kumparan
15 November 2018 21:59

Comeback, Marcus/Kevin Kandaskan Perlawanan Boe/Mogensen

Marcus/Kevin di Prancis Terbuka
Aksi Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo di Prancis Terbuka 2018. (Foto: Dok. PBSI)
Bertanding melawan musuh bebuyutan, Mathias Boe/Carsten Mogensen, ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, berhasil merengkuh tiket babak perempat final Hong Kong Terbuka 2018.
ADVERTISEMENT
Status sebagai ganda putra terbaik dunia tidak serta-merta menjadikan laga akan berjalan mudah untuk Marcus/Kevin. Kekalahan 16-21 gim pertama menjadi bukti. Walau demikian, Marcus/Kevin berhasil comeback dengan kemenangan gim kedua dan ketiga, 21-19, 21-9.
Bertanding di Hong Kong Coliseum pada Kamis (15/11/2018), Marcus/Kevin tetap mempertontonkan permainan cepat yang menjadi ciri khas mereka sejak awal gim. Yang menjadi persoalan, Boe/Mogensen juga memiliki bangunan pertahanan yang kokoh.
Setelah kedudukan imbang 6-6, Marcus/Kevin kembali memimpin 9-7 dan berlanjut pada 10-8. Sayangnya, ritme permainan Marcus/Kevin menurun setelah' torehan angka ke-10 ini. Alhasil, lawan tak hanya menutup interval pertama dengan keunggulan 11-10, tetapi juga sanggup memperlebar jarak menjadi 17-15. Asa Boe/Mogensen untuk merebut tiket perempat final dengan menaklukkan Marcus/Kevin meninggi karena berhasil menutup gim pertama dengan kemenangan 21-16.
ADVERTISEMENT
Awal gim kedua juga berpihak pada Boe/Mogensen. Tanpa kesulitan berarti, keduanya menancapkan keunggulan 5-0. Reli panjang muncul saat Boe/Mogensen memimpin 5-0. Di reli ini, kedinamisan permainan Boe/Mogensen benar-benar terlihat.
Keduanya mendominasi reli dengan melepaskan serangan-serangan menyilang ke segala arah sehingga memaksa Marcus/Kevin untuk bermain dalam mode bertahan. Sayangnya, momentum untuk menyerang balik gagal dimanfaatkan oleh Marcus/Kevin. Pengembalian yang tak sempurna justru membuat shuttlecock gagal menyeberangi net.
Tertinggal 0-6, Marcus/Kevin akhirnya merengkuh angka dan mempertipis ketertinggalan dari 1-7, 3-7, 5-7 hingga 6-8. Di situasi 6-8 ini, Marcus/Kevin mulai menemukan ruang untuk melepaskan permainan menyengatnya. Jumping smash menyisir tengah lapangan yang dilesakkan oleh Marcus gagal diamankan oleh duo Denmark ini dan sukses menipiskan jarak menjadi 7-8.
ADVERTISEMENT
Pada akhirnya, Marcus/Kevin berhasil menyamakan kedudukan. Kesalahan servis lawan mengganjar Marcus/Kevin dengan satu poin dan menggeser skor menjadi 8-9. Nah, di kedudukan ini, reli panjang kembali tercetus. Kabar baiknya, kendali permainan ada di tangan Marcus/Kevin. Meladeni serangan-serangan menyilang Marcus/Kevin, Boe/Mogensen yang harus mengubah permainan ke mode bertahan.
Bila awalnya mereka mengambil posisi berbaris, di reli ini Boe/Mogensen mulai mengambil posisi sejajar. Pertahanan yang kokoh itu tetap mampu diruntuhkan oleh rangkaian serangan Minions. Jumping smash Kevin melahirkan magi yang membawa mereka pada kedudukan imbang 9-9.
Di kedudukan 10-10, reli sengit lagi-lagi muncul. Marcus sampai tergelincir saat berusaha mengembalikan pukulan Boe. Ajaibnya, ia tak kehilangan kontrol, shuttlecock tetap sanggup diseberangkannya ke bidang permainan lawan. Reli panjang yang menegangkan ini pun memberikan keunggulan 11-10 untuk Marcus/Kevin karena Mogensen gagal memindahkan shuttlecock dari lapangannya sendiri.
ADVERTISEMENT
Usai interval, Boe/Mogensen kembali mencuri keunggulan. Kali ini, keduanya sanggup memimpin 15-13. Namun, permainan reli panjang kembali membidani kelahiran angka pengejar ketertinggalan untuk Marcus/Kevin.
Bila dirunut ulang, raihan poin ini didahului dengan kesalahan Boe mengembalikan pukulan. Mengira shuttelcock jatuh di luar lapangan, Boe sempat membiarkan pukulan lawan. Beruntung, Boe masih sempat menyadari kalau perhitungannya itu keliru.
Dengan cepat, ia melepaskan pukulan yang sanggup mendorong shuttlecock ke area lawan. Namun, karena kekuatannya tak maksimal, Kevin sanggup menyambar shuttlecock dengan dorongan dari depan net yang tidak mampu digapai oleh Boe/Mogensen yang mengambil posisi di area belakang.
Sempat menyamakan kedudukan menjadi 16-16, Marcus Kevin kembali tertinggal 16-18. Namun, bukan Marcus/Kevin namanya kalau gampang menyerah. Satu angka tambahan berhasil mereka kantongi dan menggeser kedudukan menjadi 17-18. Pukulan lawan yang membentur net membuat Marcus/Kevin menyamakan kedudukan menjadi 19-19. Lantas, reli panjang yang ditutup dengan dropshot Kevin yang mengarah ke tengah lapangan gagal dikembalikan oleh Boe/Mogensen.
ADVERTISEMENT
Mental yang tak lekas turun walau sempat tertinggal jauh adalah modal berharga bagi ganda putra terbaik dunia ini. Kepercayaan diri itu pulalah yang mendorong Marcus/Kevin untuk bermain menyengat dan menutup gim kedua dengan keunggulan 21-19.
Marcus/Kevin juara di Fuzhou
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamujo juara di Fuzhou China Terbuka 2018 BWF Super 750. (Foto: Dok. PBSI)
Gim ketiga yang menjadi pamungkas raihan tiket perempat final langsung dibuka Marcus/Kevin dengan dominasi serangan. Namun, bangunan pertahanan Boe/Mogensen juga tidak bisa diruntuhkan hanya dengan dua atau tiga lesakan smash. Buktinya, Boe/Mogensen berhasil mengejar ketertinggalan 2-4, 3-5 hingga 4-5.
Yang menggembirakan, Marcus/Kevin tetap berhasil menjaga jarak keunggulan hingga 9-6. Mulai kelabakan menghadapi permainan Marcus/Kevin, Boe/Mogensen mulai terpancing melakukan kesalahan sendiri. Alhasil, keunggulan interval 11-6 juga berhasil direngkuh oleh Marcus/Kevin.
Usai interval, Marcus/Kevin yang enggan menurunkan intensitas tekanan serangan sanggup menyegel keunggulan 13-8 yang bertambah menjadi 18-8. Eror menjadi bumerang yang lagi-lagi mematikan permainan Boe/Mogensen. Pukulan Mogensen yang membentur net membuat tambahan satu angka berpihak kepada Marcus/Kevin sehingga keunggulan yang begitu berjarak, 19-9, berhasil diamankan oleh Marcus/Kevin.
ADVERTISEMENT
Fragmen lucu muncul saat match point 20-9 jatuh ke tangan Marcus/Kevin. Mogensen yang sepertinya sudah putus asa, mengembalikan pukulan-pukulan Kevin dengan begitu santai dan tanpa gereget. Pukulan-pukulan itu kalau diterjemahkan dalam bahasa sehari-hari akan menjadi, "Ah, ya udahlah, ya. Yang penting kena."
Kevin yang diberikan permainan demikian juga menurunkan tekanan sampai sedapat-dapatnya. Di kedudukan ini, pukulan santai Mogensen hanya menyasar Kevin. Sempat meladeni permainan yang demikian hingga sekitar 15 pukulan, Marcus/Kevin akhirnya menuntaskan laga akibat pukulan Mogensen melebar dari lapangan. Kemenangan 21-9 ini pula yang menjadi penanda tiket perempat final jatuh ke tangan Minions.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan