kumparan
18 November 2018 21:49

Dovizioso Raih Podium Puncak di Parade 'Crash' GP Valencia

MotoGP
Dovizioso, Rossi, dan Rins, berpacu di GP Valencia 2018. (Foto: JOSE JORDAN / AFP)
Parade crash. Itu menjadi frasa paling tepat untuk menggambarkan seperti apa kondisi seri terakhir balapan MotoGP 2018. Di GP Valencia, ada sembilan pebalap yang tidak bisa melanjutkan balapan karena tergelincir di lintasan Ricardo Tormo.
ADVERTISEMENT
Namun, di tengah parade tak sedap itu, pebalap Ducati, Andrea Dovizioso, berhasil menutup lomba dengan raihan podium puncak. Di podium kedua, berdiri Alex Rins yang tercatat sebagai penggawa Suzuki Ecstar. Pol Espargaro menutup posisi tiga besar sekaligus mencetak sejarah bagi timnya, KTM Racing, di gelaran MotoGP. Namun, kita akan sampai ke bagian 'sejarah' itu nanti.
Lintasan yang licin menjadi musuh utama yang harus dikalahkan oleh setiap pebalap yang berpacu di seri terakhir MotoGP 2018 pada Minggu (18/11/2018). Maverick Vinales yang kejatuhan durian runtuh dengan mendapatkan pole position tidak sanggup mempertahankan keberuntungannya karena berhasil disalip oleh Rins di putaran pertama. Pebalap asal Spanyol ini menjadi yang terdepan di awal-awal balapan dengan Dovizioso mengekor di belakangnya dan berjarak sekitar 2,890 detik.
ADVERTISEMENT
Licinnya lintasan benar-benar mengacaukan penampilan sejumlah pebalap, Jack Miller salah satunya. Pebalap asal Australia ini terjatuh saat balapan baru menyentuh lap ketujuh. Sebelum Miller, ada Aleix Espargaro yang terlebih dulu mencium aspal.
Drama crash para pebalap belum berhenti. Di Tikungan 9, giliran juara dunia, Marc Marquez, yang meninggalkan arena karena tergelincir dari lintasan. Menilik rekaman ulang, Marquez tidak mengalami cedera serius. Namun, tetap saja ia tak dapat melanjutkan aksinya berpacu di GP Valencia. Tepat sebelum Marquez terjatuh, ada Pol Espargaro yang juga tergelincir di tikungan yang sama. Kabar baik bagi Pol, ia dapat melanjutkan balapan.
Hingga balapan memasuki lap kesembilan, Rins masih konsisten menjaga jarak dengan para pesaingnya. Ia ada di urutan pertama, mengasapi andalan Ducati, Dovizioso. Sementara, di posisi ketiga dan keempat masing-masing ada Valentino Rossi dan Vinales.
ADVERTISEMENT
Pada lap ke-11, giliran Vinales yang menjadi korban kondisi lintasan yang tak kondusif. Serupa dengan pebalap lainnya yang menjadi korban, mereka kehilangan keseimbangan karena lintasan yang begitu licin. Maklum, hujan deras mengguyur Valencia sesaat sebelum balapan dimulai. Bahkan saat para pebalap berpacu mengendarai kuda besinya, cuaca tak kunjung cerah.
Nah, hingga balapan memasuki lap ke-13, ada delapan pebalap yang tidak dapat melanjutkan balapan: Vinales, Franco Morbidelli, Marquez, Miller, Iannone, Danilo Petrucci, Thomas Luthi, dan Aleix. Jelang lap ke-13, Bradley Smith juga mengalami crash. Tetapi, serupa Pol, pebalap asal Inggris ini masih dapat melanjutkan balapan.
Artinya, hingga lap ke-13, Pol dan Smith menjadi dua pebalap yang mengalami crash, tapi masih dapat melanjutkan aksinya di atas lintasan. Dan uniknya, kedua pebalap ini berasal dari tim yang sama, KTM Racing.
ADVERTISEMENT
Karena cuaca yang tak kunjung bersahabat, balapan harus dihentikan jelang lap ke-14. Bila balapan memang akan dimulai kembali, posisi grid akan ditentukan dari posisi terakhir di lap ke-13. Berbekal ketetapan ini, saat balapan dimulai kembali, Rins akan menempati posisi pertama, diikuti oleh Dovizioso dan Rossi.
Setelah dihentikan kurang-lebih selama setengah jam, balapan GP Valencia akhirnya kembali dimulai. Di putaran 15, Dovizioso mengambil alih kepemimpinan balapan. Dengan meyakinkan, ia menyalip Rins yang memang tampil impresif, setidaknya di separuh balapan.
Dengan ini, Rins turun di posisi kedua dan berjarak sekitar 0,5 detik dari Dovi. Memasuki lap kedua setelah start ulang, perubahan posisi hanya terjadi di urutan pertama dan kedua. Di urutan ketiga, Rossi masih menanggung asa menutup balapan dengan raihan podium. Sementara, Pol berpacu di posisi keempat dengan Dani Pedrosa yang mengancam di posisi kelima.
ADVERTISEMENT
Rossi menunjukkan bahwa statusnya sebagai pebalap gaek tidak membuatnya layak buat disepelekan begitu saja. Saat para pebalap muda berjatuhan begitu diperhadapkan dengan faktor alam yang tak mendukung, Rossi melanjutkan balapan dengan meyakinkan. Bahkan di lap ke-19, ia sanggup menyalip Rins yang tadinya berpacu di posisi kedua. Yang menjadi masalah bagi keduanya, Dovizioso sanggup menjaga jarak keunggulan dari lawan-lawannya. Di lap 19 itu, ia dan Rossi terpisah jarak sekitar 1,8 detik.
Sirkuit Ricardo Tormo tetap memakan korban dengan beringas. Saat balapan menyisakan tujuh putaran lagi, Alvaro Bautista menjadi pebalap kesembilan yang tidak dapat melanjutkan aksinya. Kembali ke posisi tiga teratas, persaingan ketat terjadi di antara Rossi dan Rins. Di tengah tekanan hebat seperti itu, Rossi melakukan kesalahan. Tepat ketika memasuki Tikungan 12, ia kehilangan keseimbangan dan akhirnya terjatuh. Rossi memang masih bisa melanjutkan balapan, tetapi jelas bahwa ia kehilangan posisi kedua.
ADVERTISEMENT
Jatuhnya Rossi jelas menjadi keberuntungan bagi para pebalap lain. Di posisi ketiga, ada Pol yang berhasil naik dari posisi keempat. Akibat kecelakaan ini, Rossi yang tadinya punya harapan menutup balapan dengan raihan podium malah tercecer hingga posisi 13.
Dengan dua putaran tersisa, Dovizioso seperti sudah tidak punya lawan. Di posisi kedua dan ketiga ada Rins dan Pol, yang tertinggal cukup jauh. Hasil ini pula yang menjadi penutup GP Valencia yang merupakan seri terakhir MotoGP 2018. Seri terakhir yang penuh drama ini menjadi skenario blessing in disguise paling memukai bagi tim KTM Racing. Keberhasilan pebalap mereka, Pol, menutup seri terakhir di urutan ketiga menjadi raihan podium pertama bagi KTM di gelaran MotoGP. Selamat!
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan