Tekno & Sains
·
18 Juli 2020 9:08

Tata Cara Baru Menguburkan Jenazah Pasien Virus Corona COVID-19

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Tata Cara Baru Menguburkan Jenazah Pasien Virus Corona COVID-19 (84567)
Petugas saat memakamkan jenazah pasien virus corona di pemakaman Pondok Ranggon, Jakarta Timur. Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
Kementerian Kesehatan merilis protokol terbaru tata cara penanganan pasien meninggal penyakit COVID-19 yang disebabkan oleh virus corona SARS-CoV-2.
ADVERTISEMENT
Jenazah korban COVID-19 tidak disarankan untuk disemayamkan di rumah duka atau tempat ibadah, kata dr. Reisa Broto Asmoro, anggota tim komunikasi publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi risiko penularan virus dari jenazah pasien corona.
Memandikan jenazah korban COVID-19 hanya dapat dilakukan setelah selesai dilakukan disinfeksi. Memandikan jenazah ini harus dilakukan di kamar jenazah oleh petugas yang menggunakan alat perlindungan diri (APD) lengkap.
Lubang hidung dan mulut jenazah ditutup dengan kapas. Jenazah kemudian dibungkus kain kafan atau pakaian, lalu dimasukkan dalam kantong plastik atau peti yang ditutup rapat.
"Untuk keluarga, serahkan penanganaan kepada petugas, percayakan mereka sudah terlatih dan dilengkapi APD oleh Kemenkes," kata dr Reisa dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jumat (17/7).
ADVERTISEMENT

Pelayat dibatasi 30 orang

Setelah itu, jenazah dibawa dari rumah sakit menuju lokasi pemakaman.
Pemerintah juga membatasi jumlah pelayat maksimal hanya 30 orang, untuk menghindari kerumunan.
Keluarga yang memiliki gejala sakit diminta tidak menghadiri proses pemakaman korban meninggal COVID-19.
"Jangan lakukan aksi penolakan terhadap pemakaman jenazah penderita COVID-19, apalagi sampai membuat kerumunan di jalan. Bukan jenazah nantinya yang menjadi sumber penularan, tapi kerumunan inilah yang berpotensi menjadi tempat penyebaran virus corona," tambahnya.
Protokol baru pemulasaran pasien corona tertuang dalam Kepmenkes Nomor HK.01.07/ MENKES/413/2020 tentang Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease yang ditandatangani Menkes Terawan Agus Putranto pada 13 Juli 2020.
Tata Cara Baru Menguburkan Jenazah Pasien Virus Corona COVID-19 (84568)
Petugas medis bersama warga mengangkat peti berisi jenazah pasien positif COVID-19 saat pemakaman di salah satu lokasi dalam wilayah Kabupaten Aceh Besar, Aceh. Foto: Polresta Banda Aceh

Rincian protokol baru:

  • Persemayaman jenazah dalam waktu lama sangat tak dianjurkan untuk mencegah penyebaran penyakit maupun penyebaran antarpelayat
  • Jenazah yang disemayamkan di rumah duka harus didisinfeksi dan dimasukkan ke dalam peti serta tak dibuka lagi
  • Untuk menghindari kerumunan dan tak bisa jaga jarak, keluarga yang melayat tidak lebih dari 30 orang, ini untuk mencegah terjadinya penyebaran antarpelayat
  • Jenazah segera dikubur atau dikremasi sesuai agama dan kepercayaan masing-masing kurang dari 24 jam
  • Setelah diberangkatkan dari RS, jenazah harus diantarkan langsung ke lokasi pemakaman atau krematorium untuk dimakamkan atau dikremasi, tak dianjurkan disemayamkan lagi
  • Pengantaran jenazah dari RS ke pemakaman harus memperhatikan dua hal, yakni transportasi jenazah dapat melalui darat, menggunakan mobil darat. Mobil dan jenazah sudah didisinfeksi, jenazah sudah dibungkus plaastik, dikat rapat, dan ditutup semua lubangnya.
ADVERTISEMENT

Ketentuan pemakaman:

  • Pemakaman jenazah segera mungkin dengan melibatkan pihak RS dan dinas pertamanan dan pemakaman
  • Pelayat yang hadir tetap jaga jarak sehingga bisa menjaga jarak aman minimal 2 meter
  • Pemakaman dapat dilakukan di TPU
  • Penguburan beberapa jenazah dalam 1 liang kubur diperbolehkan pada kondisi darurat
  • Pemakaman dapat dihadiri keluarga dengan perhatikan jaga jarak 2 meter, kewaspadaan standar, orang-orang yang menunjukkan bergejala jangan hadir.
  • Martabat, budaya, agama jenazah dan keluarga harus dilindungi. Bagi beragama Islam, tata cara memasukkan ke peti mati dan menyalatkan jenazah dilakukan sesuai Fatwa MUI Nomor 18/2020. Serahkan ke ahlinya agar tak terancam penularan.