kumparan
16 Okt 2018 20:40 WIB

Denmark Terbuka: Zheng/Huang Jadi Rintangan di Sektor Ganda Campuran

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menundukkan pasangan ganda campuran Korea Selatan, Seo Seung Jae/Chae Yo Jung. (Foto: Nafielah Mahmudah/Antara/INASGOC)
Selain sektor ganda putra, ganda campuran juga menjadi sektor andalan PBSI di level dunia. Maka, tak aneh jika di Denmark Terbuka 2018, empat wakil ganda campuran dikirim ke turnamen Super 750 itu.
ADVERTISEMENT
Menjadi salah satu turnamen bergengsi di BWF World Tour, kali ini wakil yang bertanding adalah ganda kawakan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, Ricky Karanda Suwardi/Debby Susanto, dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.
Menguji Taji Owi/Butet
Melihat nama-nama tersebut, bisa dibilang skuat disokong dengan kekuatan penuh. Ada Owi/Butet --begitu panggilan akrab Tontowi/Liliyana-- yang datang dengan segudang pengalaman dan berusaha merengkuh gelar di tahun terakhirnya berduet.
Sebagai unggulan ketiga turnamen, kans peraih emas Olimpiade 2016 itu juga cukup besar di babak pertama, Rabu (17/10/2018). Lawan di fase 32 besar Owi/Butet adalah Ben Lane/Jessica Pugh (Inggris).
Meski belum pernah bertemu, Owi/Butet unggul di atas kertas berbanding rangking Lane/Pugh di peringkat 26 dunia saat ini. Tak ada rival kuat hingga babak kedua, Owi/Butet cukup berpeluang ke perempat final dan bisa bertemu tuan rumah, Mathias Christiansen/Christinna Pedersen.
ADVERTISEMENT
Sama-sama kawakan, Christiansen/Pedersen harus lebih diantisipasi dengan dukungan publik sendiri di Odense Sports Park.
Sementara bagi Praveen/Melati, laga pertamanya lebih sulit karena sudah dihadang Zheng Siwei/Huang Yaqiong (China), si ganda campuran nomor wahid dunia. Zheng/Huang memang tak terkalahkan musim ini.
Selain gelar juara dunia, teranyar Zheng/Huang menyegel gelar China Terbuka Super 1000 September lalu. Nantinya, Zheng/Huang sendiri berpotensi menahan Owi/Butet di semifinal Denmark Terbuka.
Nah, selain Praveen/Melati, saatnya bicara peluang Ricky/Debby dan Hafiz/Gloria. Dari undian yang ada, Ricky/Debby pun langsung mendapat lawan alot. Ada andalan China lain, Zhang Nan/Li Yinhui, yang siap berebut tiket ke babak 16 besar di pertemuan perdana kedua ganda.
Lalu, Hafiz/Gloria bakal menantang Ronan Labar/Audrey Fontaine (Prancis). Unggul peringkat dan head to head, musuh besar yang bakal menjadi ganjalan Hafiz/Gloria adalah Chris Adcock/Gabrielle Adcock di babak kedua.
ADVERTISEMENT
Pebulu tangkis Indonesia Hafiz Faizal dan Gloria Emanuelle Widjaja pada Turnamen Bulu Tangkis Blibli Indonesian Open 2018 di Istora Senayan. (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
Namun, Hafiz/Gloria pernah mengalahkan pasutri asal Inggris itu di final Thailand Terbuka 2018 Juli lalu hingga berbuah gelar pertama Hafiz/Gloria dalam rangkaian tur musim ini.
Seandainya Ricky/Debby membuat kejutan dan Hafiz/Gloria mulus hingga perempat final, pun drawing yang ada memaksa kedua ganda Tanah Air bertemu di babak delapan besar itu.
Sementara di sisi lain, pemain-pemain Top 10 yang siap berebut tiket ke final adalah Yuta Watanabe/Arisa Higashino (Jepang), Tang Chun man/Tse Ying Suet (Hong Kong), hingga ganda nomor dua dunia asal China, Wang Yilyu/Huang Dongping.
Peluang ke Final
Dengan drawing yang bisa memaksa Praveen/Melati, Ricky/Debby, dan Hafiz/Gloria berguguran disingkirkan Zheng/Huang, maka satu-satunya harapan Indonesia di Denmark Terbuka diserahkan kepada Owi/Butet.
ADVERTISEMENT
Jika Zheng/Huang yang akan menunggu Owi/Butet di semifinal, Owi/Butet harus bisa membalas kekalahan teranyar mereka di nomor perorangan Asian Games 2018 lalu usai kalah telak 13-21 dan 18-21.
Barulah setelah itu, secara rangking peluang terbuka lebar bagi Owi/Butet dengan meninggalkan rival tersisa yakni Wang/Huang sebagai ganda peringkat dua dunia.
Namun, Watanabe/Higashino juga patut diwaspadai usai menyingkirkan Owi/Butet di babak kedua China Terbuka Super 1000 juga status mereka sebagai juara All England 2018.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan