kumparan
24 Oktober 2018 12:38

Riset: Gajah, Hewan Paling Jago Berhitung di Dunia

Gajah Asia
Gajah Asia (Foto: Steve Evans via Wikimedia Commons)
Gajah Asia, atau nama ilmiahnya Elephas maximus, ternyata merupakan anggota dunia hewan yang paling jago matematika. Begitulah hasil kesimpulan dari riset terbaru yang dipublikasikan di Journal of Ethology.
ADVERTISEMENT
Dalam riset yang dilakukan oleh para ilmuwan di Graduate University for Advanced Studies dan Japan Society for the Promotion of Science (SOKENDAI), ditemukan bahwa gajah menunjukkan kemampuan berhitung yang mendekati keahlian manusia dibanding hewan lain.
Tim peneliti melaporkan, kemampuan berhitung para gajah tidak dipengaruhi oleh jarak, besar, atau rasionya. Hal ini berbeda dengan hewan lain, yang kemampuan berhitungnya bergantung pada kuantitas yang tidak akurat dan bukan pada angka yang absolut.
"Riset ini memberikan bukti eksperimen pertama bahwa hewan non manusia memiliki karakteristik kognitif yang cukup mirip dengan kemampuan berhitung manusia," ujar pemimpin riset Naoko Irie seperti dikutip IFL Science.
Hasil riset sendiri berdasarkan performa seekor gajah Asia berusia 14 tahun bernama Authai. Sebenarnya ada dua gajah lain yang ikut dalam eksperimen, namun keduanya tidak berhasil masuk ke tahap final riset.
Gajah Asia
Gajah Asia muda. (Foto: Pixel-mixer via Pixabay)
Jadi, Authai dilatih untuk menggunakan panel sentuh yang dikendalikan komputer untuk memilih gambar dengan jumlah buah yang lebih banyak. Dalam setiap ronde, Authai diberi dua pilihan, dan jika berhasil menjawab dengan benar, maka dia bakal dikasih hadiah.
ADVERTISEMENT
Untuk memastikan Authai tidak 'curang' dan mengambil jawabannya berdasarkan jumlah area yang tertutupi ilustrasi tersebut dibanding jumlah ilustrasi dalam gambar, tim peneliti menggunakan buah-buahan dalam berbagai ukuran.
Authai berhasil menjawab dengan benar 181 dari 271 pertanyaan yang diberikan. Artinya, gajah itu berhasil menjawab soal dengan benar sebanyak 66,8 persen, yang terhitung tinggi.
Gajah Asia
Gajah Asia. (Foto: Pixel-mixer via Pixabay)
"Kami menemukan bahwa performa dia tidak terpengaruhi oleh jarak, besar, atau rasio dari hitungan-hitungan yang diberikan, dia konsisten dengan cara manusia berhitung, tapi dia memerlukan waktu yang lebih lama untuk memberikan respons pada soal dengan jarak yang dekat," jelas Irie
Meski begitu, diperlukan riset lanjutan untuk memahami temuan ini. Hal ini dikarenakan penelitian berdasarkan kemampuan dari seekor gajah saja.
ADVERTISEMENT
Irie menjelaskan, ada kemungkinan gajah Afrika tidak memiliki kemampuan berhitung yang sama dengan gajah Asia. Menurutnya, dua spesies ini berpisah secara evolusi 7,6 juta tahun lalu.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan