Bagnaia Ungkap Peran Valentino Rossi di Balik Sukses Jadi Juara Dunia MotoGP

7 November 2022 17:49
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pembalap Ducati, Francesco Bagnaia, merayakan kemenangannya setelah memenangkan kejuaraan dunia MotoGP Valencia. Foto: Pablo Morano/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Pembalap Ducati, Francesco Bagnaia, merayakan kemenangannya setelah memenangkan kejuaraan dunia MotoGP Valencia. Foto: Pablo Morano/Reuters
ADVERTISEMENT
Francesco Bagnaia keluar sebagai Juara Dunia MotoGP 2022. Kesuksesan pebalap berkebangsaan Italia tersebut tak lepas dari wejangan yang diberikan Valentino Rossi.
ADVERTISEMENT
Seri terakhir, MotoGP Valencia, Minggu (6/11), menjadi penentu pebalap mana yang akan jadi juara. Bagnaia ada di peringkat pertama dan hanya berjarak tipis dengan Fabio Quartararo.
Sebelum balapan, Bagnaia mengaku ia merasakan beban berat di pundaknya. Pebalap Ducati itu kemudian diberikan saran oleh sang legenda, Rossi.
Valentino Rossi jelang Grand Prix MotoGP San Marino di Sirkuit Dunia Misano Marco-Simoncelli 18 September 2021. Foto: ANDREAS SOLARO/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Valentino Rossi jelang Grand Prix MotoGP San Marino di Sirkuit Dunia Misano Marco-Simoncelli 18 September 2021. Foto: ANDREAS SOLARO/AFP
"Saya merasakan itu. Saya merasakan beban di pundak saya, harus berjuang untuk tim, untuk pabrikan, untuk Ducati, untuk Italia. Itu tidak mudah," cerita Bagnaia dikutip dari The Race.
"Lalu saya berbincang dengan Rossi dan dia mengatakan, 'Anda harus bangga dengan kesempatan ini, tidak semua orang bisa merasakan ini, benar Anda merasakan tekanan, panik, takut, tapi Anda harus bangga, Anda harus senang dan cobalah menikmatinya,'"
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Saya mencoba untuk menikmatinya. Tapi itu tidak bekerja," sambungnya sambil tertawa.
Bagnaia start dari P8 di Sirkuit Ricardo Tormo. Ia pun mendapatkan kesulitan sepanjang balapan dan akhirnya harus puas finis di P9, sementara Quartararo finis di P4 dalam balapan yang dimenangkan oleh Joan Mir tersebut.
Pebalap Ducati Lenovo Francesco Bagnaia (kanan) saat balapan MotoGP Malaysia di Sirkuit Internasional Sepang, Sepang, Malaysia. Foto: MOHD RASFAN / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Pebalap Ducati Lenovo Francesco Bagnaia (kanan) saat balapan MotoGP Malaysia di Sirkuit Internasional Sepang, Sepang, Malaysia. Foto: MOHD RASFAN / AFP
Namun demikian, perolehan poin Bagnaia sudah tak terkejar lagi. Ia mencatatkan 265 poin dengan 10 podium (7 kali juara), sedangkan Quartararo punya 248 poin dengan 8 podium (3 kali juara).
Bagnaia juga mengukir sejarah dengan pencapaiannya tersebut. Ia adalah pebalap Italia pertama yang jadi Juara Dunia MotoGP dengan motor pabrikan Italia dalam 50 tahun terakhir.
Orang terakhir yang bisa melakukannya adalah Agostini pada 1972. Legenda kelahiran Brescia tersebut menjuarai kelas 500 cc (kelas tertinggi zaman itu) dengan motor MV Agusta.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020