk tubuh), osteologi (struktur kerangka), dan karakteristik filogeni molekuler (fisik atau genetik). Begitupun dengan B. minimus yang baru-baru ini dideskripsikan.
"Hanya dengan melihat mereka, kita dapat mengatakan bahwa mereka memiliki ukuran tubuh yang jauh lebih kecil, bentuk tubuh lebih spindle, paruh lebih pendek, dan warna lebih gelap dibandingkan dengan spesies Berardius yang diketahui," kata Tadasu K. Yamada, penulis studi ini, seperti dikutip dari IFL Science.
Tengkorak dari B. minimus. Foto: Hal Sato/Nature
Menurut para peneliti, perbedaan warna antara paus berparuh baird’s hitam dan paus berparuh baird’s abu-abu disebabkan oleh jaringan parut. Sebagai gantinya, mereka melihat ukuran tubuh paus B. minimus relatif lebih kecil, di mana B. minimus memiliki ukuran 6 meter, sedangkan B. bairdii memiliki ukuran 10 meter.
ADVERTISEMENT
Selain itu, B. minimus juga memiliki paruh yang khas dengan ukuran lebih pendek. Perbedaan penting lainnya ada dalam tengkorak dan susunan kerangka paus berparuh baird’s hitam. Lebih lanjut, analisis DNA menunjukkan kesamaan dengan individu dari Hokkaido dan Unalaska.
Paus berparuh tak dikenal yang secara tidak sengaja ditangkap di Shibetsu, Hokkaido. Foto: Hal Sato/Nature
"Masih banyak hal yang tidak kita ketahui tentang B. minimus," ujar Takashi F. Matsuishi, salah satu penulis studi. "Kami masih belum tahu seperti apa bentuk betina dewasa, dan masih ada banyak pertanyaan terkait dengan spesies tersebut. Kami berharap untuk terus memperluas apa yang kami ketahui tentang B. minimus."
Di bagian dunia lain, paus ini kadang-kadang disebut sebagai Karasu. Para peneliti mengatakan mereka tidak yakin apakah Karasu dan Kurotsuchikujira adalah spesies yang sama, atau bahkan mewakili spesies baru.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan