Tekno & Sains
·
19 Desember 2020 11:04

Vaksin COVID-19 dari Tembakau Buatan Produsen Dunhill Siap Uji Coba pada Manusia

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Vaksin COVID-19 dari Tembakau Buatan Produsen Dunhill Siap Uji Coba pada Manusia (382093)
Petani tembakau di Pamekasan, Jawa Timur. Foto: Antara/Saiful Bahri
Calon vaksin COVID-19 dari daun tembakau yang dikembangkan oleh perusahaan rokok British American Tobacco (BAT) kini telah memasuki tahap baru, di mana regulator kesehatan Amerika Serikat telah menyetujui uji coba kepada manusia.
ADVERTISEMENT
Produsen rokok Dunhill dan Lucky Strike itu mengatakan uji klinis vaksin corona dari tembakau diharapkan akan segera dimulai dalam waktu dekat dengan hasil penelitian ditargetkan akan keluar pada pertengahan 2021.
Sebelumnya, pada April 2020, produsen rokok nomor dua di dunia ini sempat mengejutkan dunia ketika BAT mengatakan sedang mengembangkan vaksin COVID-19. Dalam pernyataannya, BAT juga mengklaim bakal memproduksi 1 hingga 3 juta dosis vaksin corona per minggu jika vaksin buatannya telah mendapat izin edar dari lembaga pemerintah dan otoritas terkait.
Vaksin COVID-19 dari Tembakau Buatan Produsen Dunhill Siap Uji Coba pada Manusia (382094)
Ilustrasi vaksin corona. Foto: Dado Ruvic/REUTERS
Adapun persetujuan uji coba tahap I datang ketika Inggris dan AS mulai gencar meluncurkan vaksin buatan Pfizer dan perusahaan obat Jerman, BioNTech dalam beberapa minggu terakhir.
“Uji klinis calon COVID-19 dan vaksin flu kami ke manusia adalah sebuah tonggak capaian yang besar,” kata David O’Reilly, direktur riset sains BAT sebagaimana dikutip Reuters.
ADVERTISEMENT
Adapun calon vaksin COVID-19 dari tembakau dikembangkan oleh Kentucky BioProcessing, perusahaan farmasi di bawah BAT.
Urusan di Tanah Air, Indonesia memilih menggunakan vaksin COVID-19 asal China yang kini sedang dalam proses uji klinis tahap III di Bandung, Jawa Barat. Belum usai uji klinis, pemerintah justru telah mengimpor 1,2 juta dosis vaksin corona Sinovac pekan kemarin, dan siap didistribusikan jika telah mendapat izin edar BPOM.