kumparan
18 Januari 2018 13:50

Daria Gavrilova, Grigor Dimitrov, dan Rekor Unik di Antara Mereka

Petenis Australia, Daria Gavrilova. (Foto: Reuters/Issei Kato)
Australia Terbuka 2018 tidak berjalan sesuai harapan Daria Gavrilova. Pertama, karena dia gagal mengulangi (atau melebihi) prestasi musim 2016 dan 2017 di mana dirinya mampu menembus babak keempat. Kedua, karena kini, dia adalah salah satu tumpuan rakyat Australia dalam mengakhiri paceklik gelar.
ADVERTISEMENT
Pada turnamen kali ini, Gavrilova berlaga sebagai petenis nomor dua Australia setelah Ashleigh Barty. Barty sendiri baru akan berlaga pada babak kedua hari ini, Kamis (18/1/2018), menghadapi Camila Giorgi dari Italia. Sementara, Gavrilova sudah lebih dahulu berlaga pada Rabu (17/1) malam WIB.
Dalam pertandingan di Rod Laver Arena itu, Gavrilova hanya harus meladeni petenis non-unggulan dari Belgia, Elise Mertens. Namun, pada laga itu Gavrilova harus menyerah dengan skor 5-7 dan 3-6. Gavrilova terhenti di babak kedua dan asa Australia kini hanya bakal tertumpu pada Barty seorang.
Gavrilova memang kalah. Akan tetapi, di situ dia berhasil mencatatkan sebuah rekor unik. Rekor yang dimaksud adalah bahwa laga yang dilakoninya tersebut kini resmi menjadi laga yang dimulai paling larut sepanjang sejarah Australia Terbuka. Ketika laga dimulai, jam sudah menunjukkan pukul 11.59 malam.
ADVERTISEMENT
Rekor milik Gavrilova ini memang sebenarnya berada di luar kuasanya. Sebab, untuk mencapai itu, dia memang harus menunggu Rod Laver Arena selesai digunakan oleh petenis Bulgaria, Grigor Dimitrov.
Dalam laga sebelumnya, Dimitrov berhadapan dengan petenis Amerika Serikat, Mackenzie McDonald. Walau Dimitrov merupakan petenis peringkat tiga ATP, ternyata dia harus susah payah menundukkan McDonald. Di situ, Dimitrov harus menjalani lima set untuk bisa lolos ke babak ketiga. Skor pertandingan itu adalah 4-6, 6-2, 6-4, 0-6, dan 8-6.
Dimitrov dibuat ketar-ketir McDonald. (Foto: Reuters/Issei Kato)
Menariknya, Grigor Dimitrov ini sebelumnya merupakan pemegang rekor pertandingan yang dimulai paling larut. Pada Australia Terbuka musim lalu, Dimitrov memulai laga melawan petenis Prancis, Richard Gasquet, pada pukul 11.58 malam. Menariknya lagi, untuk melakoni laga selarut itu, Dimitrov harus menunggu laga antara Daria Gavrilova dan Timea Bacsinszky dari Swiss selesai terlebih dahulu.
ADVERTISEMENT
Walau begitu, pertandingan yang dilakoni Dimitrov dan Gavrilova itu tidak selesai dalam waktu yang lama. Meski memulai laga dengan begitu larut, mereka tidak harus bertanding sampai pukul setengah lima pagi seperti Lleyton Hewitt dan Marcos Baghdatis pada Australia Terbuka 2008 silam.
Kala itu, Hewitt dan Baghdatis bertanding dalam lima set sampai pukul 04.33 pagi. Pertandingan itu pun menjadi pertandingan Grand Slam yang selesai paling larut dalam sejarah.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan