kumparan
search-gray
Tekno & Sains4 Juni 2020 9:32

Setelah Corona, Ada 1,7 Juta Virus Misterius yang Bisa Infeksi Manusia

Konten Redaksi kumparan
Ilustrasi virus
Ilustrasi virus. Foto: pixabay
Virus corona SARS-CoV-2 bukan satu-satunya penyakit zoonosis yang mengancam umat manusia saat ini. Seorang ilmuwan terkemuka, Dr Peter Daszak, memperingatkan bahwa hewan memiliki hampir 2 juta virus misterius yang berpotensi menginfeksi manusia.
ADVERTISEMENT
Dalam wawancara dengan Sky News, Daszak menyebut bahwa kita harus belajar dari pengalaman menghadapi pandemi COVID-19 dan menghentikan wabah berikutnya mulai dari sumbernya.
"Kami menganalisis jumlah virus tidak dikenal yang dapat muncul di masa depan dan kami memperkirakan ada sekitar 1,7 juta di antaranya, dari jenis yang dapat menginfeksi orang," ujar Daszak, kepada Sky News.
"Ini ancaman masa depan yang sangat signifikan. Kami hanya tahu beberapa ribu virus sehingga sebagian besar menunggu untuk muncul di masa depan," lanjutnya.
Wujud virus SARS-CoV-2 Virus corona
Sebuah mikrograf elektron transmisi yang tidak bertanggal dari partikel virus SARS-CoV-2 yang diambil dari pasien yang diisolasi di Amerika Serikat. Foto: NIAID Integrated Research Facility (IRF) via REUTERS
Virus corona SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit COVID-19 sendiri diyakini berasal dari kelelawar yang menular ke manusia. Meski teori ini belum memiliki bukti valid.
Penelitian terhadap orang yang tinggal di dekat gua kelelawar di Asia telah menunjukkan bahwa virus lain juga telah menginfeksi manusia tetapi tidak berevolusi untuk menyebar lebih jauh.
ADVERTISEMENT
Daszak mengatakan saat ini yang harus dilakukan adalah mengungkap kode genetik seluruh virus yang hidup pada hewan.
"Kami memperkirakan Anda bisa melakukannya dalam jangka waktu 10 tahun. Anda kemudian dapat mengembangkan obat-obatan dan vaksin. Anda juga akan mencari tahu di mana mereka berada, dan itu membantu masyarakat setempat yang hidup di garis depan penyakit ini untuk mengubah perilaku yang menempatkan mereka dalam risiko," ujarnya.
Adapun virus corona SARS-CoV-2 muncul di Wuhan pada akhir Desember lalu. Tetapi para ilmuwan telah mengungkap kode genetiknya dan menyusun strukturnya, dan ada 10 vaksin yang saat ini memasuki tahap uji klinis.
Ilustrasi ilmuwan di laboratorium.
Ilustrasi ilmuwan di laboratorium. Foto: Pixabay
Di University of Liverpool, para ilmuwan mencari mutasi dalam kode genetik, perubahan yang kemudian bereplikasi ke semua salinan saat menyebar. Ini memungkinkan mereka melacak virus dari China ke Eropa, dan kemudian menyebar ke seluruh benua.
ADVERTISEMENT
Beberapa varian genetik yang berbeda diperkenalkan ke Inggris, terutama dari Italia, Spanyol dan Prancis pada Februari dan Maret. Oxford Nanopore membuat mesin yang dapat mengurai materi genetik dalam beberapa jam saja, pekerjaan yang lima tahun lalu dapat memakan waktu hingga berbulan-bulan.
"Pengurutan genom akhir-akhir ini sangat penting bagi segala hal dalam biologi dan segala sesuatu dalam perawatan kesehatan. Alat pertama yang Anda raih adalah mengurutkan genom patogen yang Anda dapatkan,” ujar Steve Paterson, profesor genetika di University of Liverpool.
"Dari sana Anda dapat melihat protein, Anda dapat memutuskan vaksin apa yang mungkin berguna untuk itu, Anda dapat merancang tes diagnostik dan sisanya melanjutkan dari itu," pungkasnya.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
ADVERTISEMENT
***
Yuk! Bantu donasi atasi dampak corona.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white