kumparan
16 Januari 2020 19:44

Satelit NASA Tampilkan Potret Mengerikan Kebakaran Lahan di Australia

Kepulan asap tampak menyelubungi kawasan Australia.
Kepulan asap kebakaran tampak menyelubungi kawasan Australia. Foto: Twitter: @Astro_Christina
Astronaut NASA, Christina Koch, berhasil memotret kebakaran lahan di Australia dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Foto-foto itu menangkap asap kebakaran yang telah menghanguskan setidaknya 10 juta hektare lahan di Negara Kanguru.
ADVERTISEMENT
Koch juga memotret badai debu besar yang menyebar di beberapa negara bagian Australia selama akhir pekan ini. “Australia. Hati dan pikiran kami bersama kalian,” tulis Koch lewat akun Twitter-nya @Astro_Christina.
Cuitan Koch diunggah bersama beberapa foto yang memotret kepulan asap yang menyelimuti kawasan Australia. Unggahan tersebut mendapat banyak respons berisi kesedihan dan keprihatinan atas situasi yang tengah berlangsung di Australia.
Kebakaran Australia pertama kali terjadi pada September 2019 dan semakin meluas hingga sekarang. Kondisi Australia yang panas dan tandus menjadi lingkungan yang sempurna untuk penyebaran api. Selain itu, kualitas udara di beberapa daerah juga memburuk, seperti di Sydney, Melbourne, Canberra, dan Adelaide.
Sejauh ini, kebakaran merenggut nyawa 28 penduduk, menghanguskan 2.000 rumah, bahkan sempat menghitamkan langit di Argentina. Dari pantauan satelit NASA, kondisi diperkirakan akan semakin parah karena asap kebakaran hutan diprediksi bakal menyebar ke seluruh dunia.
ADVERTISEMENT
Hal itu disebabkan adanya jalur untuk asap mencapai stratosfer. Sesampainya di stratosfer, asap bisa melakukan perjalanan ribuan mil dari sumbernya, sehingga mempengaruhi atmoster secara global.
Satelit NASA memotret kondisi terkini Australia yang tengah
Satelit NASA memotret kondisi terkini Australia yang tengah dilanda kebakaran. Foto: Twitter: @Astro_Christina
Penyebaran ini semakin mungkin terjadi setelah asap kebakaran terpantau telah naik ke stratosfer--lapisan kedua dari atmosfer Bumi. Hanya masalah waktu sebelum asap kebakaran mulai mengelilingi seluruh bagian Bumi.
Selain asap, hasil jepretan Koch juga menangkap gambar badai debu raksasa yang menyebar ke seluruh Australia menjelang akhir pekan lalu. Badai itu berdampak di beberapa negara bagian seperti Australia Selatan, Australia Barat, New South Wales, dan Queensland, memperpendek jarak pandang di banyak wilayah.
Badan Meteorologi Australia menyatakan, kejadian serupa juga pernah dilaporkan pada musim panas.
Dari pantauan satelit NASA, kawasan Australia nampak diselim
Dari pantauan satelit NASA, kawasan Australia nampak diselimuti asap pekat. Foto: Twitter: @Astro_Christina
Adapun Koch adalah bagian dari ekspedisi ke-61 ke ISS yang melibatkan enam astronaut. Koch menciptakan sejarahpada akhir tahun lalu. Pada Oktober 2019, Koch dan astronaut Jessica Meir melakukan spacewalk dengan seluruh kru perempuan pertama di luar ISS. Wahana antariksa itu berlangsung selama tujuh jam 17 menit.
ADVERTISEMENT
Pencapaian Koch tak berhenti sampai di situ. Ia sukses memecahkan rekor penerbangan luar angkasa tunggal terlama yang dilakukan oleh astronaut perempuan. Saat penobatannya tersebut, keberadaan Koch di ISS menginjak hari ke-289. Catatan ini melampaui rekor Peggy Whitson, astronaut wanita yang sebelumnya menghabiskan 288 hari berturut-turut di luar angkasa.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan