kumparan
17 September 2019 9:52

China Terbuka: Dalam 21 Menit, Fajar/Rian Segel Slot Babak Kedua

Fajar/Rian, Blibli Indonesia Open 2019
Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian (kiri) dan Muhammad Rian Ardianto. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Musim 2019 hampir tuntas, berburu poin adalah perkara wajib. Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto meresponsnya dengan menggenggam tiket babak kedua China Terbuka 2019.
ADVERTISEMENT
Kepastian itu adalah buah dari kemenangan 21-14 dan 21-11 yang mereka torehkan atas pasangan Thailand, Bodin Isara/Maneepong Jongjit, pada Selasa (17/9/2019).
Di atas Court 2 Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changzhou, China, Fajar/Rian boleh tertinggal 1-3. Namun, menilai pertandingan dari satu-dua menit pertama adalah naif. Fajar/Rian mengejar, menyamakan kedudukan menjadi 3-3 hingga memimpin 8-6.
Kecenderungan lawan melakukan eror saat bermain melebar memberikan ide bagi Fajar/Rian. Pukulan-pukulan melebar digunakan sebagai senjata yang mengacaukan permainan Isara/Jongjit.
Fajar/Rian, Blibli Indonesia Open 2019
Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian (kanan) dan Muhammad Rian Ardianto. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Dalam keadaan tertekan, lawan tambah sering melakukan kesalahan sendiri. Salah satu contohnya ketika Fajar/Rian mengamankan keunggulan 10-7.
Isara memang mencoba untuk mengangkat shuttlecock. Namun, manuver itu berujung buntung karena shuttlecock membentur net.
Unggul 11-8 di interval, Fajar/Rian mampu menjaga jarak. Dropshot kencang dari depan net yang dilepaskan Rian memastikan keunggulan bertambah menjadi 12-8.
ADVERTISEMENT
Begitu pula saat Fajar melesakkan jumping smash dari area belakang. Shuttlecock sebenarnya bisa diterima oleh Jongjit. Namun, ia kehilangan kontrol sehingga shuttlecock melayang ke luar lapangan. Itulah cara yang digunakan Fajar/Rian untuk menyegel keunggulan 15-9.
Kesalahan individu akibat permainan cepat memang menjadi cara ampuh untuk merengkuh poin. Fajar/Rian kembali mendulang angka akibat pengembalian lawan yang membentur net.
Fajar/Rian
Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto. Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak
Kesalahan itu merupakan dampak dari tekanan yang dilancarkan Fajar/Rian yang mengawali serangan dengan rangkaian pukulan menyilang. Rian lantas menutup serangan dengan smash dari depan net yang gagal dikembalikan lawan. Dengan begitu, Fajar/Rian memimpin 19-11.
Kemenangan 21-14 di gim pertama seharusnya tidak menjadi jaminan apa pun. Namun, tidak dapat disangkal kemenangan itu meringankan langkah Fajar/Rian melakoni gim kedua.
ADVERTISEMENT
Keunggulan 3-1 untuk Fajar/Rian adalah bukti bahwa serangan balik merupakan manuver penting untuk meredam lawan. Dalam kedudukan 2-1, muncul reli panjang yang dilakoni Fajar/Rian dengan agresif.
Isara/Jongjit tidak bermain buruk. Mereka sempat meredam rangkaian serangan itu dengan brilian. Keduanya mengambil posisi sejajar sehingga dapat menahan rangkaian pukulan Fajar/Rian yang dilepaskan hampir ke seluruh sudut lapangan.
Persoalan bagi kubu Thailand muncul karena Isara/Jongjit tidak kunjung memanfaatkan momentum untuk melepaskan serangan balik. Alih-alih menjawab pukulan tanggung Fajar/Rian dengan smash, Isara/Jongjit justru mengembalikan dengan pukulan tanggung.
Fajar/Rian, Blibli Indonesia Open 2019 (NOT COVER)
Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian (kiri) dan Muhammad Rian Ardianto. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Ya, sudah. Momentum dimanfaatkan lawan. Fajar melepaskan jumping smash dari jarak dekat yang memastikan mereka unggul 3-1.
Fajar/Rian berhasil menjaga jarak hingga 10-5. Bahkan poin ke-10 itu didapat dengan cara yang asyik. Isara/Jongjit balik menekan, menginisiasi reli panjang dengan pukulan melebar yang tak kalah sengit.
ADVERTISEMENT
Namun, rangkaian serangan itu berakhir antiklimaks bagi Isara/Jongjit. Keduanya mengira pukulan Rian bakal terjatuh di luar lapangan. Bermodalkan perhitungan seperti itu, mereka bukannya mengejar, malah mendiamkan.
Perhitungan berujung sesal, shuttlecock terjatuh tepat di garis lapangan. Itu berarti, Fajar/Rian juga yang kebagian poin. Meski lawan dapat merengkuh dua angka beruntun, Fajar/Rian sanggup menutup interval dengan keunggulan 11-7.
Fajar/Rian belum kehilangan dominasi usai interval. Mereka mengendalikan laga dengan leluasa. Isara/Jongjit yang tidak bisa melepaskan diri dari permainan Fajar/Rian gigit jari karena kehilangan empat poin beruntun usai mengubah kedudukan menjadi 8-11. Itu berarti, Fajar/Rian melesat dari 11-8 menjadi 15-8.
Isara/Jongjit memang sanggup merengkuh tiga poin lagi, menggeser kedudukan menjadi 11-17. Namun, poin ke-11 itu merupakan torehan terakhir mereka. Tepat pada menit ke-21 laga, Fajar/Rian memastikan gim kedua selesai dengan kemenangan 21-11.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan