Tekno & Sains
·
13 Januari 2021 14:42

Pertama Kalinya, Kawanan Gorila di Kebun Binatang Terinfeksi Corona

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Pertama Kalinya, Kawanan Gorila di Kebun Binatang Terinfeksi Corona (74738)
Ilustrasi virus corona. Foto: NEXU Science Communication/via REUTERS
Untuk pertama kalinya, sejumlah gorila di kebun binatang San Diego dikonfirmasi terpapar virus corona sekaligus menjadi kasus pertama kera besar di penangkaran terinfeksi COVID-19.
ADVERTISEMENT
Pejabat di Taman Safari Kebun Binatang San Diego mengatakan, ada delapan gorila yang kini diyakini terinfeksi virus corona SARS-CoV-2, di mana dua di antaranya telah dikonfirmasi positif COVID-19.
Pertama kali diketahui ketika staf di kebun binatang tersebut melihat dua gorila mengalami gejala batuk. Merasa curiga, pihak pengelola kemudian melakukan pemeriksaan terhadap feses atau kotoran gorila dan mengungkapkan adanya virus SARS-CoV-2 di antara kawanan gorila.
"Selain sesak dan batuk, gorila dalam keadaan baik-baik saja," kata Lisa Peterson, direktur eksekutif Taman Safari Kebun Binatang San Diego, dikutip Live Science. "Kawanan gorila saat ini sudah dikarantina. Kami berharap mereka bisa sembuh total."
Pertama Kalinya, Kawanan Gorila di Kebun Binatang Terinfeksi Corona (74739)
Ilustrasi menjaga jarak ketika mengunjungi gorila Foto: Pixabay/arthurpalac
Staf kebun binatang yakin, kedelapan gorila di penangkaran terinfeksi corona akibat tertular dari individu lain yang positif COVID-19. Ini menjadi kasus penularan alami virus corona di antara kera besar.
ADVERTISEMENT
Primata itu juga diketahui bisa menulari hewan lain seperti kucing, anjing, dan cerpelai.
Pada April 2020, seekor harimau di Kebun Binatang Bronx, New York City, juga pernah dinyatakan positif COVID-19 dan menginfeksi beberapa harimau lain yang mulai menunjukkan gejala corona.
Bagaimanapun COVID-19 merupakan penyakit zoonosis, penyakit yang ditularkan hewan ke manusia. Dalam hal ini, kelelawar diduga sebagai hewan yang menularkan virus corona ke manusia.
Bagaimana cara virus itu bisa sampai ke manusia, sampai saat ini masih belum diketahui. Tapi itu bisa terjadi ketika manusia menyantap daging kelelawar dalam keadaan belum matang, atau ditularkan lewat hewan perantara selain kelelawar.