kumparan
search-gray
Tekno & Sains1 Juni 2020 19:53

Riset: Bicara Kasar Bisa Bantu Hilangkan Rasa Sakit

Konten Redaksi kumparan
Ilustrasi Sakit Kepala
Ilustrasi Menahan Sakit Foto: Dok. Pixabay
Mengumpat kata-kata kasar ternyata dapat meningkatkan ketahanan tubuh terhadap rasa sakit. Namun, menurut sebuah eksperimen, toleransi terhadap rasa sakit hanya dapat terjadi ketika kita mengumpat dengan kata-kata kasar yang sering kita gunakan. Menggunakan kata-kata lain rupanya tidak menghasilkan efek yang sama.
ADVERTISEMENT
Temuan soal manfaat mengumpat berasal dari eksperimen yang dilakukan Richard Stevens, pakar psikologi dari Keele University pada 2009 lalu. Ia meminta 67 mahasiswanya untuk memasukkan tangan mereka pada air es selama mungkin dalam dua kali percobaan.
Pada percobaan pertama, ia melarang peserta eksperimen mengumpat saat menahan rasa sakit. Sementara di percobaan kedua, ia memperbolehkan para peserta untuk mengumpat sambil menahan rasa sakit.
Dalam eksperimen yang diterbitkan di jurnal Neuro Report itu, ia menemukan bahwa mengumpat ternyata mampu membuat seseorang lebih tahan terhadap rasa sakit dan meningkatkan toleransi tubuh terhadap rasa sakit yang terus meningkat.
Ilustrasi Marah
Ilustrasi mengumpat. Foto: Pixabay
Hasil eksperimen lebih lanjut terhadap 92 peserta menunjukkan mengumpat dengan kata tertentu ternyata mempunyai efek meningkatkan toleransi rasa sakit (pain tolerance). Dalam eksperimen yang diterbitkan di jurnal Frontiers in Psychology ini, para peserta diminta mengumpat kata-kata asing saat memasukkan tangan mereka ke dalam air es.
ADVERTISEMENT
Para peserta diminta mengumpat salah satu dari tiga kata ini: “F-word”, “fouch”, dan “twizpipe” setiap tiga detik. Hasilnya, mengumpat dengan kata “F-word” terkait dengan peningkatan ambang batas rasa sakit (pain threshold) sebesar 32 persen dan toleransi rasa sakit (pain tolerance) sebanyak 33 persen. Sementara umpatan dengan dua kata lainnya tidak mempunyai efek apa pun.
Menurut penelitian ini, bagaimana dan kapan kita mempelajari kata-kata umpatan berperan penting terhadap fungsi dari kata-kata tersebut. Studi lain menunjukkan, mengumpat dalam bahasa lain ternyata tidak berpengaruh terhadap persepsi rasa sakit seseorang.
“Saat ini masih belum dipahami secara pasti bagaimana sebuah kata umpatan bisa memiliki kekuatan untuk mengurangi rasa sakit. Tapi seperti yang sudah diketahui, mengumpat sudah dipelajari sejak masa anak-anak dan ada kondisi emosional tertentu yang mempengaruhi kita saat mengumpat,” tulis hasil penelitian ini seperti diberitakan Fox News.
ADVERTISEMENT
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
***
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white