Tekno & Sains16 September 2020 10:05

Riset Ilmuwan China Sebut Virus Corona Buatan Manusia di Lab Wuhan

Konten Redaksi kumparan
Riset Ilmuwan China Sebut Virus Corona Buatan Manusia di Lab Wuhan (1088655)
Li-Meng Yan, peneliti virologi dari China. Foto: Instagram/@limengyanofficial
Ahli virologi asal China, Dr. Li-Meng Yan, yang kabur dan bersembunyi di Amerika Serikat karena terancam keselamatannya, kini merilis sebuah bukti ilmiah tentang klaimnya bahwa virus corona kemungkinan berasal dari laboratorium di Wuhan, China.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, dalam beberapa kesempatan wawancara dengan berbagai media, Yan kerap mengatakan bahwa virus corona sebenarnya dibuat oleh manusia di laboratorium Wuhan. Ia bahkan membantah laporan yang selama ini menyebut virus corona pertama kali menyebar di pasar basah Wuhan, China.
“Hal pertama adalah pasar (daging) di Wuhan adalah pengalihan dan virus ini sebenarnya bukan dari alam, ini buatan manusia,” ujar Yan dalam wawancara di acara talk show Inggris ‘Loose Women’ pada Jumat (11/9) lalu.
Dalam wawancara itu, Yan mengklaim punya bukti ilmiah yang bisa membuktikan COVID-19 adalah buatan manusia. Saat ini, bukti tersebut telah diterbitkan dalam sebuah makalah ilmiah digital di website Zenodo dengan judul 'Unusual Features of the SARS-CoV-2 Genome Suggesting Sophisticated Laboratory Modification Rather Than Natural Evolution and Delineation of Its Probable Synthetic Route'.
Riset Ilmuwan China Sebut Virus Corona Buatan Manusia di Lab Wuhan (1088656)
Li-Meng Yan, Peneliti virologi dari China. Foto: Youtube/Loose Women
Dalam makalah ilmiah yang rilis pada 14 September 2020 itu Yan menulis, COVID-19 dibuat dengan mudah di laboratorium Wuhan dalam waktu hanya enam bulan. Selain itu, SARS-CoV-2 juga menunjukkan karakteristik biologis berbeda dengan virus zoonosis--virus yang ditularkan dari hewan ke manusia-- pada umumnya.
ADVERTISEMENT
“Teori bahwa virus mungkin berasal dari laboratorium penelitian, bagaimanapun harus ditinjau secara ketat oleh sejawat sebelum diterbitkan dalam jurnal ilmiah. Meskipun demikian, SARS-CoV-2 menunjukkan karakteristik biologis yang tidak sesuai dengan virus zoonosis yang terjadi secara alami,” tulis Yan seperti dikutip News.com.au.
Perlu dicatat, makalah tersebut masih berupa pra-cetak. Artinya, tulisan yang dibuat Yan bersama dengan tiga rekan penelitinya (Shu Kang, Jie Guan, dan Shanchang Hu) itu belum melalui peer-review atau ditinjau ketat oleh ilmuwan lain yang dibutuhkan dalam sebuah jurnal ilmiah.

Sejumlah ahli ragukan makalah Yan: Tidak kredibel

Menurut enam ahli biologi dan penyakit menular, makalah riset yang diterbitkan Yan tidak memberikan informasi baru. Yan disebut telah membuat klaim yang tidak berdasar dan jurnal ilmiahnya lemah.
ADVERTISEMENT
“Laporan pra-cetak ini tidak punya kredibilitas apa pun saat ini,” kata Andrew Preston, pakar patogenesis mikroba di University of Bath Inggris kepada Newsweek.
Riset Ilmuwan China Sebut Virus Corona Buatan Manusia di Lab Wuhan (1088657)
Ilustrasi virus corona. Foto: Maulana Saputra/kumparan
Selain itu, para ilmuwan juga mempermasalahkan analisis genetik yang dilakukan Yan. Ahli virus di McMaster University, Arinjat Banerjee, juga meragukan pernyataan Yan yang menyebut fitur pembelahan furin-- bagian dari protein lonjakan virus yang digunakan untuk menempel pada sel manusia-- sengaja dimasukkan ke dalam virus.
Sementara Jonathan Eisen, seorang ahli biologi evolusi University of California berpendapat, makalah Yan dipenuhi dengan klaim yang tidak berdasar. Begitupun Carl Bergstrom, seorang ahli biologi evolusi di University of Washington di Seattle yang juga menuturkan hal sama.
“Laporan ini tidak didasarkan pada interpretasi objektif dari genom SARS-CoV-2. Interpretasi yang dibuat tidak didukung oleh data, tidak berdasar dan sebagian besar yang dinyatakan tidak jelas. Laporan tersebut tampaknya dimulai dengan sebuah hipotesis tentang asal mula SARS-CoV-2,” kata Preston.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, Yuan Zhiming, direktur Institut Virologi Wuhan telah membantah laporan bahwa virus corona adalah hasil rekayasa ilmuwan China di laboratorium dan mengalami kebocoran. “Tidak mungkin virus ini berasal dari kami,” kata Zhiming pada April 2020 lalu.
***
Saksikan video menarik di bawah ini.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tim Editor
drop-down
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white