kumparan
search-gray
Bola & Sports12 Mei 2020 21:29

Ini Rencana Menpora terkait Peralatan Bekas Asian Games 2018

Konten Redaksi kumparan
Ini Rencana Menpora terkait Peralatan Bekas Asian Games 2018 (27368)
Opening ceremony Asian Games 2018. Foto: Kumparan/ Fanny K
Sudah sekitar dua tahun peralatan olahraga bekas Asian Games 2018 kini menumpuk di gudang Bea Cukai. Barang-barang tersebut tak bisa keluar lantaran kewajiban membayar pajak dari para vendor belum terpenuhi.
ADVERTISEMENT
Jadinya, peralatan olahraga itu mangkrak. Padahal, Menpora Zainudin Amali berniat memakai barang bekas Asian Games tersebut untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 Papua.
“Sejak awal (barang) tak boleh keluar. Panitia Asian Games boleh menggunakan itu, tapi setelah dipakai harus dimasukkan kembali ke gudang Bea Cukai. Sekarang barang-barang eks Asian Games 2018 tertahan Bea Cukai.”
“Saya khawatir makin lama ada di gudang Bea Cukai makin rusak. Peralatan tidak bisa digunakan cabang olahraga dan membebani gudang di sana,” ujar Zainudin dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI pada Senin (11/5/2020).
Ini Rencana Menpora terkait Peralatan Bekas Asian Games 2018 (27369)
Menpora Zainudin Amali di acara Konsolidasi perencanaan pencapaian dan misi Presiden serta sasaran dan target indikator bidang PMK dalam RPJM 2020-2024. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Bila berhasil dikeluarkan dari Bea Cuka, dampaknya lumayan besar. Pemerintah pusat dan daerah tak perlu impor dari luar negeri. Anggaran untuk PON pun bisa lebih hemat.
ADVERTISEMENT
Makanya, setelah raker dengan Komisi X, Menpora bergegas. Zainudin berkirim surat ke Menko PMK (Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) untuk meminta izin melihat kondisi sekaligus kemungkinan peralatan tersebut bisa dipakai.
“Saya kirim surat kepada Menko PMK. Kami berusaha agar barang bisa dikeluarkan. Tadinya, saya pikir barang-barang yang tertahan bisa digunakan untuk PON. Daripada harus membeli. Kami akan lihat dulu kondisi barangnya seperti apa,” kata Zainudin.
---
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona. Yuk, bantu donasi atasi dampak corona!
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white