Bola & Sports
·
15 September 2021 14:59
·
waktu baca 2 menit

Atlet PON Papua yang Nekat Langgar Prokes Terancam Dicabut Medali

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Atlet PON Papua yang Nekat Langgar Prokes Terancam Dicabut Medali (846538)
searchPerbesar
Pengendara sepeda motor melintas di dekat maskot dan slogan PON XX Papua di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Rabu (14/7/2021). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO
Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang akan dihelat di Papua pada Oktober mendatang dipastikan akan menerapkan sederet aturan protokol kesehatan ketat. Hal ini juga wajib diterapkan setiap kontingen, karena bila tidak, ancaman cabut medali sudah menanti.
ADVERTISEMENT
PON edisi kali ini memang berbeda dari sebelum-sebelumnya. Pesta olahraga tingkat nasional itu dihelat di tengah masa pandemi setelah sebelumnya harus ditunda selama sekitar 1 tahun.
Heri Akhmadi, selaku Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang, memaparkan bahwa PON Papua bisa meniru beberapa kebijakan yang diambil panitia Olimpiade kala menyelenggarakan Olimpiade Tokyo beberapa waktu lalu.
Atlet PON Papua yang Nekat Langgar Prokes Terancam Dicabut Medali (846539)
searchPerbesar
Maskot PON XX Papua Drawa dan Kangpho terpasang di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Rabu (14/7/2021). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO
''Di Tokyo, tidak ada perubahan status ketika pelaksanaan Olimpiade, PPKM-nya tidak berubah. Semua proses, protokol, tunduk pada ketentuan yang ada dengan status state of emergency,'' kata Heri dalam jumpa pers virtual, Rabu (15/9).
''Kalau tadinya ada perdebatan boleh ditonton [langsung] atau tidak dan lain-lain, karena ada ketentuan dasar itu, maka semua kembali ke ketentuan itu dengan protokol yang telah disepakati. Itu jadi dasar [penyelenggaran] Olimpiade,'' lanjutnya.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Intinya, Heri menyarankan agar aturan protokol kesehatan PON Papua tetap mengacu pada kebijakan di daerah itu sendiri. Untuk mencapai hal ini, kata Heri, setiap pihak harus saling bersinergi.
''Sebelum keberangkatan, 14 hari telah dilakukan berbagai persiapan. Cek suhu harian, termasuk tes PCR 3x24 jam sebelum berangkat. Ini cukup standar. Kerja sama dengan satgas, terutama di setiap daerah itu sangat penting, karena itu tingkat PPKM-nya [level] berapa, itu penting,'' dirinya menambahkan.
Atlet PON Papua yang Nekat Langgar Prokes Terancam Dicabut Medali (846540)
searchPerbesar
Pengendara sepeda motor melintas di dekat maskot dan slogan PON XX Papua di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Rabu (14/7/2021). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO
Menurut Heri, aturan ini juga berlaku bagi setiap atlet yang akan bertanding di PON Papua. Mereka wajib mematuhi protokol kesehatan. Jika tidak, merujuk Olimpiade 2020, Atlet tersebut layak diberi sanksi pencabutan medali.
''Saya garis bawahi, penetapan PPKM tingkat berapa, itu jadi rujukan. Karena PPKM itu tentu sudah ada ketentuan prokes yang harus ditegakkan,'' terang Heri.
Atlet PON Papua yang Nekat Langgar Prokes Terancam Dicabut Medali (846541)
searchPerbesar
Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang Heri Akhmadi melakukan pertemuan dengan Presiden/CEO dan Chairman Daihatsu serta para Direksi Pusat Daihatsu di Osaka Jepang Jumat (11/12). Foto: KBRI Tokyo
''Kemudian, tentang kedisiplinan. Saya lihat [di Olimpiade 2020] yang efektif adalah sanksi. Bagi kontingen adalah pemulangan dan diskualifikasi. Jadi, kalau melanggar, medali akan dicabut. Kalau tak begitu, atlet yang jenuh [di penginapan atlet], akan melakukan hal tersebut [pelanggaran prokes].
ADVERTISEMENT
Saya juga ingin menambahkan satu hal, yakni tentang tes [deteksi corona]. Saya kira alatnya juga harus memadai, berbagai tipe tes harus disiapkan, baik sampel atau [tes] lain-lain,'' jelasnya.
PON Papua 2021 sendiri akan segera bergulir pada 2 hingga 15 Oktober mendatang. Ajang ini akan dihelat di empat wilayah: Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Merauke.