kumparan
23 September 2018 17:16

Anthony Ginting Bungkam Kento Momota di Depan Net

Anthony Ginting juara
Anthony Sinisuka Ginting juara China Terbuka 2018 usai kalahkan Kento Momota (Jepang). (Foto: Dok. PBSI)
Dari Kota Changzhou, China, Minggu (23/9/2018), Anthony Sinisuka Ginting membuka sejarah baru bagi sektor tunggal putra Indonesia di China Terbuka. Bertemu Kento Momota di final, Anthony Ginting keluar sebagai juara.
ADVERTISEMENT
Anthony sukses merebut trofi usai mengalahkan Juara Dunia 2018 asal Jepang itu dua gim langsung dengan skor 23-21 dan 21-19 di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium.
Gelar ini merupakan gelar pertama Anthony di turnamen Super 1000, sekaligus gelar pertama tunggal putra Tanah Air di China Terbuka sejak terakhir dibukukan Alan Budikusuma pada China Terbuka 1994.
Anthony bergerak lincah mengamankan area pertandingannya melawan Momota yang saat ini merupakan tunggal nomor dua dunia. Di menit awal gim pertama, laga masih alot bagi kedua pemain dan skor kerap tertahan mulai dari 2-2, 4-4, 10-10, hingga 10-11 dengan keunggulan tipis Momota.
Sempat tertinggal jauh 14-19, Anthony bermain dengan tenang, fokus, hingga menyergap shuttlecock di saat yang tepat untuk membobol pertahanan Momota. Hasilnya, ia menyamakan kedudukan menjadi 19-19 hingga balik unggul 23-21.
ADVERTISEMENT
"Puji Tuhan hari ini saya bisa menang. Hari ini pertandingannya ketat, skornya tipis. Waktu tertinggal, saya hanya mencoba menjalankan apa yang saya jalankan di pertandingan-pertandingan sebelumnya, saat saya tertinggal juga," ucap Anthony seperti dikutip dari laman resmi PBSI, Minggu (23/9).
Menilik gaya bermain Momota yang kerap memanfaatkan kesalahan lawan, Anthony berhasil mematahkan kelebihan sang rival itu. Pun di babak kedua, meski lebih dulu tertinggal 10-15, pemain asal Cimahi itu satu per satu mengoleksi angka di reli-reli panjang.
Anthony Ginting pun kerap bermain di depan net, kakinya lincah ke sana kemari mencoba menjebak Momota. Pemain Jepang itu, kadang masuk dalam perangkap, membuat pukulannya tersangkut di bibir net atau melebar ke samping, contohnya di skor 18-17 kala berbalik unggul.
ADVERTISEMENT
Hingga akhirnya di match point 20-19, satu angka tambahan yang didapat Anthony memastikan gelar juara direngkuhnya. Ia pun tersungkur dan berteriak penuh semangat. Dari tanpa ekspresi di lapangan --hanya sekadar senyum simpul dan gugup sekadarnya, menjadi tersenyum lebar di podium.
Anthony Ginting juara
Anthony Sinisuka Ginting juara China Terbuka 2018 usai kalahkan Kento Momota (Jepang). (Foto: Dok. PBSI)
"Saya tidak memikirkan poinnya ketinggalan berapa, fokus saja di cara main, jadi ya mukul untuk dapat poin, begitu saja. Di game kedua saya coba kuasai kondisi angin yang membuat saya melakukan kesalahan sendiri. Saya terus berusahan menekan lawan dengan serangan-serangan saya," kata Anthony.
"Soal pukulan halus di depan net, memang itu salah satu usaha saya untuk mendapat kesempatan menyerang," pungkas pemain kelahiran 10 Oktober 1996 itu.
Sebagai juara baru China Terbuka, Anthony sebelumnya sukses menyingkirkan pemain-pemain top dunia, yakni Lin Dan (China), Viktor Axelsen (Denmark), Chou Tien Chen (Taiwan), hingga juara musim lalu, Chen Long (China). Sementara Momota yang dikalahkan di final, lebih dulu mencuri gelar Indonesia Open Super 1000 Juli lalu dan menuntaskan perjuangan Anthony di babak kedua.
ADVERTISEMENT
Bagi Anthony, gelar China Terbuka 2018 adalah gelar kedua setelah Indonesia Masters 2018 Super 500. Dari China, Anthony Ginting menjadi satu-satunya wakil yang membawa pulang trofi juara, juga satu-satunya wakil Indonesia di final usai Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Greysia Polii/Apriyani Rahayu terhenti di semifinal.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan