kumparan
search-gray
Bola & Sports12 Juni 2018 14:39

Asian Games: Waspada Penjualan Tiket Palsu oleh Calo

Konten Redaksi kumparan
Mural bertema Asian Games
Mural bertema Asian Games (Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Oknum calo alias penjual tiket palsu hampir selalu ada di setiap event berskala besar, baik itu konser musik, pameran, maupun pertandingan olahraga. Tak terkecuali dalam multievent Asian Games 2018 yang segera berlangsung di Jakarta dan Palembang yang tak bisa dipastikan bersih dari calo.
ADVERTISEMENT
Mengantisipasi hal itu, Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (INASGOC) bekerja sama dengan kiosTix selaku portal lokal penyedia jasa ticketing, akan terus memantau pergerakan tiket yang telah dibeli online dan penjualan tiket on the spot di sekitar venue. Dan, di tempat terakhir itulah, calo akan mencari mangsa.
Namun, INASGOC, kiosTix, dan pihak keamanan akan selalu bergerak untuk balik memburu calo-calo yang berkeliaran. Dengan melakukan pengawasan masif, diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang membeli thermal tiket palsu.
"Sistem keamanan tiket pakai barcode dan akan ditambah sebanyak-banyaknya. Untuk menjamin (tidak ada calo) kami sebisa mungkin selalu mengecek dan menjaga sekitar venue dengan tim kontrol atau bagian lainnya," ucap CEO kiosTix, Ade Sulistioputra, kepada wartawan.
ADVERTISEMENT
"Paling tidak, kami bisa mencari jejaknya saat tahu siapa yang beli awalnya. Jadi kalau ada masalah dengan tiket, kami bisa tracking siapa awalnya, mulai dari mana," lanjutnya.
Sejatinya, publik pun sudah dimudahkan dengan berbagai opsi tempat membeli; di laman kiosTix langsung, pop up store merchandise Asian Games yang tersebar di beberapa mall Jakarta dan Palembang, dan di booth resmi on the spot yang disediakan kiosTix. Sementara, untuk sistem pembayaran juga tersedia berbagai pilihan mulai menggunakan kartu kredit, transfer bank, internet banking, hingga tunai melalui Alfamart sebagai partner resmi.
Untuk harga, tiket tersebut dibanderol rata-rata berkisar Rp 30 ribu hingga Rp 100 ribu, dan bervariasi tergantung cabang olahraga dan kelas pertandingan. Sementara, tiket upacara pembukaan dan penutupan akan lebih mahal, begitu pula tiket bagi warga asing. Kembali menyoal calo, Ade pun berjanji akan menindak tegas calo berikut membatalkan tiket si pembeli.
ADVERTISEMENT
Replika tiket Asian Games
Penampilkan replika tiket Asian Games. (Foto: Karina Nur Shabrina/kumparan)
"Bisa saja (dibatalkan), setelah barcode kalau ketahuan bisa kami cancel. Karena itu sistem ini pun kami integrasi dengan sistem online," ucapnya.
"Detail akan terus kami koordinasi dengan tim di lapangan. Pembeli tiket pun akan selau kami update informasi melalui sms atau email. Tukar fisik nanti baru di lapangan (venue). Untuk warga asing (yang membeli) harus melengkapi pas foto dan paspor," katanya.
Secara terpisah, Brigadir Jenderal Adnan selaku Asisten Operasi (Asops) Kapolri di Deputi IV Keamanan Asian Games, mengatakan pihaknya akan mendampingi semua proses ticketing mulai pembuatan, distribusi hingga penjualan. Tiga kawasan yakni Jakarta, Palembang, dan Jawa Barat pun akan mendapat model pengamanan bervariasi.
Di venue, kepolisian menjamin orang tanpa tiket tak akan bisa masuk. Penerapan sistem keamanan, lanjut Adnan, juga sudah dikonsultasikan sesuai penyelenggaraan event olahraga internasional.
ADVERTISEMENT
Bajaj Simbol Ikon Asian Games 2018
Bajaj Simbol Ikon Asian Games 2018 (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
"Kemarin sudah cek di Palembang dan Jakarta. Nanti kami lakukan simulasi, ada gladi proses masuk dan ada standar sistem keamanan. Pastinya dari pintu sampai keluar akan diamankan," ucap Adnan.
Tiket pertandingan Asian Games akan dijual mulai 30 Juni mendatang via online. Tahun ini di edisi ke-18, 45 negara Asia akan bertanding di 463 nomor event dari 40 cabang olahraga, termasuk debutan seperti bridge.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white