kumparan
10 Jun 2018 22:15 WIB

Gabung Ducati, Petrucci Siap 'Menjadi' Stoner

Danilo Petrucci di GP Prancis. (Foto: REUTERS/Gonzalo Fuentes)
Belum melewati paruh pertama Grand Prix (GP) 2018, bongkar pasang skuat anyar MotoGP 2019 sudah terjadi. Bagi Danilo Petrucci, mimpinya untuk bergabung ke tim utama Ducati Corse menjadi kenyataan. Bersama Desmosedici, ia pun punya mimpi besar: menjadi Casey Stoner.
ADVERTISEMENT
Meski hanya dikontrak selama satu tahun, yakni pada musim 2019, Petrux --begitu sapaan akrab Petrucci-- tidak takut untuk menjawab tantangan Ducati dan berambisi membawa tim menjadi yang terbaik.
Ia pun menceritakan bagaimana bahagianya ketika pertama mendengar kepastian kontrak dan bisa balapan dengan semringah setelahnya. Tak lupa, ia juga berambisi menjadi ikon baru bagi Ducati.
"Ketika Ducati bilang ke saya bahwa berita (kontrak) akan diumumkan, saya sedang bersepeda di gunung. Setelah itu bisa dibilang saya balapan dengan perasaan tenang. Saya dan (Andrea) Dovizioso juga berjabat tangan di Mugello," ucap Petrucci dikutip dari GP One, Minggu (10/6/2018).
"Saya janji akan mengerahkan semua yang saya miliki dan menjadi seorang pebalap yang selalu diingat penggemar. Saya memikirkan nama seperti (Casey) Stoner, (Loris) Capirossi, dan (Troy) Bayliss. Saya akan berjuang agar menjadi seperti mereka," imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Adapun, Petrucci mengaku kariernya di Ducati sudah dimulai sejak dulu. Mulai menjadi test rider lebih dulu, pebalap berusia 27 tahun itu kini akan mendapat pengalaman menjadi rekan kerja bagi Manajer Luigi 'Gigi' Dal'Igna hingga CEO Ducati Claudio Domenicali.
"Saya gabung ke Ducati sebagai test rider, dan tahap demi tahap sekarang saya di tim utama. Ini adalah kisah yang hebat. Saya akan bekerja keras sehingga fans Ducati akan mengingat saya karena telah melaju sesuai filosofi tim."
Danilo Petrucci dan tim Pramac Ducati. (Foto: TOSHIFUMI KITAMURA / AFP)
Petrucci pun sudah tidak sabar memakai seragam merah kebanggaan Ducati meski musim ini masih tersisa 13 balapan lagi. Di seri terakhir di Mugello sendiri, Petrux bersama Pramac Ducati finis ketujuh, sementara Dovizioso menjadi runner-up di belakang Jorge Lorenzo.
ADVERTISEMENT
Nantinya, dengan kepindahan Lorenzo ke Honda, masuknya Petrucci ke Ducati Corse membuat tim mengusung dua pebalap asal Italia. Menutup musim terakhirnya bersama Pramac, ia mengejar target menyapu bersih Top 5 di semua balapan.
"Saya sendiri sudah memakai motor pabrikan (Desmosedici GP18) dan merasa Ducati sangat mendukung. Akan ada yang berubah ketika saya masuk tim pabrikan, meskipun Pramac juga kompetitif. Saat ini, saya ingin finis Top 5 sebelum memulai fase baru dalam hidup," pungkasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan