kumparan
26 November 2019 10:15

Polisi AS Selidiki Bola Api Besar yang Jatuh di Oregon

Bola Api di Oregon
Penampakan bola api yang jatuh dari langit di Oregon, AS. Foto: Polk County Sheriff's Office Oregon
Polisi AS sedang menyelidiki “bola api besar yang jatuh ke Bumi” di wilayah Salem, Oregon, tepatnya di barat daya Kabupaten Polk.
ADVERTISEMENT
Menurut Letnan Dustin Newman, seorang juru bicara Polk County Sheriff Office (PCSO), peristiwa jatuhnya bola api besar itu disaksikan oleh seorang penduduk, sekitar pukul 16.50 waktu setempat, pada Kamis (21/11).
Dalam posting-an Facebook milik PSCO, mereka menyebut bahwa insiden itu awalnya dianggap sebagai kecelakaan pesawat. Namun dugaan mereka salah, karena sejauh ini tidak ada laporan terkait pesawat jatuh di daerah tersebut.
"PCSO saat ini sedang menyelidiki bola api besar yang jatuh ke Bumi di daerah barat daya Kabupaten Polk. Bola api itu dilaporkan sebagai kecelakaan pesawat dan PCSO bekerja untuk menemukan lokasi pendaratan yang mungkin dan persis seperti apa bola api itu," terang PCSO di akun Facebook resminya.
"Setelah panggilan 911 datang, kami langsung mengerahkan helikopter di daerah jatuhnya benda asing tersebut, dan mereka tidak melihat sesuatu yang mencurigakan, juga tidak ada laporan pesawat yang jatuh. Kami benar-benar percaya itu adalah meteor. Kemarin ada hujan meteor yang agak langka di daerah kami juga," ujar Sheriff Mark Garton dari PCSO kepada Newsweek .
ADVERTISEMENT
"Lokasi pasti bola api tidak diketahui. PCSO akan menggunakan pesawat pada siang hari dalam upaya pencarian. PCSO telah menggunakan semua sistem pelacakan penerbangan yang tersedia dan tidak ada pesawat yang jatuh," tulis PCSO di Facebook.
Sejauh ini, kata Newman, pihak Administrasi Penerbangan Federal juga belum menerima laporan adanya kecelakaan pesawat di wilayah tersebut. Sementara beberapa otoritas nasional, termasuk Dinas Kehutanan AS, terus melakukan penelusuran untuk menentukan asal-usul bola api.
Ilustrasi Meteor
Ilustrasi Meteor Foto: Pixabay
Beberapa orang menduga benda itu adalah meteoroid yang jatuh ke Bumi. Ada juga yang berpendapat bahwa itu adalah jejak dari rudal. “Saya pikir itu adalah cahaya dari matahari terbenam yang memantulkan jejak awan atau jet,” tulis Sarah Werner, pengguna Facebook yang mengomentari posting-an PCSO.
ADVERTISEMENT
Di sisi lain, American Meteor Society (AMS) dan Center for Near Earth Object Studies (CNEOS) dari NASA mengatakan, mereka belum mengkonfirmasi secara pasti bahwa bola api yang jatuh di daerah Polk adalah meteor.
“Setiap tahunnya, AMS menerima rata-rata 20.000 laporan terkait bola api. Sebagian besar, laporan ini berasa dari orang-orang yang tidak memiliki pengetahuan tentang meteor atau astronomi. Akibatnya, kami kerap menerima laporan yang justru tidak terkait dengan bola api atau meteor, tetapi lebih kepada matahari yang memantulkan contrails,” catat AMS di situs resminya.
Dipaparkan lebih lanjut, contrails sendiri adalah awan linier yang terukir di langit. Ia disebabkan oleh pesawat terbang yang sedang mengudara saat matahari terbenam dan matahari terbit. Cahaya matahari ini sering memberikan warna merah, oranye, atau kuning, yang menyebabkan beberapa orang berpikir keliru bahwa itu adalah peristiwa astronomi.
ADVERTISEMENT
Adapun meteor atau bola api, menurut AMS, biasanya hanya berlangsung beberapa detik. Meteoroid akan bersinar ketika mereka menghantam atmosfer bumi, dan mereka terbakar ketika berada di ketinggian 160 hingga 64 kilometer di atas permukaan laut.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan