kumparan
search-gray
Tekno & Sains30 April 2018 8:14

Perempuan 27 Tahun Meninggal karena Virus Langka yang Menyerang Tikus

Konten Redaksi kumparan
Peromyscus maniculatus atau tikus rusa
Peromyscus maniculatus atau tikus rusa. (Foto: Alsteele via Flickr (CC BY-SA 2.0))
Seorang perempuan 27 tahun dari Arizona yang terjangkit virus hewan pengerat langka bernama hantavirus, meninggal dunia pekan lalu setelah berjuang selama 3 bulan melawan penyakitnya.
ADVERTISEMENT
"Kiley Rianna Terrell Lane telah meninggal dunia dengan damai dan pergi ke sisi Bapa di Surga pada 18 April. Saat meninggal, ia dikelilingi oleh suami, ibu, saudara perempuan, dan keluarganya yang tercinta," tulis pihak keluarga dalam situs urun dana YouCaring yang selama ini dipakai untuk menampung bantuan dari publik kepada Kiley.
"Keluarga Kiley terus ingin membangun kesadaran tentang hantavirus dan meningkatkan percakapan seputar penyakit serius ini," kata pernyataan itu.
Kiley, yang berusia 27 tahun, pertama kali merasa tidak enak badan pada awal Januari. Dia mengalami gejala seperti flu, mual, dan sakit perut luar biasa.
Dia sempat ke rumah sakit dan diberi obat oleh dokter. Beberapa pekan kemudian, dia kembali ke rumah sakit dengan keluhan nafas yang pendek.
ADVERTISEMENT
Kondisinya semakin buruk sejak saat itu.
Beberapa waktu kemudian, barulah Kiley melakukan uji laboratorium untuk mengecek hantavirus, dan dokter menyatakan ia positif mengidap hantavirus.
Ilustrasi Virus.
Ilustrasi Virus. (Foto: geralt via pixabay)
Dikutip dari Live Science, hantavirus sendiri adalah sekelompok virus yang biasa mengifeksi hewan pengerat, termasuk tikus rusa (Peromyscus maniculatus).
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, tikus rusa banyak ditemukan di seluruh bagian barat dan tengah Amerika Utara.
Sejak tahun 1993, CDC mencatat ada sekitar 700 kasus infeksi hantavirus pada manusia di seluruh AS.
Gejala awal penyakit ini bisa berupa flu, lemas, demam dan nyeri otot, serta mual dan muntah. Orang-orang terinfeksi akan mengalami hal lebih parah, termasuk sesak napas, karena paru-paru lambat laun terisi dengan cairan, menurut CDC.
ADVERTISEMENT
CDC berkata manusia bisa terinfeksi hantavirus ketika merek menghirup udara yang terkontaminasi oleh virus. Ini juga bisa menular dari air kencing tikus, kotoran, atau air liur tikus, yang tak sengaja masuk ke tubuh manusia lewat hidung atau mulut.
Selain itu, virus ini juga bisa menginfeksi jika manusia digigit oleh oleh pengerat yang terjangkit hantavirus.
Keluarga Kiley, mengaku tidak tahu dari mana anak mereka bisa terinfeksi hantavirus. Kiley terlihat melakukan rutinitas sehari-hari yang normal.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white