Tekno & Sains
·
27 September 2021 8:32
·
waktu baca 3 menit

Plot Twist: Beruang Grizzly Serang Kambing Gunung, Malah Mati Ditanduk

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Plot Twist: Beruang Grizzly Serang Kambing Gunung, Malah Mati Ditanduk (716178)
searchPerbesar
Kambing gunung. Foto: Skeeze via pixabay.
Alam liar selalu punya cerita plot twist. Salah satu contohnya baru-baru ini muncul di Yoho National Park, Kanada, saat seekor beruang grizzly (Ursus arctos horribilis) mati ditanduk kambing gunung (Oreamnos americanus) yang jadi incarannya.
ADVERTISEMENT
Kisah unik ini bermula ketika pendaki menemukan mayat beruang grizzly betina seberat 70 kg pada 4 September lalu. Mayat hewan itu berada enggak jauh dari rute pendakian yang populer di Yoho National Park.
Penjaga taman pun segera mengevakuasi mayat beruang dari jalan pendakian guna memastikan bahwa bangkainya tidak menarik predator lain yang bakal membuat pengunjung dalam bahaya.
Pada awalnya, para petugas taman enggak yakin dengan penyebab kematian sang beruang grizzly. Mereka kemudian menggelar otopsi hewan (nekropsi) dan mengungkap penyebab kematian yang mengejutkan: kambing gunung.
Plot Twist: Beruang Grizzly Serang Kambing Gunung, Malah Mati Ditanduk (716179)
searchPerbesar
Beruang Grizzly Foto: Pixabay
“Nekropsi menentukan bahwa beruang grizzly betina mati karena penyebab alami, yang disebabkan oleh upaya pemangsaan kambing gunung yang gagal,” kata David Laskin, ahli ekologi satwa liar kepada media lokal Rocky Mountain Outlook.
ADVERTISEMENT
“Pemangsaan beruang grizzly terhadap kambing gunung relatif umum, dan saya kira kambing gunung berhasil dalam hal ini dan membalikkan keadaan pada grizzly. Kambing gunung ini adalah hewan besar dan tanduknya sangat tajam.”
Hasil otopsi menemukan bahwa beruang grizzly tersebut memiliki dua luka fatal pada kedua ketiak dan di bawah leher. Laskin mengatakan bahwa lokasi luka tersebut konsisten dengan perilaku serangan beruang grizzly dan respons defensif kambing gunung.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
“Ketika beruang grizzly menyerang, mereka cenderung fokus pada kepala, leher belakang dan bahu mangsanya, dan biasanya dari atas, jadi respon defensif kambing gunung adalah melindungi dirinya sendiri dengan menggunakan tanduknya yang tajam, " tutur Laskin.
"Nekropsi forensik kemudian mengkonfirmasi bahwa luka yang terjadi sebelum kematian konsisten dengan ukuran dan bentuk tanduk kambing gunung, sehingga penyebab lain, termasuk keterlibatan manusia, disingkirkan."
ADVERTISEMENT
Beruang grizzly adalah predator puncak dalam rantai makanan. Mereka pada dasarnya memangsa apa pun yang mereka inginkan.
Plot Twist: Beruang Grizzly Serang Kambing Gunung, Malah Mati Ditanduk (716180)
searchPerbesar
Kambing gunung. Foto: Skeeze via pixabay.
Di sisi lain, kambing gunung bukanlah kambing sembarangan. Kambing gunung jantan dapat memiliki berat hingga 136 kg, menurut National Geographic. Mereka punya kemampuan memanjat yang luar biasa sehingga dapat menguntungkan saat bertarung dengan grizzly di medan yang curam.
“Meskipun jarang, kasus lain dari kambing gunung yang membela diri membunuh beruang telah dilaporkan di masa lalu,” kata Laskin. “Ini tidak sepenuhnya mengejutkan karena kambing gunung adalah hewan kuat yang dilengkapi dengan baik untuk membela diri.”
Laskin enggak bisa menilai apakah beruang grizzly yang mati enggak cukup berpengalaman dalam berburu kambing gunung, hingga akhirnya ditanduk dan kalah. Namun, ia menduga bahwa ukuran tubuh jadi penyebab beruang grizzly itu tewas.
ADVERTISEMENT
Beruang betina yang mati tersebut cuma seberat 70 kg, kata Laskin. Ia lebih kecil dibanding rata-rata berat beruang grizzly betina yang bisa mencapai 130 kg.
"Cukup menarik. Itu tidak terjadi setiap hari," kata Laskin kepada CBC. "Dan, kamu tahu, alam ini penuh kejutan."
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020