Ilustrasi Gerd- asam lambung naik

Video: Ini yang Terjadi pada Tubuh saat GERD Kambuh (3)

21 Oktober 2021 8:01
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Rutinitas padat membuat sejumlah milenial sekarang abai terhadap kesehatan, terutama tidak menjaga pola makan, dan itulah yang membuat mereka rentan terkena asam lambung naik hingga menyebabkan GERD.
Gaya hidup serampangan menjadi cikal bakal timbulnya GERD dalam tubuh. Ini dialami oleh Tipta Santa Tampubolon (23) dan Kanishka Andhina (28), dua anak muda yang bekerja di perusahaan swasta. Mereka berdua terkena GERD dengan pola yang sama; pekerjaan numpuk, sering telat makan, tidak menerapkan pola makan sehat.
Gastroesophageal reflux disease (GERD) sendiri adalah gangguan pencernaan akibat asam lambung naik ke kerongkongan atau esofagus secara berulang dalam jangka panjang. Dengan kata lain, GERD akan muncul ketika asam lambung seseorang mengalami kenaikan.
Menurut dr. Dewangga Gegap Gempita, Ketua Perhimpunan Dokter Umum Indonesia Komisariat Kota Depok, gejala dari GERD bisa beragam. Yang paling utama adalah timbulnya heartburn atau sensasi terbakar di bagian dada hingga menyebabkan sesak napas.
Sifat asam pada asam lambung yang naik dapat melukai organ tubuh lain. Jika dibiarkan terus dan tidak ditangani, inflamasi atau peradangan di organ-organ akan terjadi, salah satunya kerongkongan. Ini dikenal dengan nama penyakit LPR (Laryngopharyngeal reflux).
dr. Dewangga Gegap Gempita, Ketua Perhimpunan Dokter Umum Indonesia Komisariat Kota Depok
LPR adalah kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan lalu masuk ke bagian belakang tenggorokan (faring) atau kotak suara (laring). Ini akan menyebabkan seseorang merasakan rasa terbakar di tenggorokan, sulit menelan, suara serak, batuk, dan postnasal drip kronis, atau bahkan menyebabkan komplikasi seperti muncul jaringan parut, bronkitis, emfisema, hingga kanker.
Kalau dibilang kronis, GERD memang penyakit kronis karena bisa berlangsung dalam waktu cukup lama. Kondisinya itu bukan karena enggak sembuh-sembuh, ini karena gaya hidup yang enggak berubah. Makanan yang dikonsumsi juga enggak berubah, maka dia akan timbul terus. Jadi dia bisa menjadi penyakit kronis.
Infografik SehatPedia: Awas GERD dan Bahayanya. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Infografik SehatPedia: Awas GERD dan Bahayanya. Foto: kumparan
GERD merupakan penyakit yang dapat sembuh sepenuhnya. dr. Duddy Mulyawan Djajadisastra, seorang dokter spesialis penyakit dalam di RSAB Harapan Kita, menganalogikan cara sembuh pengidap GERD seperti anak sekolah yang enggak naik kelas. Anak yang enggak naik kelas bisa naik kelas jika mengubah sikapnya —misal, dengan rajin belajar. Begitu pula pengidap GERD, mereka bisa sembuh jika mengubah gaya hidup.

Perubahan gaya hidup ini meliputi makan secara tidak terburu-buru, dan menghindari konsumsi yang dapat meningkatkan asam lambung seperti makanan berlemak tinggi, makanan pedas, makanan asam, rokok, serta minuman alkohol dan kopi.

- dr. Duddy Mulyawan Djajadisastra, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSAB Harapan Kita

Penyakit GERD (Gastroesophageal reflux disease) umumnya menimbulkan gejala rasa panas atau terbakar di daerah dada. Ini terjadi akibat asam lambung naik ke kerongkongan secara berulang dalam jangka panjang. Ketahui lebih jauh dengan klik di bawah.
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Galaxy Z Fold4 I Z Flip4 5G