Tekno & Sains
·
16 Oktober 2020 6:52

Seorang Pria Nekat Makan Penis Harimau Mati untuk Tingkatkan Gairah Seks

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Seorang Pria Nekat Makan Penis Harimau Mati untuk Tingkatkan Gairah Seks (16924)
Ilustrasi Harimau. Foto: Shutterstock
Seorang pria asal India ditangkap bersama dengan kedua rekannya karena dilaporkan telah memakan kepala dan penis harimau yang sudah mati. Hal itu dilakukan karena ia percaya harimau bisa meningkatkan gairah seksual.
ADVERTISEMENT
Kejadian tersebut terungkap setelah seekor harimau ditemukan mati tanpa kepala penis di mengambang di sungai Ken, di Madhya Pradesh. Kejadian ini membuat pemerintah dan pecinta hewan setempat geram.
Berdasarkan laporan Vice, awalnya pria pemakan harimau bernama Achchelal itu menemukan seekor harimau mati mengambang di sungai pada 8 Agustus. Kemudian, pria berusia 60 tahun itu memotong penis dan kepala harimau tersebut bersama dengan kedua temannya.
"Ada kepercayaan bahwa harimau bisa digunakan untuk menguatkan hingga meningkatkan gairah seks. Namun orang-orang di sini mulai memburu harimau setelah mereka sadar bahwa organ harimau bisa dijual," ungkap Anirud Chaoji, pengamat satwa liar di India.
Di India memang masih banyak orang yang percaya dengan  ilmu bersifat mitos atau dikenal dengan nama Pseudoscience. Ilmu ini merupakan praktik atau keyakinan yang tidak mengikuti metode ilmiah atau belum terbukti benar secara ilmiah.
Seorang Pria Nekat Makan Penis Harimau Mati untuk Tingkatkan Gairah Seks (16925)
Seekor anak Harimau Sumatera terlihat di Kebun Binatang Wroclaw, Polandia. Foto: Kebun Binatang Wroclaw / via AP
Biasanya, ilmu atau kepercayaan seperti ini berkembang di suatu wilayah warga lokal dan bersifat turun-temurun. Hal inilah yang membuat hewan-hewan di India menjadi target perburuan yang berakhir tragis, mulai dari harimau, beruang liar sampai babi hutan.
ADVERTISEMENT
“Dalam lima bulan, ada setidaknya 27 kasus pembunuhan hewan liar, seperti harimau, beruang liar, ular, bahkan trenggiling di Madhya Pradesh akibat kepercayaan terhadap pseudosains,” kata Indrajit Latey, pendidik satwa liar di berbagai suaka harimau di India.
Ini adalah pembunuhan harimau keenam yang terjadi di cagar alam Madhya Pradesh. Sebelumnya pembunuhan harimau dengan cara memenggal dilaporkan pernah terjadi pada tahun 2005 di cagar alam yang sama.
Sebelumnya, seorang pemburu bernama Tarlen ditangkap karena kegemarannya memakan beruang kungkang. Ia mengaku telah membunuh ratusan beruang sloth, babi hutan, harimau dan burung merak untuk dimakan atau dijual organ reproduksinya.
Organ reproduksi hewan liar memang juga terkenal dipercayai memiliki nilai dalam pengobatan penyakit keras seperti kanker, luka bakar, nyeri asma dan kerusakan hati. Namun tak satupun dari teori tersebut yang terbukti benar secara ilmiah. Di sisi lain, pseudosains seperti ini yang membuat perdagangan satwa liar ilegal marak di China, Hongkong, Jepang, Makau dan Korea Selatan.
ADVERTISEMENT