kumparan
2 Agustus 2019 14:50

Greysia/Apriyani Tersingkir di Tangan Pasangan Nomor 90 Dunia

Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Perempat final Thailand Terbuka, Jumat (2/8), dibuka dengan kejutan. Greysia Polii/Apriyani Rahayu mesti tersingkir setelah kalah dari Chang Ye Na/Kim Hye Rin.
ADVERTISEMENT
Kalau dari segi peringkat, Greysia/Apriyani sebetulnya unggul jauh dibandingkan sang lawan. Jika mereka menempati posisi kelima tabel ganda putri dunia, Chang/Kim masih tertahan di kursi ke-90.
Namun, apa yang terjadi di Indoor Stadium Huamark berkata lain. Dalam duel berdurasi 59 menit, Greysia/Apriyani tumbang dengan skor 9-21, 23-21, serta 21-19.
***
Greysia/Apriyani tampak begitu superior di gim pertama. Mereka hampir tak pernah melakoni skenario reli untuk meraup poin demi poin.
Di awal gim, Greysia/Apriyani langsung tancap gas untuk mengekspos kecanggungan Chang/Kim. Belum lagi footwork Chang/Kim yang jauh sungguh inferior dibandingkan Apriyani.
Setelahnya, duel berlangsung agak ketat, menyajikan skor 9-3 dan 10-4. Lalu, Greysia/Apriyani lebih cepat mengunci angka sehingga mencapai interval dengan keunggulan 11-4.
ADVERTISEMENT
Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Situasinya tak berubah selepas interval. Chang/Kim ta kunjung bangkit. Sementara, Greysia/Apriyani kembali mendapatkan momentum hingga melebarkan jarak menjadi 16-7, 19-8, serta game point dalam kedudukan 20-8.
Percobaan drop shot Greysia gagal sehingga kemenangan Indonesia tertunda. Namun, berkat kejelian Apriyani membiarkan shuttlecock yang keluar area, gim pertama pun menjadi milik 'Merah-Putih'.
Untuk gim kedua, kondisinya agak berbeda. Karena Chang/Kim mampu memperbaiki footwork untuk memeragakan permainan agresif. Momentum pun berpindah dan kubu Korsel membukukan keunggulan sampai 7-3, lalu menutup interval dengan skor 11-7.
Greysia/Apriyani tak lantas terpuruk. Secara perlahan, mereka meraih angka demi angka untuk memangkas gap. Benar saja, kedudukan imbang sempat hadir via 13-13 dan 14-14.
Bahkan, Greysia/Apriyani berbalik unggul 15-14. Dalam situasi reli, Kim/Chang gagal mengembalikan shuttlecock dengan sempurna dan malah membuatnya keluar lapangan.
ADVERTISEMENT
Kim/Chang sempat membalas dua angka sehingga kedudukan kembali imbang 16-16. Namun, akurasi pukulan mereka tampaknya bermasalah di fase krusial ini. Lagi-lagi kubu Korsel melakukan pukulan berujung out sehingga Greysia/Apriyani unggul 17-16.
Jarak terus melebar sampai 20-18 alias match point Indonesia. Itu artinya, Greysia/Apriyani tinggal berjarak satu poin dari kemenangan straight.
Alih-alih demikian, pasangan Indonesia malah melakukan serangkaian kesalahan. Dua kali, upaya Greysia menyasar area kosong berujung out. Alhasil, Kim/Chang menutup gim kedua dengan skor 23-21 sekaligus memaksakan rubber game.
Tancap gas di akhir gim kedua membuat Kim/Chang agak kehabisan bensin saat melakoni gim pemungkas. Bagaimana tidak, mereka tertinggal sampai skor 3-10. Kemudian, kecepatan Apriyani menyambar shuttlecock tanggung di depan net, menegaskan ketinggalan menjadi 3-11 saat interval.
ADVERTISEMENT
Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Foto: WANG Zhao / AFP
Kim/Chang coba melakukan perlawanan selepas interval, tetapi jaraknya sudah terlampau jauh. Gap 8 angka terjaga via sampai kedudukan 8-16.
Setelah itu, permainan Greysia/Apriyani mengendur sehingga menjadi kans bagi Kim/Chang. Kubu Korsel menggerus gap dan menghasilkan skor 17-12. Lalu, dua kali pukulan Apriyani gagal mengenai shuttlecock sehingga berujung angka untuk Korsel.
Greysia/Apriyani sempat meraup dua angka tambahan, tetapi Kim/Chang lebih hebat lagi dengan perolehan lima poin. Alhasil, tercipta skor 19-19 di akhir gim pemungkas.
Semakin tegas comeback Kim/Chang lewat dua poin tambahan yang berujung kemenangan mereka. Selepas angka pamungkas Korsel, Greysia langsung melintasi net dan mengucapkan selamat kepada sang lawan. Karena spirit pantang menyerah sang lawan memang pantas diapresiasi.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan