kumparan
9 Oktober 2019 18:53

Anthony soal Duel dengan Momota: Adu Determinasi dan Kecerdikan

Anthony Sinisuka Ginting saat pertandingan Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Selasa (16/7). Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Anthony Sinisuka Ginting kembali menelan pil pahit saat bersua Kento Momota pada pertemuan teraktual di final China Terbuka 2019. Ini membuat Anthony gagal mengulang kisah kemenangan di ajang yang sama tahun lalu.
ADVERTISEMENT
Anthony takluk usai melewati laga tiga gim berdurasi 1 jam 30 menit dengan skor 21-19, 17-21, dan 19-21. Tercatat, pertandingan ini menjadi pertemuan ke-13 mereka dan, dari sekian jumlah itu, Momota unggul head-to-head 10-3.
Menyoal perjumpaan yang sudah cukup sering dengan tunggal putra asal Jepang tersebut, Anthony menyebut duel dengan Momota selalu menonjolkan adu stamina, determinasi, dan kecerdikan untuk membuat lawan melakukan eror.
Duel Anthony dan Momota memang kerap berlangsung ketat. Dari lima pertemuan terakhir (termasuk China Terbuka 2019), tiga di antaranya berlangsung dengan skenario rubber game.
Pebulu tangkis tunggal putra Jepang, Kento Momota. Foto: STR / AFP
"Perbedaan saat bertemu, sih, tak ada. Kami lebih sama-sama beradu saja. Dia tak bisa matikan saya, saya tak bisa matikan dia, jadi kami pintar-pintar mencari poin dan buat lawan salah, jadi sama-sama beradu strategi," kata Anthony saat ditemui di Pelatnas Cipayung.
ADVERTISEMENT
Lantas, jika begitu kenyataannya, apa yang membuat Anthony kalah telak secara head-to-head? Well, untuk pertanyaan ini, pebulu tangkis 22 tahun tersebut punya argumen tersendiri.
Adaptasi terhadap kondisi lapangan disebut Anthony kerap menjadi kendala sehingga kesulitan saat menghadapi Momota si penghuni rangking satu dunia.
"Kalau menurut saya pribadi, waktu perpindahan lapangan. Misal, kalah angin itu 'kan feeling untuk mainnya lebih leluasa. Kalau kita menang angin, saya kasih bola-bola belakang, kebanyakan keluar," jelas Anthony.
Anthony Sinisuka Ginting di babak perempat final China Terbuka 2019. Foto: Dok. PBSI
"Hal seperti itu juga bakal bikin Momota lebih percaya diri. Jadi, dari strategi main itulah yang lebih harus diperhatikan lagi," tambah pemuda kelahiran Cimahi tersebut.
Di turnamen terdekat, Denmark Terbuka 2019, Anthony punya kans bertemu Momota di semifinal. Tentu saja masih panjang perjalanan pemain berusia 23 tahun itu untuk sampai ke fase tersebut. Di babak pertama, Anthony bakal menghadapi wakil India, Prannoy Haseena Sunil Kumar.
ADVERTISEMENT
"Sebenarnya belum berpikir sampai ketemu Momota. Setiap pertandingan saya lihat dan fokus babak pertama. Tapi, kalau ditanya nanti ketemu Momota, kita sama-sama sudah pelajari (permainan masing-masing)," ujar jebolan klub SGS PLN Bandung ini.
"Kami sudah bertemu lebih dari 10 kali, sudah hafal bagaimana permainan masing-masing. Tinggal fokus dan tingkatkan daya juang. Itulah yang harus diperhatikan," pungkas Anthony.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan