kumparan
17 Januari 2020 0:56

Greysia/Apriyani Bakal Pelajari Permainan Matsuyama/Shida lewat Video

PTR, Greysia Polii/Apriyani Rahayu
Greysia Polii/Apriyani Rahayu menang di babak pertama Indonesia Masters 2020, Rabu (15/1). Foto: Ganesha Arif/kumparan
Laga berat menanti Greysia Polii/Apriyani Rahayu di babak perempat final Indonesia Masters 2020 pada Jumat (17/1/2020). Mereka bakal bersua Nami Matsuyama/Chiharu Shida, yang di babak 16 besar mampu menyingkirkan Chen Qing Chen/Jia Yi Fan.
ADVERTISEMENT
Ganda putri asal Jepang itu menang lewat duel ketat tiga gim: 21-14, 11-21, 21-19. Yang membuatnya spesial, pertama, karena ini kemenangan perdana mereka atas Chen/Jia. Kedua, karena Chen/Jia adalah ganda putri nomor satu dunia saat ini.
Oleh karena itu, mode waspada tingkat tinggi akan diterapkan Greysia/Apriyani pada pertemuan kelak. Apalagi mereka baru sekali bersua. Itu pun pada 2017 lalu di New Zealand Open, yang berujung kemenangan buat Greysia/Apriyani.
Indonesia Masters 2020, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu
Ganda putri Indonesia Greysia Polii dan Apriyani Rahayu saat pertandingan Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
"Karena udah lama enggak ketemu, kami akan lihat video. Kami bakal pelajari cara main mereka. Saya yakin mereka juga gitu. Jadi, ya, yang terpenting kami bersiap dulu," ujar Greysia kepada awak media.
Greysia/Apriyani sendiri melaju ke babak perempat final berkat kemenangan dua gim atas Rachel Honderich/Kristen Tsai (Kanada) dengan skor 21-19 dan 21-10. Meski menang, mereka mengaku kaget dengan permainan lawan.
ADVERTISEMENT
Itulah kenapa Greysia/Apriyani sempat tertinggal cukup jauh di gim pertama. Ini terjadi pada masa interval. Waktu itu, ganda putri nomor satu Indonesia ini tertinggal 6-11 dari pasangan Kanada tersebut.
"Tadi yang kami lakukan adalah mencoba untuk lebih fokus lagi. Walaupun sempat ketinggalan, kami enggak boleh lengah. Harus all out. Mindset-nya bangkit dulu. Akhirnya jadi lancar," tutur Greysia.
"Alhamdulillah hasil bagus hari ini. Semoga besok bisa lebih baik lagi. Di gim pertama mereka ternyata bisa main panjang. Nah, kita kaget. Pas sadar, baru kita bisa dapat ritme terbaik," timpal Apriyani.
Yang membuat Greysia/Apriyani sempat kaget adalah ketidaktahuan mereka soal gaya bermain lawan. Menghadapi Matsuyama/Shida, hal serupa ingin mereka hindari dengan cara mempelajari pola bermain pasangan Jepang itu lewat video tadi.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan