kumparan
1 November 2018 18:53

GP Malaysia: Melawan Panas Sepanjang Sepang

Andrea Dovizioso
Dovizioso melibas tikungan di Sepang. (Foto: Manan Vatsyayana/AFP)
Panas, panjang, dan menantang.
Begitulah Sepang. Nama sebuah sirkuit internasional di Selangor, 50 kilometer di selatan Kuala Lumpur, Malaysia, yang menjadi venue langganan MotoGP sejak 1999.
ADVERTISEMENT
Panas, karena digelar di salah satu negara tropis. Panjang, karena dengan trek 5,543 kilometer, ia jadi salah satu yang terpanjang di seri balapan MotoGP.
Lalu, benarkah menantang? Dengan lebar trek 16 meter, rider leluasa melakukan manuver kala overtaking, terutama di dua lintasan lurus masing-masing sepanjang 920 meter.
Well, dari ketiga kesan Grand Prix (GP) Malaysia yang disebut di laman resmi MotoGP itu, satu yang paling ikonik dari Sirkuit Sepang adalah panasnya.
Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan seri sebelumnya di Sirkuit Phillip Island, Australia, di mana semilir angin laut dan suhu dingin menyambut setiap pebalap. Di Sepang? Selamat datang suhu dan kelembaban tinggi.
Namun, hujan sangat mungkin terjadi ketika balapan. Dilansir Box Repsol Honda, GP Malaysia 2009, 2012, dan 2016 digelar dalam kondisi trek basah. Saking parahnya, pada 2012 race bahkan dipotong 13 putaran.
ADVERTISEMENT
Kembali menilik panasnya Sepang, suhu udara rata-rata mencapai 30 derajat Celcius dan kelembaban 80 persen. Saat panas-panasnya di tengah hari, cuaca bahkan disebut bisa mencapai 50 derajat Celcius.
Adapun, panjang Sirkuit Sepang merupakan kedua terpanjang setelah Sirkuit Silverstone di Inggris. Fakta lainnya, masih dilansir Repsol Honda, Sepang merupakan sirkuit pertama yang didesain Hermann Tilke, pembuat trek di Sachsenring, Circuit of The Americas, dan Motorland Aragon.
Nah, soal menantang, gelaran balap kuda besi di Sirkuit Sepang menuntut pengereman paling banyak, juga seperti di Catalunya dan Motegi.
Saking dinilai cukup sulit ditaklukkan, Sirkuit Sepang kerap menjadi agenda tes pramusim MotoGP, salah satunya untuk Repsol Honda. Musim lalu, tim yang bermarkas di Belgia ini memilih Sepang karena variasi layout dan karakter treknya.
ADVERTISEMENT
"Ada bagian yang sulit, tapi ada juga trek lurus panjang dan sektor yang butuh pengereman kuat. Di Sepang tim bisa menguji sasis motor juga ketahanan ban dan mesin di kondisi ekstrim. Fisik pebalap juga diuji," kata Juan Martinez, salah satu teknisi andalan Honda.
MotoGP
Balapan di Sirkuit Sepang, Malaysia. (Foto: Mohd. Rasfan/AFP)
Musim ini, Suzuki Ecstar mewakili komentar tim lain. Ketua Kru, Manuel Cazeaux, mengatakan bahwa ketika suhu di Sepang sangat tinggi, para pebalap bisa kehilangan cengkraman pada ban.
"Jadi komponen elektronik harus bekerja keras menyokong cengkraman pada ban. Sepang adalah sirkuit yang cukup rumit," ujarnya dalam keterangan resmi di laman Suzuki, Kamis (1/11/2018).
"Kuncinya adalah pengaturan motor yang baik dan kepercayaan diri yang juga tinggi dari pebalap. Karena Sepang adalah trek yang tak asing bagi kami sebagai tempat tes pramusim," kata Cazeaux.
ADVERTISEMENT
Musim 2017 sendiri, Andrea Dovizioso (Ducati Corse) menang di GP Malaysia. Musim ini, jika rider berjuluk 'Desmo Dovi' itu kembali menjadi pemenang, maka dia tiga kali berturut-turut menang di Sepang.
Namun, pebalap dengan kemenangan terbanyak di Sirkuit Sepang adalah bintang balap Yamaha, Valentino Rossi. Sementara satu putaran tercepat di Sepang dibukukan Dani Pedrosa (Repsol Honda) pada 2015 selama 1 menit 59,053 detik.
GP Malaysia 2018 bakal dibuka dengan sesi latihan bebas satu (FP1) pada Jumat (2/11) pukul 09:55 WIB. Race berlangsung pada Minggu (4/11) pukul 14:00 sebagai seri ke-18 MotoGP 2018.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan