kumparan
2 Desember 2019 15:04

Riset: 3 Juta Bayi Lahir dari Pasangan Kencan Online Sejak 2000

Justin McLeod, pendiri aplikasi kencan online Hinge.
Justin McLeod, pendiri aplikasi kencan online Hinge. Foto: Instagram @justinpmcleod
Laporan riset dari tim peneliti Imperial College Business School mengungkap, dunia akan menghadapi puncak tren kencan online dalam 20 tahun ke depan. Studi ini dibuat untuk penyedia layanan kencan online eHarmony yang berbasis di Los Angeles, California, AS.
ADVERTISEMENT
Riset ini juga memproyeksikan 2035 sebagai tahun di mana banyak orang bertemu pertama kali pasangan hidupnya lewat aplikasi kencan online, bukan dengan bertatap muka langsung.
Dalam studi ini, para ilmuwan dari sekelompok mahasiswa Magister Administrasi Niaga di Imperial College Business School juga memadukan hasil penelitian eHarmony terdahulu yang melibatkan 4.008 orang dewasa Inggris, termasuk proyeksi pertumbuhan penduduk dan demografis. Tujuannya untuk menguji dampak teknologi terhadap cara orang menemukan cinta dalam beberapa dekade mendatang.
Aplikasi Tinder
Aplikasi kencan online Tinder. Foto: Tinder
Hasil riset gabungan ini menyebutkan, kita akan menyaksikan fenomena dominasi kelahiran “e-babies” pada tahun 2037. E-babies yang dimaksud adalah bayi-bayi hasil pasangan yang memadu kasih lewat kencan online.
Penelitian ini juga menemukan fakta lain yang cukup mencengangkan, yakni ada 3 juta e-babies terlahir dari pasangan yang bertemu lewat situs kencan online sejak 2000. Selain itu, ada sekitar lebih dari 35 persen pasangan kencan online punya anak selama berhubungan satu tahun.
ADVERTISEMENT
Pasangan yang bertemu dalam layanan kencan online ini rata-rata memiliki dua anak, sementara hanya 16 persen di antaranya memiliki satu anak.
KONTEN SPESIAL KENCAN ONLINE
Tinder Menjadi Salah Satu Aplikasi Kencan Online yang Sangat Populer. Foto: Aditia Noviansyah/ kumparan
Selama beberapa tahun terakhir, tren pertumbuhan kencan online memang terus meningkat, dengan tingkat kenaikan mencapai 68 persen dari tahun 2005 hingga 2019. Generasi milenial dengan rentang usia 18-35 tahun menjadi salah satu penyumbang tren ini.
Sebanyak 23 persen hubungan mereka diawali perkenalan di media daring. Sisanya tersebar di beberapa media lain, seperti kantor (20 persen), dikenali teman (19 persen), serta di bar, pub, atau klub (17 persen).
Secara garis besar, hasil penelitian ini bisa menjadi bukti jalur kencan online semakin dipercaya masyarakat sebagai cara alternatif mencari pasangan. Sebanyak 47 persen dari mereka yang disurvei setuju bahwa internet memudahkan orang untuk bertemu pasangan, terutama bagi mereka yang introvert.
ADVERTISEMENT
“Dunia digital telah merampingkan proses kencan online, membuatnya lebih mudah untuk menemukan seseorang sambil memastikan bahwa mereka sesuai dengan kriteria anda. Menurut laporan itu, 2035 akan menjadi tahun penting untuk menemukan cinta dan memulai era baru kencan abad ke-21,” ujar Dr. Paolo Taticchi dari Imperial College Business School.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan