kumparan
7 Februari 2018 17:33

Tes DNA: Orang Inggris Modern Pertama Punya Kulit Gelap dan Mata Biru

Model rekonstruksi Cheddar Man (Foto: Justin TALLIS/AFP)
Hasil tes DNA yang dilakukan oleh para peneliti di London menunjukkan bahwa orang Inggris modern pertama yang hidup 10 ribu tahun lalu ternyata memiliki kulit gelap dan mata biru.
ADVERTISEMENT
Kerangka manusia kuno yang dinamakan ‘Cheddar Man’ ini ditemukan di bagian barat laut Inggris di dalam sebuah gua. Tulang belulang Cheddar Man telah ditemukan sejak tahun 1903, namun baru sekarang DNA-nya bisa diperiksa.
Dilansir AFP, Rabu (7/2), dalam proyek yang dilakukan bersama Natural History Museum Inggris dan University College London, para ilmuwan membuat lubang sebesar 2 milimeter di tengkorak Cheddar Man untuk mengambil bubuk tulangnya. Bubuk tulang itulah yang kemudian digunakan untuk dianalisis.
Hasil dari penelitian ini telah mengubah pendapat sebelumnya mengenai Cheddar Man, yang sebelumnya digambarkan memiliki kulit terang dan mata cokelat.
Model rekonstruksi Cheddar Man (Foto: Justin TALLIS/AFP)
“Kami terkejut ketika mengetahui 10 ribu tahun yang lalu ternyata orang Inggris memiliki mata biru dan kulit yang sangat gelap,” kata Chris Stringer, antropolog fisik di Natural History Museum. Selama puluhan tahun, ia sudah meneliti tulang yang ditemukan di gua bagian barat laut Inggris itu.
ADVERTISEMENT
Penemuan ini menunjukkan, kulit terang yang merupakan warna kulit sebagian besar penduduk Eropa Utara adalah sesuatu yang baru.
Model rekonstruksi Cheddar Man (Foto: Justin TALLIS/AFP)
Cheddar Man dan kelompoknya bermigrasi ke Inggris pada akhir Zaman Es dan DNA-nya memiliki hubungan dengan orang Spanyol, Hungaria, dan Luksemburg di era modern.
“Udara di dalam gua sejuk, kering, dan tidak berubah. Karena itu DNA-nya tidak rusak,” kata Selina Brace, peneliti DNA purba di Natural History Museum.
Dari hasi tes DNA ini, patung kepala Cheddar Man lengkap dengan rambut gelap dan rambut di tubuhnya kemudian dibuat dengan menggunakan 3D printing.
Butuh waktu hampir 3 bulan untuk menciptakan patung ini dengan menggunakan scanner berteknologi tinggi yang didesain untuk Stasiun Luar Angkasa Internasional.
ADVERTISEMENT
Menurtu Alfons Kennis dan adiknya Adrie yang membuat patung ini, hasil tes DNA leluhur orang Inggris modern ini adalah temuan yang revolusioner.
“Ini menunjukkan cerita migrasi yang terjadi sepanjang sejarah,” kata Alfons kepada Channel 4.
“Ini akan mengubah pandangan kita karena kita semua adalah imigran,” tutupnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan