Bola & Sports15 September 2020 16:06

Franco Morbidelli: Saya Cuma Pebalap Tim Satelit, Tak Incar Titel MotoGP

Konten Redaksi kumparan
Franco Morbidelli: Saya Cuma Pebalap Tim Satelit, Tak Incar Titel MotoGP (703555)
Franco Morbidelli di GP Ceko. Foto: David W Cerny/Reuters
Franco Morbidelli mengaku bahwa ia tidak mengincar titel MotoGP musim ini. Meski ia berhasil meraih kemenangan pada GP San Marino, ia merasa bahwa ia hanyalah pebalap tim satelit.
ADVERTISEMENT
Pebalap Petronas Yamaha ini berhasil menang dari posisi kedua pada balapan di sirkuit Misano pada Minggu (13/9). Ia berada di depan sang mentor, Valentino Rossi, di awal-awal lomba.
Pada lap 12, Morbidelli telah memimpin balapan dengan jarak 0,7 detik dari Rossi, dan jarak keduanya melebar menjadi dua detik di lap 18. Akhirnya, Morbidelli memenangi balapan pertamanya dengan disusul oleh sesama rekannya di VR46 Academy, Francesco Bagnaia.
Sekarang, Morbidelli hanya berjarak 23 poin di belakang pemimpin kejuaraan Andrea Dovizioso setelah rekan setimnya di Petronas, Fabio Quartararo, gagal finis. Meski begitu, pebalap 25 tahun ini tak merasa bahwa ia jadi penantang gelar juara.
“Saya hanya pembalap tim satelit dan tidak punya ambisi...ya, sebenarnya saya ambisius, sih. Tapi saya tak mengincar titel juara dan saya tidak memikirkan hal itu,” tutur Morbidelli, dikutip dari Motorsport.
ADVERTISEMENT
“Saya hanya berpikir untuk memenangkan lomba dan melakukan yang terbaik tiap minggu dan saya mau melihat akhirnya saya berakhir di mana pada akhir tahun,” sambungnya.
Franco Morbidelli: Saya Cuma Pebalap Tim Satelit, Tak Incar Titel MotoGP (703556)
Pebalap Petronas Yamaha SRT, Franco Morbidelli (kiri), bicara soal hubungannya dengan Valentino Rossi. Foto: twitter/petronassrt
Mengenai balapannya, Morbidelli mengatakan bahwa ia ditekan oleh Rossi dari awal lomba. Ia juga berharap bahwa keduanya takkan saling mengganggu satu sama lain ketika mereka menjauh dari para pembalap lainnya.
“Saya melihat bahwa kami menjauh dari pebalap lainnya dan saya tidak mau mengganggunya. Jadi, ketika saya makin menjauh darinya (Rossi), saya pun kaget dan mengatakan pada diri saya untuk menjaga ritme hingga akhir balapan,” tutur Morbidelli mengenai performanya yang impresif.
Morbidelli juga berkata bahwa performanya di 10 lap terakhir jadi hal terbaik sepanjang hidupnya. Pemilik nomor 21 ini juga dapat memikirkan hal lain ketika balapan.
ADVERTISEMENT
“10 lap terakhir luar biasa karena saya punya kesempatan untuk memikirkan banyak hal dan itu luar biasa. Saya benar-benar senang dan saya mau berterima kasih pada kolega saya,” pungkas Morbidelli.
----
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.
Penulis: FM Aditomo
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tim Editor
drop-down
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white