Bola & Sports
·
9 September 2020 17:29

Ikrar Kemenpora Bikin Gebrakan untuk Kesejahteraan Mantan Atlet

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Ikrar Kemenpora Bikin Gebrakan untuk Kesejahteraan Mantan Atlet (64241)
searchPerbesar
Menpora Zainudin Amali (tengah) foto bersama usai memberikan bonus kepada atlet juara dunia di Kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa (5/11/2019). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Menpora Zaiundi Amali dalam suatu kesempatan pernah berujar bahwa memperhatikan atlet yang sudah pensiun tak kalah pentingnya dibanding atlet yang saat ini masih aktif. Di mata Zainudin, atlet yang sudah pensiun kerap kali dilupakan oleh semua pihak, baik pemerintah, maupun masyarakat.
ADVERTISEMENT
Momen ini jelas bukan sekali-dua kali terjadi. Pada atlet yang sudah menancapkan prestasi mengharumkan bendera merah putih di podium hanya bisa merayakan euforia sesaat. Setelahnya, mereka kudu putar otak, untuk sekedar bertahan hidup.
Sebetulnya, stigma itu sudah sempat memudar. Tahun lalu, misalnya. Kemenpora sudah menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada 286 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi Khusus (FK) Olahragawan Berprestasi.
Dari sejumlah atlet yang menerima SK tersebut memang sudah menjalani pendidikan untuk menjadi aparatur sipil negara alias PNS. Namun demikian, tentu ada kriteria yang mesti mereka jalani dan tak seluruhnya bisa berkarier di pemerintahan lantaran kudu memenuhi klasifikasi.
Guna memperbanyak bantuan kepada atlet, khususnya para pensiunan atlet, Kemenpora memang tak bisa asal mensejahterakan via program PNS saja. Namun, mereka sudah punya misi.
ADVERTISEMENT
''Ada sejumlah atlet yang sudah tidak aktif (pensiun) yang akan kami berikan penghargaan di acara puncak Haornas tahun ini,'' tutur Sesmenpora Gatot Dewa Broto kepada kumparan.
Ikrar Kemenpora Bikin Gebrakan untuk Kesejahteraan Mantan Atlet (64242)
searchPerbesar
Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto saat wawancara eksklusif di kumparan. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
''Ini juga sejalan dengan MoU (Memorandum of Understanding) dengan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Pariwisata yang sudah kami lakukan beberapa waktu lalu mendorong atlet nasional dan daerah untuk di-guidance dengan tema Haornas yang kami angkat tahun ini,'' lanjutnya.
Pada tahun ini, Kemenpora memperingati Haornas dengan tema Sport Science, Sport Tourism, dan Sport Industry. Lewat misi ini, Kemenpora berkeinginan untuk tepat sasaran penyelenggaraan dan objek yang dituju.
Salah satunya, lanjut Gatot, adalah via Sports Industry. Atlet yang punya pengalaman di salah satu cabor, misalnya panahan, bisa menjadi pembimbing di industri pembuat peralatan panahan.
ADVERTISEMENT
''Tapi begini, katakanlah dia seorang atlet panahan, tapi enggak mesti juga mereka harus mantan atlet panahan menjadi pengrajin panahan, enggak begitu.''
Ikrar Kemenpora Bikin Gebrakan untuk Kesejahteraan Mantan Atlet (64243)
searchPerbesar
Pesilat Indonesia Puspa Arumsari membentangkan bendera merah putih saat merayakan kemenangan usai meraih medali emas pencak silat seni Asian Games 2018. Foto: ANTARA FOTO/INASGOC/Melvinas Priananda
''Lalu ada atletnya dulu adalah pesepak bola, enggak mesti juga dia harus jadi pengrajin bola juga bukan? Untuk itu, mohon ditunggu saja, gebrakan baru ini akan kami sampaikan di acara puncak Haornas,'' kata Gatot.
Nah, guna memulai perencanaan tersebut, seluruh Pengurus Besar Cabang Olahraga (PB Cabor) akan diundang beberapa hari selepas Haornas. Dalam penyusunan perencanaannya, para PB Cabor menyambut baik.
''Lewat program yang kami rencanakan ini. Kami mengharapkan betul bisa berjalan dengan baik. Agar setelah mereka pensiun para atlet sudah tahu 'mereka mau ke mana' dan sudah ada langkah yang mereka lakukan karena seperti yang kami bilang tadi mereka akan ada pembimbingnya,'' kata Gatot.
Ikrar Kemenpora Bikin Gebrakan untuk Kesejahteraan Mantan Atlet (64244)
searchPerbesar
Menpora Zainudin Amali meninjau langsung GOR Popki Cibubur yang jadi lokasi pelaksanaan HAORNAS 2020. Foto: Kemenpora
''Kami menyadari bahwa selama ini konektivitas antara pemerintah dengan PB Cabor memang belum sepenuhnya sempurna. Intinya ini adalah masalah komunikasi saja,'' tandasnya.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020