kumparan
9 Nov 2018 14:14 WIB

Kalah dari Pemain Muda China, Tontowi/Liliyana Gagal ke Semifinal

Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
Di Haixia Olympic Sports Center, Jumat (9/11/2018) pukul 13:00 WIB, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir membuka jadwal pertandingan skuat 'Merah-Putih'. Sayang ganda campuran kawakan itu gagal mempersembahkan tiket pertama ke semifinal.
ADVERTISEMENT
Kekalahan itu didapat Tontowi/Liliyana usai dibungkam wakil tuan rumah, He Jiting/Du Yue, dua gim langsung dengan skor 18-21 dan 19-21 dan selama 42 menit pertandingan.
Nguyen Pham DHu Anh asal Vietnam bertindak sebagai umpire, tapi service judge lain yang lebih dulu melakoni tugasnya. "Too high," katanya. Ya, servis pertama Liliyana dianggap terlalu tinggi dan skor dibuka 0-1.
Owi/Butet —begitu Tontowi/Liliyana disapa— kehilangan poin pertama, Du memberikan angka cuma-cuma ketika pukulannya keluar. Skor kini imbang 1-1, dan Du kembali melakukan kesalahan sehingga Owi/Butet berbalik unggul 2-1 di menit pertama.
Skor berubah 3-1 berkat shuttlecock He yang tersangkut. Di poin 4-2, Butet dibobol tapi cepat mengubah menjadi 5-2 ketika smes kerasnya masuk. Namun, skor disamakan 5-5, utamanya karena pertahanan Owi/Butet bisa dibobol He/Du.
ADVERTISEMENT
Saat itulah kedua ganda bermain dalam tempo cepat dan skor tertahan 7-7. Shuttlecock Owi yang jatuh di bidang sendiri mengganti skor di 7-8, tapi masih bisa ditahan menjadi 10-10. Sayangnya, di interval Owi/Butet tertinggal tipis 10-11 dalam 7 menit.
Kedua ganda andal ini masih bermain dalam ritme permainan cepat. Kali ini Owi/Butet yang tertinggal 11-14. Di skor 13-14, peraih emas Olimpiade 2016 Brasil ini gagal menjaga pola permainan. Shuttlecock keluar dan gagal bertahan dari serangan membuat skor tertinggal 13-17.
Masih melawan di angka 14-18, Owi/Butet mampu mengejar skor menjadi 17-18 buah variasi serangan, yang juga membuat lawan tertekan hingga shuttlecock mereka nyangkut. Well, giliran Butet yang out dan skor berganti 17-19.
ADVERTISEMENT
Sayangnya, game point 20-18 diamankan He/Du. Owi/Butet pun tertinggal 18-21 di gim pertama ketika pukulan datar lawan membuat shuttlecock Owi tersangkut. Pemain asal Banyumas itu pun terlihat meloncat kesal setelahnya.
Lanjut di gim kedua, Owi/Butet juga lebih dulu tertinggal 0-1 ketika pukulan Butet melebar keluar lapangan. Owi yang jeli membiarkan shuttlecock lawan melewati garis mengubah skor menjadi imbang 1-1 di menit pertama.
Masih ketat, skor tertahan 2-2. Sambil lompat dan berteriak penuh semangat, Owi/Butet bisa lebih dulu menerapkan serangan hingga skor unggul 4-2. Berubah 5-3, keunggulan masih dijaga. Namun, dua kali kesalahan beruntun Owi/Butet harus dibayar dengan lahirnya angka kembar 5 sama.
Owi/Butet, kebanggaan Indonesia. (Foto: REUTERS/Russell Cheyne)
Kesalahan sendiri tak berhenti hanya di situ. Fokus Owi/Butet seakan menguap, shuttlecock out dan tersangkut terjadi, ditambah He/Du mendapat momentum untuk menyerang hingga kini skor berbalik menjadi keunggulan 10-5 bagi wakil muda China itu.
ADVERTISEMENT
Tertinggal lima angka, Owi/Butet menambah satu poin menjadi 6-10 buah kesalahan Du. Selisih cukup jauh, kedudukan tetap tertinggal 7-11 di interval gim kedua. Berubah 9-11, bahkan skor semakin tertinggal hingga 10-14.
Dewi Fortuna masih berpihak ketika shuttlecock Owi mencium bibir net tapi masih jatuh ke bidang lawan. Berubah 10-15, Owi/Butet berjuang menyamakan kedudukan dan mengumpulkan satu demi satu poin lewat kontrol serangan.
Sukses, skor pun diubah dari tertinggal 13-17 menjadi tipis 16-17. Owi/Butet berjaung begitu keras mengamankan tiket ke semifinal. Sayangnya, Owi yang sudah menjatuhkan diri tetap gagal mengamankan shuttlecock di angka 16-19.
Masih mekawan, match point 20-16 bagi He/Du ditahan hingga 20-19. Dewi Fortuna kali ini tidak mengiringi perjuangan Owi/Butet di pengujung laga. Deuce tak tercipta, He yang membiarkan pukulan Butet keluar memastikan wakil Indonesia terhenti di perempat final dengan skor tertinggal 19-21 di gim kedua selama 25 menit.
ADVERTISEMENT
Di poin terakhirnya, He yang berusia 20 tahun itu berteriak histeris usai memastikan diri sebagai pemenang dan merebut tiket dari Tontowi/Liliyana. Ganda terakhir disebut itu, gagal menempatkan diri ke empat besar di turnamen Super 750 internasional terakhir Liliyana Natsir.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan