kumparan
26 Okt 2018 7:28 WIB

Riset Temukan Hubungan Faktor Genetik dengan Perilaku Homoseksual

Ilustrasi DNA. (Foto: Pixabay)
Ada sebuah riset terbaru yang menemukan hubungan antara variasi DNA dengan perilaku homoseksual pada manusia. Secara spesifik tim peneliti dalam riset ini menemukan empat variasi genetik pada empat kromosom yang diduga berhubungan dengan perilaku seksual sesama jenis.
ADVERTISEMENT
Dilansir IFL Science, hasil tersebut didapat setelah tim peneliti menganalisis informasi DNA dari sekitar 400 ribu orang di UK Biobank. Mereka juga melakukan analisis serupa terhadap informasi genetik 69 ribu orang yang didapat dari perusahaan bioteknologi 23andMe.
Para peneliti kemudian membandingkan data itu dengan hasil pertanyaan survei yang diberikan peserta saat memberikan DNA mereka.
Setelah melihat hubungan di antara dua set data itu, tim peneliti kemudian melakukan konfirmasi dalam tiga riset kecil yang berbeda. Hal ini membuat jumlah peserta riset menjadi lebih dari 490 ribu orang, terdiri dari pria dan perempuan di AS, Inggris, serta Swedia.
Jadi apa yang ditemukan para peneliti adalah adanya empat variasi genetik yang muncul lebih banyak pada orang-orang yang di dalam surveinya menjawab mereka pernah melakukan hubungan seks sesama jenis.
ADVERTISEMENT
Berbeda dengan riset-riset sebelumnya yang hanya fokus pada ketertarikan seksual sesama jenis pada pria, riset kali ini juga menemukan adanya hubungan antara faktor genetik dengan perilaku homoseksual pada perempuan dan ini merupakan riset pertama yang menemukannya. Temuan ini sendiri telah dipresentasikan di acara pertemuan tahunan American Society of Human Genetics.
Ilustrasi praktik protitusi online homoseksual. (Foto: Basith Subastian/kumparan)
Sebenarnya sudah ada riset-riset sebelumnya yang menghubungkan orientasi seksual kaum pria dengan variasi genetik DNA mereka. Dan riset ini tampaknya memperkuat temuan itu, karena dua dari empat variasi genetik yang tim peneliti identifikasi memang spesifik bagi seksualitas pria. Sementara dua sisanya berhubungan dengan seksualitas bagi pria dan juga perempuan.
Namun demikian para peneliti menegaskan agar kita tidak menginterpretasikan hasil temuan ini dengan anggapan bahwa faktor genetik merupakan penyebab pasti bagi orientasi seksual seseorang. Mereka mengatakan, seksualitas seseorang dipengaruhi banyak faktor lain.
ADVERTISEMENT
"Tidak ada gen gay," ujar Andrea Ganna, ahli genetika di Broad Institute of MIT and Harvard yang menjadi pemimpin riset ini, kepada Science News Magazine. "(Tapi) perilaku non-heteroseksualitas dipengaruhi oleh banyak faktor kecil genetik," tambahnya.
Tim peneliti mengestimasi bahwa empat variasi genetik yang mereka temukan hanya sekitar delapan hingga 12 persen dari faktor-faktor genetik penyebab perilaku seksual sesama jenis.
Para peneliti menekankan, riset yang mereka lakukan ini hendak mendalami perilaku seks sesama jenis serta ketertarikannya, bukan orientasi seksual dari seseorang.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan