kumparan
18 Januari 2019 7:28

Alex De Minaur yang Bersenang-senang di Kompetisi Grand Slam

Alex de Minaur
Alex de Minaur di Brisbane International 2019. (Foto: Reuters/Patrick Hamilton)
Wimbledon 2018 tidak akan menjadi turnamen yang biasa-biasa saja bagi Alex de Minaur. Di seri ketiga kompetisi Grand Slam itulah untuk pertama kalinya De Minaur bertanding melawan Rafael Nadal.
ADVERTISEMENT
Pertandingan babak 32 besar itu memang berakhir menyebalkan bagi De Minaur karena berujung pada kekalahan 1-6, 2-6, 4-6. Namun bagi petenis berusia 19 tahun sepertinya, laga itu lebih dari sekadar kemenangan dan kekalahan. Partai itu menjadi penanda bahwa ia sedang menjejak di persaingan papan atas jagat tenis.
Australia Terbuka 2019 ibarat kepulangan ke kampung halaman bagi De Minaur. Sydney menjadi kota kelahiran walau ayahnya orang Uruguay dan ibunya asli Spanyol. Tinggal di Australia sampai umur lima tahun, De Minaur dan keluarganya memutuskan untuk kembali ke Spanyol.
Entah mana yang benar, tenis yang menemukan De Minaur atau De Minaur yang menemukan tenis. Yang jelas, De Minaur tumbuh sebagai salah satu petenis muda potensial. Tak tanggung-tanggung, pengakuan itu juga datang dari Nadal.
ADVERTISEMENT
"Sejak beberapa tahun lalu kami sudah mendengar kabar tentang kedatangan seorang petenis hebat. Saya pikir ia (De Minaur) berkembang banyak dalam tiga tahun ini. Sekarang ia sudah menjadi salah satu petenis terbaik dunia. Yang saya ucapkan ini benar adanya. Ia pemain muda, malah sangat muda. Ia memenangi banyak pertandingan dan menunjukkan perkembangan dari tahun ke tahun. Jadi, kita lihat saja. Pertandingan ini akan menjadi laga yang sulit," jelas Nadal, dilansir The Guardian.
Australia Terbuka 2019 menjadi menyenangkan bagi De Minaur bukan cuma karena alasan nostalgia, tapi karena akan mempertemukannya kembali dengan Nadal di babak ketiga. Kekalahan di laga Wimbledon itu tentu menjadi pengalaman tak sedap bagi De Minaur. Tapi selayaknya hidup, selalu ada pelajaran yang dapat digali dari pengalaman tak sedap.
ADVERTISEMENT
"Pertandingan itu menjadi pengalaman surealis yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata. Kamu sering dinasehati tentang apa yang seharusnya kamu harapkan atau lakukan bila ada dalam situasi seperti ini, tapi apa pun itu, kamu harus menghidupi pengalaman macam tadi untuk diri sendiri. Saya harus mengalami sendiri kekalahan dari Nadal. Saya percaya, pengalaman itu bisa saya gunakan untuk mendapatkan hasil yang berbeda," ucap De Minaur, dilansir The Guardian.
Alex de Minaur
Petenis asal Australia, Alex de Minaur. (Foto: AFP)
De Minaur memang masih muda, jam terbangnya belum setinggi Nadal. Tapi, bukan berarti ia tidak layak buat diperhitungkan. Sekitar setahun lalu, ia masih ada di luar peringkat 100 besar dunia. Kini ia menjejak di Melbourne Park sebagai petenis peringkat 27 dunia dan untuk pertama kalinya menyandang gelar unggulan turnamen.
ADVERTISEMENT
Minaur bahkan dikenal sebagai petenis dengan kecepatan mumpuni. Hampir di setiap laganya kita akan melihat secepat apa De Mintaur menjelajah di area baseline dan depan net dalam waktu yang begitu sempit. Kecepatan dan agresivitas yang demikianlah yang membawanya sanggup mengalahkan Pedro Sousa di babak pertama dan Henri Laaksonen di babak kedua Australia Terbuka.
Kalau ada satu hal yang membuat De Minaur tampil sebagai anak muda yang hebat, maka mungkin itu adalah kecintaannya pada tenis. Kecintaannya ini pula yang membuat De Minaur ingin melakoni laga demi laga dengan serius, tapi juga dengan asa untuk terus menikmati tenis--termasuk di laga melawan Nadal.
"Saya selalu mengusahakan supaya bisa bersenang-senang di setiap pertandingan dan mampu bersaing dengan petenis lainnya. Saya sudah pernah bertemu dan bertanding dengan Nadal, jadi ini tidak menjadi pengalaman yang baru buat saya. Semoga kali ini saya bisa bermain lebih rileks dan menunjukkan seperti apa, sih, tenis yang baik itu," jelas De Minaur.
ADVERTISEMENT
Menyaksikan kesenangan De Minaur yang tak kunjung hilang itu, entah dari mana ia mendapatkan kekuatan, ilham, atau apa pun namanya untuk menentang hukum alam yang mengatakan bahwa tenis adalah olahraga individu yang membuat para pelakonnya merasa sedang ada dalam arena pertarungan.
Persaingan tenis papan atas seharusnya menjadi arena yang menakutkan bagi petenis muda dan minim pengalaman sepertinya. Tapi mungkin De Minaur berbeda. Di benaknya lapangan tenis adalah taman bermain--di alam pikirnya, persaingan Grand Slam adalah cara paling tepat untuk bersenang-senang dalam hidup.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan