kumparan
Tekno & Sains23 Mei 2020 8:21

Tolak Manipulasi Data Kasus Corona, Ilmuwan Ini Dipecat

Konten Redaksi kumparan
Virus corona di Amerika Serikat
Petugas rumah sakit mengecek kesehatan para pengendara di Indian Wells, California, AS, 26 Maret 2020. Foto: REUTERS/Lucy Nicholson
Rebekah Jones merupakan ilmuwan yang membuat portal data sebaran kasus virus corona SARS-CoV-2 di Florida, Amerika Serikat. Ia pun bertanggung jawab memperbarui jumlah kasus harian secara real-time. Namun Jones dicopot dari posisinya sebagai Manajer Sistem Informasi Geografis pada 5 Mei silam oleh Departemen Kesehatan setempat karena menolak untuk memanipulasi data.
ADVERTISEMENT
Pengakuan ini disampaikan Jones kepada USA Today Network. Pemecatannya dilakukan kendati dirinya punya peran krusial dalam menyediakan informasi virus corona di Florida. Jones seorang diri menciptakan dua aplikasi dalam dua bahasa yang berfungsi memetakan sebaran kasus COVID-19.
Selain dua aplikasi, Jones juga membuat empat dashboard dan enam peta unik dengan lapisan fungsionalitas data untuk 32 variabel yang mencakup setengah juta baris data. Sumbangsihnya ini diperuntukkan agar penduduk Florida dan peneliti dapat melihat perkembangan kasus COVID-19 secara real-time.
"Saya mengerjakannya sendiri, 16 jam sehari selama dua bulan, yang sebagian besar tidak pernah dibayar, dan sekarang ini telah terjadi, saya mungkin tidak akan pernah dibayar," tulisnya dalam email kepada USA Today.
Pemecatannya berawal ketika Jones diperintahkan untuk menyensor beberapa data. Permintaan itu ia tolak. Secara spesifik, ia diminta mengubah data secara manual untuk menopang rencana pencabutan lockdown.
ADVERTISEMENT
Kalangan peneliti bereaksi keras terhadap pemecatan rekan sejawat mereka. Mereka menduga hal itu bisa menjadi bukti bahwa pemerintahan Gubernur Ron De Santis menyensor informasi untuk mendukung relaksasi aturan pembatasan sosial di Florida.
Lucky Tran, seorang ahli biologi dan komunikator kesehatan masyarakat di Universitas Columbia, bereaksi terhadap berita tersebut dalam serangkaian tweet di akun Twitter miliknya.
Juru bicara Gubernur Ron DeSantis, Helen Aguirre Ferré, mengeluarkan pernyataan kepada Miami Herald.
"Dashboard COVID-19 Florida diciptakan oleh tim Sistem Informasi Geografis (SIG) di Divisi Pengendalian Penyakit dan Perlindungan Kesehatan di Departemen Kesehatan Florida. Meskipun Rebekah Jones tidak lagi terlibat, tim GIS terus mengelola dan memperbarui dashboard yang menyediakan informasi yang akurat dan penting yang dapat diakses publik," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Tetapi pernyataan dari Jones sampai April menunjukkan bahwa Jones adalah orang yang merespons umpan balik dari para peneliti dalam upaya untuk meningkatkan dan memperbarui portal data buatannya. Jones mengatakan kepada USA TODAY Network bahwa dia sendiri yang bertanggung jawab atas "setiap baris kode."
Florida's COVID-19 Data and Surveillance Dashboard
Florida's COVID-19 Data and Surveillance Dashboard Foto: Sumber: https://fdoh.maps.arcgis.com/
Dalam email pada 5 Mei, ketika dia mengumumkan peluncuran versi dashboard berbahasa Spanyol, Jones menulis: "Harap bersabar karena kita semua terhubung dan berjalan dengan lancar, dan beri tahu saya jika Anda melihat ada kesalahan." Itu dikirim pada hari yang sama ketika dia diberhentikan dari posisinya.
Selama 60 hari Jones berada di posisinya tersebut, ia mengatakan dirinya tidak pernah mengambil cuti, bahkan ketika tornado terjadi pada Paskah 12 April yang dahsyat meratakan rumah orangtuanya di Mississippi Tenggara. Halaman GoFundMe dibuat untuk membantu keluarganya pulih. Untungnya, ibunya selamat. Ayahnya, seorang sopir truk, berada di Texas pada saat itu.
ADVERTISEMENT
Tak pelak, peristiwa didepaknya seorang ilmuwan di tengah pandemi menjadi sinyal buruk bagi masyarakat yang menginginkan transparansi data. Preseden semacam ini justru dapat menimbulkan malapetaka baru. Seperti yang tengah bergulir sekarang, pandemi COVID-19 kian meluas karena pemerintah abai terhadap suara ilmuwan.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
***
Yuk! Bantu donasi atasi dampak corona.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan