Ambisi Perbanas Jadi Raja Lagi di Basket Mahasiswa Indonesia

kumparanSPORTverified-green

Β·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sesi latihan rutin Rhinos Perbanas di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (22/4). Foto: Agri Aulian Perdana/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sesi latihan rutin Rhinos Perbanas di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (22/4). Foto: Agri Aulian Perdana/kumparan

Apa mau kalah lagi? Kok kayak gini, beda banget, ada apa sih sebenarnya? Harusnya (kekalahan) itu bisa jadi tamparan buat adik-adik kemarin.

Ada nama yang selalu disebut setiap kali orang membicarakan tentang basket level kampus di Indonesia: Perbanas. Bukan tanpa alasan, tahun demi tahun, tim basket bernama Rhinos Perbanas itu menjadi tolok ukur kekuatan di sebuah kompetisi antar-mahasiswa. Tiga gelar juara nasional berturut-turut jadi bukti paling nyata dari dominasi mereka.

Sayangnya, dominasi mereka mandek akhir tahun lalu. Dalam final sebuah kompetisi regional pada 6 Desember 2025, Perbanas Institute harus bertekuk lutut di hadapan Universitas Pelita Harapan (UPH). Malam itu raut muka kecewa tak bisa disembunyikan Aofar Hedyan dkk setelah ditekuk dengan menyakitkan oleh UPH dengan skor 54-62.

Kekalahan ini jelas jadi pukulan telak bagi Rhinos Perbanas. Tim yang kerap dilabeli "Raja" basket mahasiswa rontok di gelanggang regional.

Tak cuma pemain dan tim yang terpukul, senior Rhinos seperti Anto Boyratan yang kini sudah bermain di klub profesional juga "terbakar" pasca-kekalahan adik-adik tingkatnya. Kekalahan itu tak bisa diterima, Rhinos wajib revenge di kompetisi berikutnya!

Motivasinya apa sih main di Perbanas? Menurutku pride sih, pride dong bawa tim ini juara lagi.

- Anto Boyratan, student-athlete Perbanas

Para pemain perbanas sedang melakukan latihan rutin di GOR Ciracas, Rabu (22/4). Foto: Agri Aulian Perdana/kumparan

Perbanas: Si "Raja" Basket Kampus

Tiga gelar Rhinos Perbanas di kompetisi basket antar-mahasiswa sudah cukup menegaskan bahwa mereka adalah β€œRaja” basket antar-kampus. Bayangkan saja, Rhinos berhasil three peat pada periode 2022, 2023, dan 2024.

Tapi, kejayaan Rhinos Perbanas tak dibangun dengan instan. Pelatih kepala Rhinos Perbanas, Zulfahrizal, merasakan sendiri bagaimana reputasi Perbanas membangun tim basketnya kembali. Ketika pertama kali bergabung ke Perbanas sekitar satu dekade lalu, ia datang sebagai pelatih muda yang sebelumnya melatih di UNJ.

Kala itu, Zulfahrizal sadar jika Perbanas adalah yang terbaik dalam lingkup basket mahasiswa. "Perbanas semua orang satu Indonesia menganggap bahwa ya rajanya basket di Indonesia," cerita Coach Rizal, sapaan akrabnya.

Namun ia mewarisi tim yang sedang tidak dalam kondisi terbaiknya. Di tahun pertama dan kedua melatih sejak 2016, Perbanas hanya finis di peringkat tiga nasional. Dari situlah ia mulai membenahi dari akar: sistem rekrutmen.

Langkah besarnya adalah menjalin kerja sama dengan klub-klub IBL. Pemain-pemain muda berbakat yang dibina tim profesional didekati untuk melanjutkan kuliah di Perbanas. Pun sebaliknya, pemain Perbanas yang punya talenta disodorkan untuk bergabung dengan tim profesional.

Ini jelas jadi simbiosis mutualisme. Pemain mendapat fasilitas dan kompetisi berkualitas, sementara Perbanas mendapat talenta dengan mentalitas yang sudah ditempa di lingkungan profesional.

embed from external kumparan

Pendekatan itu membawa dampak positif ke tubuh Rhinos Perbanas. Hasilnya terasa di era keemasan Perbanas, ketika nama-nama seperti Daniel Salamena, Fernando Manangsang, dan Greans Tangkulung menjadi tulang punggung tim. Hampir seluruh pemain dari generasi emas itu kini berkiprah di IBL.

"Tentunya di sana (IBL) kan mereka dapat lawan yang lebih sehingga mereka kembali ke sini secara mentality mereka sudah kuat," tutur Coach Rizal.

Reputasi itu pula yang menarik para pemain muda untuk memilih Perbanas sebagai tempat menimba ilmu; bukan sekadar akademik tapi juga karena jaminan pembinaan yang serius. Daniel Salamena, yang kini bermain untuk RANS SimbaBogor di IBL, mengakui hal itu secara jujur.

"Basketnya juga lumayan terkenal Perbanas, jadi ya aku deal saja sih sama Perbanas," kata Daniel.

Hal serupa dirasakan Anto Febrianto Boyratan, pemain Pelita Jaya yang masih berstatus mahasiswa semester akhir di jurusan Akuntansi Perbanas. Setelah menyelesaikan D3 di kampus lain, ia memilih melanjutkan S1 di Perbanas setelah diajak bergabung oleh pelatih.

"Banyak senior dari kampus ini yang jenjang kariernya bagus habis dari sini juga," kata Anto.

Anto Boyratan berpose saat diwawancarai kumparan di gedung Perbanas Institute, Jakarta, Rabu (13/5). Foto: Agri Aulian Perdana/kumparan

Gudang Pemain Pro

Salah satu strategi paling menonjol yang membedakan Perbanas dari kampus-kampus lain adalah kesadaran bahwa mereka bisa menjadi jembatan antara pemain muda dan dunia profesional.

Saat ini, setidaknya empat pemain Perbanas yang masih berstatus mahasiswa aktif sudah bermain di IBL: Daniel Salamena di RANS Simba, Anto Boyratan di Pelita Jaya, hingga nama-nama lain yang tersebar di Hang Tuah seperti James Muwardi hingga Sahid M. Kosim.

Wajar jika Perbanas berhasil menyalurkan sederet pemainnya ke tim profesional. Sebab, ekosistem akademik Perbanas Institute juga menawarkan kemudahan bagi atlet yang harus berkarier di dunia profesional.

Kampus memfasilitasi keseimbangan itu lewat sistem kuliah online dan dispensasi kehadiran. Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni Perbanas, Pitoyo, menyebut kombinasi itu terbukti berhasil meningkatkan tingkat kehadiran atlet basket di kelas.

β€œTernyata tingkat kehadiran mereka di kelas itu cukup tinggi. Tahun lalu itu atlet basket sekitar 42%, kita survei di tahun 2024 itu ya. Di 2025, mereka angkanya nyampe di atas 60%. Itu cukup baik, makanya kita akhirnya model online ini jadi solusi buat merek,” ujar Pitoyo kepada Campus Sport Indonesia, Kamis (12/5). di Institut Perbanas, Jakarta.

Zulfahrizal, pelatih Rhinos Perbanas, sedang memberikan instruksi kepada anak asuhnya pada sesi latihan rutin di GOR Ciracas, Rabu (22/5). Foto: Agri Aulian Perdana/kumparan

Siap Kembali Jadi "Raja"

Kekalahan di final kompetisi antar-mahasiswa pada 2025 dari UPH menjadi tamparan sekaligus titik balik bagi Rhinos Perbanas. Zulfahrizal bahkan sampai mengumpulkan tim, pengurus kampus, dan semua pihak terkait. Ia mengevaluasi dan mencari jalan terbaik untuk mengembalikan Perbanas ke jalur juara.

Evaluasi itu lantas diterjemahkan Perbanas dalam bentuk konsistensi latihan. Kini Perbanas berlatih Senin hingga Jumat, bahkan Minggu pun tidak jarang. "Malamnya kita latihan terus. Bahkan sampai detik ini kita latihan terus," kata Coach Rizal di GOR Ciracas, Rabu (22/4).

Gemblengan latihan itu disiapkan Rhinos Perbanas jelang Campus League Basket Regional Jakarta. Tapi, Perbanas memutuskan tampil dengan skuad penuh pemain lokal di Campus League, tanpa pemain asing, dan meminimalkan ketergantungan pada pemain pro yang terdaftar di IBL.

"Kerja keras bisa mengalahkan segalanya. Dari saya jadi pemain yang bukan siapa-siapa sampai bisa pernah ke level nasional, saya pengin praktekin itu ke adik-adik," ujarnya.

Di sisi lain, bagi Daniel Salamena, Campus League juga tak cuma kompetisi semata. Itu menjadi motivasi untuk sekali lagi memakai seragam Rhinos sebelum benar-benar menutup babak mahasiswanya.

"Ini sudah tahun terakhir saya di Perbanas. Saya tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu. Target saya cuma satu: kasih piala lagi buat Perbanas," kata Daniel

Ambisi itu kini bukan hanya milik Daniel. Ia dipegang oleh seluruh skuad Rhinos, dari pelatih, pemain, hingga alumni yang menonton dari kejauhan dengan harapan yang sama: Perbanas harus kembali jadi raja.

instagram embed