kumparan
12 April 2019 19:04

Komunikasi Lebih Baik di Balik Kemenangan Marcus/Kevin atas Fajar/Rian

Marcus/Kevin
Marcus/Kevin kalahkan Fajar/Rian di perempat final Singapura Terbuka 2019. Foto: Dok. PBSI
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo gagal mencapai semifinal dalam dua turnamen sebelumnya. Tren minor itu diputus pasangan beralias 'Minions' ini di Singapura Terbuka 2019.
ADVERTISEMENT
Terasa apik karena kelolosan Marcus/Kevin ditentukan oleh kemenangan atas juniornya di pelatnas, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Karena Fajar/Rian-lah, pasangan ganda putra nomor satu dunia itu terhenti di perempat final Malaysia Terbuka 2019 lalu.
Beda cerita dengan pertemuan kedua pasangan pada perempat final Singapura Terbuka, Jumat (12/4/2019). Hanya 26 menit yang dibutuhkan Marcus/Kevin untuk menghentikan Fajar/Rian.
Menyoal kemenangan terakhir, Marcus menyatakan bahwa kegagalan sebelumnya menghadirkan pelajaran berharga. Dari situ, Marcus dan Kevin menyadari perlunya perbaikan terhadap komunikasi keduanya di lapangan.
"Kami banyak belajar dari kekalahan kemarin. Saya juga sudah ngobrol dengan Kevin mainnya enaknya bagaimana. Biar sama-sama enak," kata Marcus.
Marcus/Kevin di Malaysia
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo di Malaysia Open 2019. Foto: Dok. PBSI
"Kemarin 'kan masih banyak mati sendiri, terus buangan bolanya banyak yang ngambang dan akurasinya kurang pas. Sekarang lebih mendingan mainnya," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Dengan perbaikan itulah, Marcus/Kevin turut mengonfirmasi superioritasnya atas Fajar/Rian. Kini, 'Minions' mengumpulkan empat kemenangan berbanding satu milik sang junior dalam lima pertemuan.
Keunggulan head-to-head juga menjadi bekal Marcus/Kevin menjelang duel semifinal dengan pasangan Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda. Marcus/Kevin tercatat memenangi tujuh dari 11 duel dengan ganda putra nomor tiga dunia tersebut.
Kendati begitu, Marcus/Kevin enggan merasa jemawa. Terlebih lagi, Kamura/Sonoda menunjukkan grafik menanjak dengan menembus final dua kali dari empat turnamen terakhir.
"Pastinya kami harus sabar main lawan mereka karena Jepang 'kan terkenal enggak gampang mati, punya fighting spirit yang bagus, dan kuat juga menahan fokusnya. Jadi kami harus lebih fokus lagi,” ujar Kevin.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan