kumparan
18 Sep 2019 12:50 WIB

Ganda Thailand Hentikan Hafiz/Gloria di Babak Pertama China Terbuka

Ganda campuran Indonesia Gloria Emanuelle Widjaja (kiri) dan Hafiz Faizal mengembalikan kok. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak
Tidak akan ada Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja di babak kedua China Terbuka 2019. Bertanding melawan Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai pada Rabu (18/9/2019), mereka kalah 14-21 dan 19-21.
ADVERTISEMENT
Dengan begitu, ganda campuran Indonesia menyisakan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari dan Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow.
Hafiz/Gloria tidak mengawali laga dengan buruk. Mereka dapat mengimbangi permainan agresif Puavaranukroh/Taerattanachai. Setelah kedudukan imbang 3-3, Hafiz/Gloria mampu menyegel tiga angka beruntun sehingga memimpin 6-3.
Namun, masih terlalu dini bagi Puavaranukroh/Taerattanachai untuk menyerah. Rangkaian reli panjang yang sengit menjadi warna dominan.
Dalam situasi ini Hafiz/Gloria kesulitan untuk melepaskan serangan balik. Perlawanan cepat Puavaranukroh/Taerattanachai membuahkan hasil menjanjikan. Mereka tidak hanya mendekat 6-7, tetapi menyamakan kedudukan jadi 7-7.
Interval menjadi penanda bahwa arah angin berbalik untuk Puavaranukroh/Taerattanachai. Ganda campuran Thailand ini memasuki paruh kedua gim pertama dengan keunggulan 11-8.
Ganda campuran Indonesia, Gloria Emanuelle Widjaja (kiri) dan Hafiz Faizal. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak
Hafiz/Gloria sebenarnya punya momentum untuk bangkit dan mengejar ketertinggalan. Buktinya, mereka bisa memimpin balik 12-11.
ADVERTISEMENT
Namun, inkonsistensi tetap menjadi persoalan. Kesalahan-kesalahan sendiri menjadi musuh licik yang mengacaukan permainan Hafiz/Gloria.
Begitu Puavaranukroh/Taerattanachai menyamakan kedudukan akibat pengembalian Gloria yang membentur net, ceritanya benar-benar berubah. Puavaranukroh/Taerattanachai melesat hingga memimpin 16-12.
Itu bukan bagian tersuram bagi Hafiz/Gloria. Puavaranukroh/Taerattanachai menutup gim pertama dengan kemenangan 21-14, itulah yang paling menyebalkan jika kita bicara soal gim pertama.
Serupa gim pertama, gim kedua dibuka Hafiz/Gloria dengan mengesankan. Keunggulan 5-2 menjadi penanda awal.
Kemenangan bukan perkara mustahil jika melihat seperti apa cara Hafiz/Gloria mencatatkan keunggulan 6-2. Dengan berani Gloria memutus serangan lawan dengan jumping smash dari tengah lapangan. Gloria mengincar celah dari posisi Puavaranukroh dan Taerattanachai berdiri.
Serangan itu bekerja dengan baik. Puavaranukroh/Taerattanachai tidak mampu menggapai shuttlecock kiriman Gloria.
ADVERTISEMENT
Memimpin 11-8 di interval, Hafiz/GLoria kian percaya diri. Gloria bahkan menutup reli panjang di kedudukan itu dengan pukulan jauh yang berisiko.
Salah perhitungan sedikit, shuttlecock bisa terjatuh di luar lapangan. Namun, yang terjadi ialah keberhasilan Hafiz/GLoria memimpin 12-8. Penyebabnya apa lagi kalau bukan shuttlecock kiriman Gloria yang jatuh tepat di garis lapangan?
Keunggulan akan menjadi sempalan belaka selama tidak bisa dipertahankan. Itulah yang terjadi begitu Puavaranukroh/Taerattanachai menyamakan kedudukan menjadi 13-13.
Hafiz/Gloria bukannya tidak bisa menyerang balik. Toh, mereka unggul lagi pada kedudukan 16-15. Namun, kesalahan demi kesalahan menjadi batu sandungan yang menjegal permainan sendiri. Akibatnya, Puavaranukroh/Taerattanachai berulang kali bisa menyamakan kedudukan.
Ganda campuran Indonesia Gloria Emanuelle Widjaja (kiri) dan Hafiz Faizal. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak
Dalam kedudukan jadi 19-19, Puavaranukroh/Taerattanachai ini enggan tunduk di hadapan kebangkitan lawan. Dengan meyakinkan Taerattanachai melepaskan smash ke area tengah.
ADVERTISEMENT
Area ini sebenarnya masih ada dalam jangkauan Gloria. Namun, respons yang terlambat membuat Gloria gagal menjangkau shuttlecock.
Match point 20-19 tadi tidak berakhir sia-sia. Puavaranukroh/Taerattanachai menggagas reli sengit yang mengincar area belakang. Hafiz berupaya untuk mengejar shuttlecock selincah mungkin. Sayangnya, ia salah perhitungan.
Mengira shuttlecock kiriman Puavaranukroh terjatuh di belakang bidang permainan, Hafiz gigit jari. Ternyata, shuttlecock jatuh tepat di garis lapangan. Ya, sudah. Selesailah langkah Hafiz/Gloria di China Terbuka 2019.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan