kumparan
11 April 2019 21:03

Fajar/Rian Jumpa Marcus/Kevin (Lagi) di Perempat Final: Enjoy Saja

Fajar/Rian
Fajar/Rian kalahkan Marcus/Kevin di perempat final Malaysia Terbuka 2019. Foto: Dok. PBSI
Dua ganda putra andalan Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, bertemu di perempat final Singapura Terbuka 2019. Menarik? Tentu saja. Pasalnya, kedua pasangan sering bertemu belakangan ini.
ADVERTISEMENT
Di balik kepastian satu tempat bagi skuat 'Merah-Putih' di semifinal turnamen Super 500 itu, pertemuan kedua ganda adalah ulangan dari perempat final Malaysia Terbuka 2019. Pada Jumat, 5 April lalu, saat itu Fajar/Rian-lah yang mampu mencuri tiket ke semifinal usai mengatasi Marcus/Kevin dalam perlawanan sengit tiga gim: 23-21, 19-21, dan 21-18.
Pada Singapura Terbuka, pertemuan keduanya dipastikan usai Fajar/Rian mengalahkan Chooi Kah Ming/Low Juan Shen (Malaysia), 22-20 dan 21-17, sementara Marcus/Kevin bungkam He Jiting/Tan Qiang (China), 21-14 dan 21-17.
Menurut Fajar, kunci untuk melawan kompatriot sekaligus rival berstatus nomor satu dunia itu adalah ketenangan dalam bermain.
"Kalau saya mau enjoy saja. Menikmati permainan, jangan terlalu menggebu-gebu. Dan juga coba main seperti melawan pasangan lainnya. Sama fokusnya dijaga," ujar Fajar di situsweb resmi PBSI.
ADVERTISEMENT
Fajar/Rian
Fajar/Rian usai laga babak 32 besar All England 2019. Foto: Karina Nur Shabrina/kumparan
Kemenangan atas Marcus/Kevin di Malaysia sendiri merupakan catatan positif pertama Fajar/Rian. Di tiga laga sebelumnya --Indonesia Open 2018, final Asian Games 2018, dan Indonesia Masters 2019-- Fajar/Rian selalu kalah.
Adapun, di babak kedua Singapura Terbuka melawan Chooi/Low, Fajar dan Rian mendapat perlawanan sengit. Di gim pertama, keduanya kesulitan membalas pertahanan lawan yang padu.
Sementara di gim kedua, laga sempat tertunda di skor 6-6 saat Fajar/Rian protes soal jatuhnya shuttlecock lawan, juga di skor 20-16 --kali ini protes Chooi/Low terhadap pukulan Rian.
Game kedua sempat ramai juga. Tapi kami lebih tahan ke fokusnya dan tidak gampang mati sendiri. Pokoknya harus mau siap capek. Karena bolanya berat dan kebawa angin juga,” ujar Rian mengakhiri.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan