Erick Thohir Tegaskan Lagi soal Bantuan Alat Olahraga: Dikirim Pascabencana

kumparanSPORTverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti acara pelantikan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Dalam Sisa Masa Jabatan Periode Tahun 2024-2029 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/9/2025). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti acara pelantikan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Dalam Sisa Masa Jabatan Periode Tahun 2024-2029 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/9/2025). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Menpora Erick Thohir dituding tidak bersimpati terhadap korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akibat pernyataannya terkait bantuan alat olahraga dipelintir sejumlah pihak. Ia membantah hoaks terkait hal itu.

Sebelumnya, Erick dianggap akan mengirim bantuan alat olahraga ke wilayah terdampak ketika kondisi masih genting seperti saat ini. Hal inilah yang kemudian ramai di media sosial.

Kali ini, kepada awak media di Istana Negara, Jakarta, Jumat (5/12); Erick meluruskan dan kembali menegaskan bahwa Kemenpora benar akan mengirimkan alat-alat olahraga ke wilayah terdampak bencana tetapi itu nanti setelah kondisi pemulihan pascabencana.

"Kemenpora itu akan membantu korban gempa pada saat pascabencana. Cuma kalau tiba-tiba ada yang edit-edit jadi hoaks dibilang saat ini, ya saya enggak bisa bicara apa-apa. Karena kan itu ya sulit," ucapnya.

Kondisi Kampung Pili, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat usai dihantam banjir.  Foto: Dok. Bakom RI

"Tapi tidak mungkin saya bikin statement ketika sedang yang susah, saya bikin lucu-lucuan, ya ingin membantu yang tidak tepat, enggak mungkin," tambah Erick.

Erick Thohir juga saat ini belum bisa memastikan bantuan alat olahraga akan dikirim ke mana saja. Kemenpora akan lebih dulu berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait setelah kondisi di wilayah terdampak bencana mulai pulih.

"Saya waktu itu bicara sama Menko saya. Kan nanti setelah pascabencana kan baru kelihatan titik-titiknya yang perlu bantuan di mana saja. Di situ kan saya bilang juga kemarin, ada Pak Tito, kami juga akan berkoordinasi dengan Menteri PU. Jadi titik-titik yang tepat baru kita bisa bantu," tambahnya.

Faktanya, per 5 Desember 2025, jumlah korban mencapai 836 orang tewas, 509 orang hilang, dan 1,2 juta orang mengungsi di 50 kabupaten/kota. Banjir dan longsor ini juga mengakibatkan tak kurang dari 10,4 ribu rumah rusak di 51 kabupaten/kota.

Reporter: Zamachsyari