Riset: Milenial Jadi Generasi yang Rentan Hipertensi

25 November 2022 13:41
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi sakit kepala. Foto: Shutterstock.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sakit kepala. Foto: Shutterstock.
Gaya hidup yang dinamis membuat milenial dinobatkan jadi generasi kurang sehat. Ya, laporan Blue Cross Blue Shield Association (BCBSA) menemukan bahwa kesehatan generasi milenial akan menurun seiring bertambahnya usia.
Pada laporan tersebut, hanya 68 persen milenial yang memiliki kesehatan fisik optimal. Sejak memasuki usia 27 tahun, tingkat kesehatan generasi ini pun cenderung menurun.
Salah satu penyakit yang rentan menyerang generasi milenial adalah hipertensi. Hasil Riset Kesehatan Dasar terakhir (2018) menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 34,1 persen. Pada riset yang sama, orang usia 25-44 tahun dan masyarakat perkotaan memiliki risiko yang lebih tinggi.
Sering mengonsumsi junk food, kurang olahraga, hingga terbiasa begadang menjadi beberapa faktor pemicunya. Semakin sering kebiasaan tersebut dilakukan, semakin tinggi pula risiko terkena hipertensi.
Ilustrasi makan mie tengah malam. Foto: Shutterstock.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi makan mie tengah malam. Foto: Shutterstock.
Tingginya prevalensi hipertensi dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius. Organ-organ tubuh lain seperti jantung, otak, ginjal, hingga mata dapat kehilangan fungsinya akibat tekanan darah tinggi.
Dilansir laman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, hipertensi dapat membuat pembuluh arteri menjadi kurang elastis. Akibatnya, aliran darah dan oksigen ke jantung pun menurun, bahkan tersumbat.
Ketika suplai darah ke jantung tersumbat, otot-otot jantung akan mati karena kekurangan oksigen. Semakin lama aliran darah terhambat, semakin besar potensi kerusakan jantung. Hal inilah yang menyebabkan seseorang mengalami serangan jantung dan gagal jantung.
Tak hanya itu, hipertensi pun dapat menyebabkan stroke karena sel-sel otak tidak berfungsi akibat arteri tidak memasok darah dan oksigen yang cukup. Memiliki tekanan darah tinggi di usia produktif juga dapat menurunkan fungsi kognitif dan demensia di kemudian hari.
WHO menyebut, hipertensi merupakan silent killer karena kebanyakan orang tidak memiliki gejala awal. Mulailah untuk mengurangi konsumsi garam, melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit per hari, menghindari rokok, serta memperbanyak sayur dan buah. WHO juga menyarankan untuk mengukur tekanan darah secara rutin agar kesehatan tubuh senantiasa terjaga.

Mengukur tekanan darah di rumah dengan OMRON HEM-7156T

Bila tidak sempat ke dokter atau rumah sakit, Anda kini dapat melakukan pengecekan tekanan darah secara mandiri di rumah dengan OMRON HEM-7156T.
Sebagai alat ukur tekanan darah, OMRON HEM-7156T dirancang dengan manset IntelliWrap™ 360° dan teknologi IntelliSense yang canggih, menghasilkan pengukuran tekanan darah hingga level yang paling akurat. Tak hanya itu, kedua fitur ini juga dapat menciptakan kenyamanan dalam setiap aktivitas pengukuran tekanan darah.
Dengan tipe manset IntelliWrap yang fit cuff, nyaman dan pas digunakan di lengan atas. Tanpa perlu bantuan orang lain, Anda dapat menggunakan pengukur tekanan darah dengan satu tangan saja. Sehingga, OMRON HEM-7156T sangat sempurna digunakan oleh lansia dan mereka yang membutuhkan pemantauan secara mandiri.
Tak perlu khawatir, monitor tekanan darah alat ini telah 100 persen tervalidasi secara klinis dan memenuhi standar akurasi pengukuran dari organisasi tepercaya seperti Association for the Advancement of Medical Instrumentation (AAMI) atau European Society of Hypertension (ESH).
Memahami pengaruh tekanan darah dan fungsi jantung, OMRON HEM-7156T dapat membantu mendeteksi detak jantung. Sehingga, Anda dapat mengetahui angka denyut jantung secara pasti.
OMRON HEM-7156T telah tersedia di toko-toko alat kesehatan dan apotek terdekat, distributor atau dealer OMRON, serta e-commerce favorit Anda. Untuk informasi lengkap mengenai OMRON HEM-7156T dan produk OMRON lainnya, silakan klik di sini.
Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan OMRON
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·