kumparan
30 Mei 2018 14:44

Punya Jam Tidur Berbeda dengan Pasangan Bisa Ganggu Kehidupan Seks

Bercinta di pagi hari banyak manfaatnya. (Foto: Jose Luiz Pelaez/Thinkstock)
Seks adalah salah satu bagian penting dalam pernikahan dan untuk membangun kehidupan yang sehat. Oleh karena itu, memaksimalkan kehidupan seks dengan pasangan akan berdampak baik, tak hanya untuk hubungan tapi juga kesehatan.
ADVERTISEMENT
Namun, dalam suatu studi ditemukan bahwa pasangan dengan jam tidur yang berbeda ternyata tidak akan memiliki waktu ideal untuk melakukan hubungan seks. Hal ini juga disebut dapat mempengaruhi kebahagiaan pasangan tersebut.
Studi dilakukan berdasarkan temuan tipe-tipe manusia, di mana ada tipe orang yang aktif di pagi hari atau disebut morning lark, dan tipe orang yang lebih aktif di malam hari atau disebut juga night owl.
Dilansir IFL Science, dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Psychology, para peneliti mengambil kesimpulan bahwa pasangan dengan tipe yang sama akan memiliki kehidupan seks yang lebih memuaskan dibanding dengan pasangan yang masing-masing memiliki tipe berbeda.
Menurut para peneliti, hal ini dikarenakan pasangan dapat melakukan kegiatan seks pada waktu di saat mereka sama-sama sedang berenergi.
ADVERTISEMENT
"Aktivitas yang dilakukan pada waktu optimal bagi masing-masing tipe akan dilakukan dengan lebih efisien," tulis para peneliti dalam studinya.
Dalam studi tersebut, para peneliti melakukan survei terhadap 91 pasangan heteroseksual dengan usia antara 18 hingga 38 tahun, yang telah bersama-sama antara enam bulan hingga 16 tahun. 80 persen dari pasangan ini belum memiliki anak.
Dari penelitian ini, ditemukan bahwa pria morning lark lebih suka melakukan hubungan seks di pagi hari, antara pukul enam hingga pukul sembilan pagi.
Sementara pria night owl lebih memilih waktu antara jam sembilan malam hingga tengah malam untuk melakukan hubungan seks. Namun, pihak perempuan dari kedua tipe tersebut lebih menyukai waktu malam hari untuk melakukan hubungan seks.
ADVERTISEMENT
Selain itu, ditemukan juga bahwa waktu berhubungan seks lebih sering disesuaikan dengan keinginan perempuan.
Ketika mereka menganalisis data dari survei, para peneliti menemukan bahwa perbedaan besar pada waktu yang diinginkan untuk melakukan hubungan seks memiliki korelasi dengan menurunnya tingkat kepuasan seks serta kebahagiaan pasangan.
Kehidupan seks yang sehat lebih berharga (Foto: Thinkstock)
Para peneliti juga mengambil kesimpulan bahwa pria morning lark akan lebih sering mengalami ketidakharmonisan dalam hubungan, karena perempuan lebih senang melakukan aktivitas seks pada malam hari.
Meski begitu, para peneliti tidak menemukan bahwa perbedaan dalam waktu yang diinginkan untuk melakukan hubungan seks berpengaruh pada jumlah hubungan seks yang dilakukan pasangan.
"Dengan demikian, kurangnya konsistensi dalam waktu yang diinginkan dalam melakukan seks dapat mempengaruhi kualitas, dan bukanlah kuantitas dari hubungan seks," jelas para peneliti dalam studinya.
ADVERTISEMENT
Ke depannya, tim peneliti berharap dapat mempelajari pasangan yang memiliki anak dan tidak secara terpisah. Itu dikarenakan memiliki anak sangat mengganggu waktu berhubungan seks dan juga waktu tidur pasangan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan