kumparan
14 Januari 2020 20:36

Indonesia Masters: Hafiz/Gloria Kalah karena Tak Bisa Manfaatkan Angin

Indonesia Masters 2020, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle
Ganda campuran Indonesia, Hafiz Faizal dan Gloria Emanuelle Widjaja, pada pertandingan Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta. Foto: Dok. PBSI
Langkah ganda campuran Indonesia, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, di Indonesia Masters 2020 terhenti di babak pertama yang berlangsung pada Selasa (14/1/2020) sore WIB.
ADVERTISEMENT
Hafiz/Gloria kalah dari pasangan China, Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong, dalam dua gim langsung dengan skor 14-21 dan 13-21.
Hasil yang didapatkan Hafiz/Gloria jelas mengecewakan. Lapangan di Istora Senayan, Jakarta—venue Indonesia Masters 2020—yang berangin menjadi alasan dari kekalahan Hafiz/Gloria. Menurut Hafiz/Gloria, mereka kurang bisa memanfaatkan lapangan yang berangin.
“Di lapangan ada angin. Kami bukan tipe yang bisa memanfaatkan angin. Kalau di tempat yang lapangannya normal, kami bisa bertahan, lalu balik menyerang. Mereka [Wei/Qiong] pintar memanfaatkan keadaan, otomatis kami terbuka. Pertahanan kami juga kurang aman,” kata Hafiz.
“Di sini termasuk berangin, jadi, ya, sama kayak yang Hafiz bilang. Kami kurang bisa mengatasi itu. Kami mesti lebih pintar untuk mengatasi itu,” tambah Gloria.
Indonesia Masters 2020, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle
Ganda campuran Indonesia, Hafiz Faizal dan Gloria Emanuelle Widjaja, pada pertandingan Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta. Foto: Dok. PBSI
Angin yang cukup kencang di lapangan Istora memang sudah menjadi rahasia umum buat para pebulu tangkis. Hafiz/Gloria tentu tak menjadi pebulu tangkis pertama yang mengeluhkan itu.
ADVERTISEMENT
Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, pernah mengeluhkan masalah angin ini di Indonesia Open 2019. Begitu juga ganda putra, Wahyu Nayaka/Ade Yusuf Santoso, yang turun arena di venue yang sama.
Meskipun begitu, Hafiz/Gloria juga mengakui bahwa lawan mereka, Wei/Qiong, memang sangat tangguh.
“Mereka [Wei/Qiong] memang batu sandungan yang keras. Peringkat kami kesembilan [sesuai peringkat BWF per minggu ketiga 2020, ada di peringkat delapan -red], tetapi 32 posisi [undian] juga acak," jelas Hafiz/Gloria.
"Undian akan memengaruhi kalau bertemu unggulan pertama. Ya, kami mesti latihan lebih keras lagi karena mereka akan selalu bermain seperti ini,” tegas Hafiz.
Akibat kekalahan di Indonesia Masters 2020 ini, langkah Hafiz/Gloria untuk lolos ke Olimpiade 2020 Tokyo menjadi lebih terjal. Oleh karena itu, mereka berjanji bakal mati-matian di turnamen mendatang demi meraih poin untuk lolos ke Olimpiade 2020.
ADVERTISEMENT
“Tekanan memang besar, tetapi kami jelas ingin lolos [ke Olimpiade 2020]. Februari nanti sepertinya kosong, tetapi setelah itu bakal banyak turnamen. Jadi, ya, kami mati-matian di situ,” tutup Hafiz.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan