kumparan
15 April 2019 14:19

Seorang Pria di Florida Tewas Dicakar Burung Paling Berbahaya di Dunia

Burung Kasuari, Sungai Palu, Sulawesi Tengah
Seekor Burung Kasuari gelambir tunggal (Casuarius unappendiculatus) berkeliaran di kawasan Sungai Palu, Sulawesi Tengah. Foto: Antara/Mohamad Hamzah
Seekor burung kasuari peliharaan di Florida, Amerika Serikat, membunuh pemiliknya sendiri. Burung asli Papua dan Australia ini mencakar pemiliknya ketika pria itu terjatuh. Akibat luka yang didapatnya, pria ini akhirnya meninggal di rumah sakit.
ADVERTISEMENT
Kejadian ini terjadi pada Jumat pekan lalu. Polisi mengidentifikasi pria itu sebagai Marvin Hajos. Pria berusia 75 tahun ini memelihara burung kasuari di peternakannya. Di sana ia juga memelihara beberapa burung eksotis lain.
Pihak pemadam kebakaran mengatakan bahwa besar kemungkinan kejadian ini adalah kecelakaan. Jeff Taylor, deputi kepala pasukan pemadam kebakaran setempat, mengatakan kepada The Guardian bahwa pria itu terjatuh di dekat burung kasuari peliharaannya. Kemudian si burung tiba-tiba menyerang pria itu dan menyebabkan kematiannya.
Meski begitu, The Washington Post melaporkan bahwa investigasi masih terus berlangsung. Burung kasuari ini sekarang sudah diamankan dan pihak kepolisian setempat mengatakan akan bekerja sama dengan Komisi Perikanan dan Hewan Liar Florida (Florida Fish and Wildlife Commission/FWC).
ADVERTISEMENT
FWC memasukkan kasuari ke dalam kategori "Class II Wildlife". Hewan-hewan yang masuk ke dalam kategori ini bisa membahayakan manusia. Pihak FWC mewajibkan mereka yang menjual, memamerkan, atau memiliki hewan ini untuk mengambil izin tertulis.
Sementara itu, San Diego Zoo menyebut burung kasuari sebagai burung paling berbahaya di dunia. Ini karena di masing-masing kaki burung kasuari ada cakar tajam yang panjangnya bisa sampai 10 sentimeter.
"Burung kasuari bisa membelah predator atau ancaman yang ada dengan satu tendangan yang cepat. Kaki yang kuat membuat burung kasuari bisa berlari hingga 31 mil per jam (50 kilometer per jam) melewati rimbunnya semak-semak di hutan," tulis San Diego Zoo di laman resminya.
Burung Kasuari, Sungai Palu, Sulawesi Tengah
Seekor Burung Kasuari gelambir tunggal (Casuarius unappendiculatus) berkeliaran di kawasan Sungai Palu, Sulawesi Tengah. Foto: Antara/Mohamad Hamzah
Burung kasuari adalah hewan asli Papua
ADVERTISEMENT
Ada tiga spesies burung kasuari. Mereka punya habitat asli di Papua dan Australia. Burung ini masih saudara dengan burung emu dan burung unta.
Penampakan burung kasuari bisa dibilang mirip dinosaurus. Mereka memiliki bulu hitam tebal yang menutupi tubuhnya, leher unik berwarna biru, dan bagian helm di atas kepala yang berwarna kecoklatan.
Burung ini punya senjata mematikan. Ia punya tiga jari yang lengkap dengan cakar tajam. Yang paling berbahaya adalah bagian cakar tengahnya karena punya ukuran lebih panjang.
"Kalau Anda ditendang oleh burung kasuari dengan kuku itu, Anda akan mengalami cedera parah," ujar Eric Slovak, kurator burung di National Zoo, Washington, AS.
"Anda bisa dipastikan akan masuk rumah sakit," lanjutnya sebagaimana dilansir Science Alert.
ADVERTISEMENT
Meski kasuari adalah hewan yang berbahaya, Slovak mengatakan burung ini cenderung pemalu. Di alam liar, mereka hidup di pedalaman hutan hujan.
"Ini adalah burung besar, beratnya 90 kilogram dan panjangnya 1,8 meter. Burung ini suka berjalan-jalan di hutan sambil memakan buah," kata Slovak.
Slovak menduga bahwa kaki-kaki burung kasuari berevolusi demikian untuk membantu mereka bergerak di dalam hutan.
Perlu persiapan khusus untuk mengurus burung ini. National Zoo juga memiliki burung kasuari, yang sekarang sedang dipinjamkan karena kandang mereka sedang direnovasi. Slovak menjelaskan bahwa tim di kebun binatang itu harus terus waspada selama burung itu ada di sana.
Kandang baru burung kasuari ini jauh lebih kuat dari kandang burung biasa. Kandangnya dilengkapi dengan pintu dan gerbang yang akan memisahkan burung kasuari dengan manusia yang harus masuk ke dalam kandang.
ADVERTISEMENT
"Kapanpun, jangan pernah berada di satu ruangan dengan kasuari," papar Slovak. "Ini karena kita tahu seberapa berbahayanya mereka jika burung itu tiba-tiba terkejut," sambung dia.
Slovak juga mengungkapkan keheranannya ada orang dengan sukarela menjadikan burung ini peliharaannya.
Menurut Smithsonian Magazine, ini bukan kejadian pertama burung kasuari menyebabkan kematian pada manusia. Peristiwa semacam ini terakhir kali pernah terjadi pada 1926.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan