kumparan
Bola & Sports1 April 2019 15:13

Dapat Penalti di Argentina, Crutchlow Sindir Direksi Balapan

Konten Redaksi kumparan
Cal Crutchlow
Cal Crutchlow tampil di GP Argentina 2019. Foto: Juan Mabromata/AFP
Grand Prix (GP) Argentina tak hanya soal betapa bahagianya Marc Marquez dan Valentino Rossi berdiri di podium, atau 'petaka' bagi Andrea Dovizioso si pengunci posisi Top Three itu, tetapi juga ada cerita lainnya.
ADVERTISEMENT
Well, meski disalip Rossi di lap terakhir, Dovizioso bisa menemukan kebahagiaan karena 16 poin dari race di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Senin (1/4/2019) dini hari WIB, masih membawanya aman di peringkat dua klasemen.
Sementara bagi Cal Crutchlow, petakanya di GP Argentina 2019 adalah petaka secara harfiah. Alih-alih mengulang kesuksesan sebagai pemenang GP Argentina 2018, dia kalah dengan cara yang tak kesatria.
Saat Crutchlow dan para pebalap bersiap di grid hingga melakukan start, race berlangsung seperti biasa. Pun hingga Lap 2, semua berjalan normal, termasuk bagi Crutchlow.
Namun, di putaran ketiga saat race tersisa 22 lap, Direksi Balapan (Race Direction) mengumumkan penalti kepada rider berpaspor Inggris ini.
ADVERTISEMENT
Motor Crutchlow dianggap loncat saat start dan menyalahi Artikel 1.18 Nomor 14 Regulasi GP dari Federasi Motor Internasional (FIM).
Dalam aturan itu, motor rider seharusnya dalam keadaan mati atau tidak bergerak saat lampu merah dimatikan. Ketika ada pergerakan, hal itu dianggap sebagai agenda mengantisipasi start.
Kesalahan kecil itu terlihat lewat tayangan video. Cruthclow memang lebih cepat sepersekian detik dari pebalap lain saat lampu merah padam.
Akibat tindakannya itu, Crutchlow yang tengah asyik melaju di posisi enam harus menyingkir dan start kembali dari posisi 19.
Pada akhirnya, Crutchlow masih bisa mengamankan finis posisi 13 di GP Argentina 2019. Meski begitu, kekecewaan sang pebalap terhadap keputusan Direksi Balapan tidak hilang.
ADVERTISEMENT
Dilansir Motorsport, Cal Crutchlow langsung menuju ruang Direksi Balapan untuk mempertanyakan soal penalti yang dianggap tidak tepat untuk diterimanya.
Dia beralasan tengah menyeimbangkan motor dengan kakinya di belakang garis grid. Cruthclow bahkan percaya pebalap top seperti Marc Marquez, Valentino Rossi, hingga Andrea Dovizioso tak akan diberi penalti dalam kasus yang sama.
"Kami sangat kecewa dengan hasil balapan terutama dengan adanya penalti yang saya terima karena mereka (Direksi Balapan) bilang itu pelanggaran jumping start. Kami tidak setuju," kata Crutchlow.
"Masalah saya dengan mereka adalah saya tidak percaya mereka bakal memberikan penalti (yang sama) kepada Marc, Vale, Dovi, atau seseorang seperti mereka."
"Saya bukan mengejek Valentino atau siapa pun, saya hanya bicara soal seseorang yang punya status tinggi. Katakanlah Marc melakukan itu dan tengah memimpin balapan, apakah mereka akan membuatnya mengulang race? Saya rasa tidak," tegas Crutchlow.
ADVERTISEMENT
Cal Crutchlow
Cal Crutchlow Foto: Motogp
Sementara lewat keterangannya di laman resmi LCR Honda, pebalap bernomor 35 ini tidak kecewa terhadap timnya. Bagi Crutchlow, sesungguhnya dengan motor yang ada dia bisa tampil di podium.
Disokong bekal penampilan apiknya di Argentina tahun lalu dan hadir di musim ini dengan catatan finis kedua di sesi latihan terakhir. Kini, sang pebalap memilih move on ke seri berikutnya yang akan digelar 14 April di Texas, Amerika Serikat.
"Terima kasih kepada tim atas pekan yang hebat dengan kecepatan yang bagus ini. Kita sudah buktikan bisa berjuang untuk podium, tapi tidak (karena penalti) dan itu membuat kami kecewa," kata Cal Crutchlow.
"Tapi kami menerima situasi ini. Saya tetap tampil sebaik yang saya bisa dan menuntaskan balapan. Sekarang, saya harus fokus menuju Texas dan berharap hasil yang bagus," tutupnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan