Bola & Sports
·
11 Juni 2021 6:07
·
waktu baca 2 menit

Duh! Pevoli Serbia Dihukum karena Dianggap Ejek Mata Tim Thailand

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Duh! Pevoli Serbia Dihukum karena Dianggap Ejek Mata Tim Thailand (29688)
Ilustrasi Bola Voli Foto: Pixabay
Pevoli Serbia, Sanja Djurdjevic, menerima hukuman akibat dituding melakukan tindakan rasialis terhadap pemain Thailand. Insiden ini terjadi pada Volleyball Nations League (VNL) 2021 tertanggal 1 Juni waktu setempat.
ADVERTISEMENT
Hal yang dilakukan Djurdjevic adalah membuat matanya menjadi sipit dengan kedua tangannya di hadapan tim voli Thailand. Oleh karena itu, ia dianggap telah melakukan tindakan rasialis.
Federasi Voli Dunia (FIVB) akhirnya memutuskan untuk menghukum Djurdjevic atas aksinya tersebut. Ia diskorsing dua pertandingan.
"Pemain akan menjalani skorsing pertandingannya selama pertandingan VNL 2021 dan karenanya akan melewatkan laga Serbia pada 8 dan 12 Juni 2021 melawan Belgia dan Kanada," tulis FIVB dalam situs web resmi mereka.
Imbas kelakuan Sanja Djurdjevic tak cuma menimpa dirinya secara pribadi. Federasi Bola Voli Serbia juga ikut didenda sebesar USD 22.000 (sekitar Rp 313 juta).
"FIVB akan menyumbangkan denda untuk tujuan yang didedikasikan untuk mengatasi perilaku diskriminatif dan/atau untuk mendanai program pendidikan tentang kepekaan budaya untuk Keluarga Bola Voli global," terang FIVB.
ADVERTISEMENT
"Mengingat sifat pelanggaran dalam kompetisi, proses dilakukan dengan cara yang dipercepat. Sub-Komite Panel Disiplin FIVB berhak untuk membuka kembali proses jika pemain gagal menjalankan sanksinya. Sanksi bersifat final," tegas mereka.
Pihak Federasi Voli Serbia juga telah mengeluarkan klarifikasi. Mereka berharap berita soal Djurdjevic ini tidak dibesar-besarkan.
"Tolong jangan meledakkan ini di luar proporsi. Anda semua terpengaruh oleh ini," tulis Federasi Voli Serbia di Facebook meminta maaf kepada tim Thailand.
"Sanja menyadari kesalahannya dan dia langsung meminta maaf kepada seluruh tim Thailand. Dia hanya ingin menunjukkan kepada rekan satu timnya, 'Ayo mulai bermain bertahan seperti mereka sekarang'."
"Dia tidak bermaksud tidak hormat. Tentu saja, itu sangat disayangkan," tandas mereka.
---