kumparan
15 Februari 2019 15:17

Legenda Atletik, Purnomo Muhammad Yudhi, Meninggal Dunia

Purnomo Yudhi (kaus merah) bersama tim atletik PB PASI. Foto: Dok. PB PASI
Dunia atletik Indonesia kehilangan sosok hebat bernama Purnomo Muhammad Yudhi. Mantan atlet nasional ini meninggal dunia di usia 56 tahun usai berjuang melawan kanker kelenjar getah bening beberapa tahun terakhir.
ADVERTISEMENT
Kabar berpulangnya Purnomo pertama tersiar di grup WhatsApp resmi PB Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI). Di situ, disebut bahwa sprinter yang pernah memegang rekor sebagai manusia tercepat se-Asia ini tutup usia di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta, Jumat, 15 Februari 2019.
Purnomo sendiri dikenal sebagai pelari tercepat se-Asia lewat pencapaiannya tembus semifinal lari nomor 100 meter putra di Olimpiade 1984 Los Angeles. Saat itu, Purnomo sukses melakukannya sebagai wakil Asia pertama.
Selain di panggung paling prestisius itu, Purnomo juga mengharumkan nama Indonesia di SEA Games sebagai peraih emas nomor 200 meter putra pada 1985. Bersama tim estafet 4x100, Purnomo juga mendapat emas di ajang dan tahun yang sama.
Dunia atletik Tanah Air pun berduka atas kepergian Purnomo, salah satunya Sekretaris Jenderal PB PASI, Tigor Tanjung, yang secara pribadi mengenal dekat sosok legendaris tersebut.
ADVERTISEMENT
Menpora Imam Nahrawi (tengah) hadir di rumah duka Alm. Purnomo, legenda atletik Indonesia, Jumat (15/2/2019). Foto: Dok. Humas Kemenpora
"Telah dipanggi Tuhan hari ini sahabat saya, Purnomo M. Yudi, salah seorang sprinter 100 m terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Selain merajai SEA Games, prestasi fenomenalnya adalah menjadi satu-satunya pelari Asia yang mampu mencapai semifinal Olimpiade 1984 di Los Angeles ketika era Carl Lewis," begitu pernyataan resmi yang ditulis Tigor kepada kumparanSPORT.
"Kegigihannya di dalam latihan dan pertandingan semasa aktif masih ditunjukkannya ketika untuk beberapa tahun ini Purnomo berjuang melawan penyakit kankernya. Usaha pengobatan telah dilakukan, namun Tuhan yang berdaulat atas hidup kita."
"Selamat jalan kembali menghadap Sang Khalik, Mas Pur. Terima kasih atas sumbangsihmu kepada atletik Indonesia. Saya akan selalu ingat caramu menyebut saya 'Bro Jen'," imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Tigor sendiri berhalangan hadir ke rumah duka maupun mengiringi pemakan Purnomo di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Jumat (15/2) sekitar pukul 16:00 WIB. Saat dihubungi kumparanSPORT, Tigor tengah berada di Bangkok.
"Pengurus PB PASI akan memberikan penghormatan terakhir pada acara pemakaman. Saya tidak hadir karena masih di luar negeri," ujarnya mengakhiri.
Menpora Imam Nahrawi (tengah) hadir di rumah duka Alm. Purnomo, legenda atletik Indonesia, Jumat (15/2/2019). Foto: Dok. Humas Kemenpora
Selain Tigor, pelatih atletik, Eni Nuraeni, juga mengutarakan ungkapan duka citanya. Eni sendiri terakhir bertemu Purnomo sebelum hajat Asian Games Agustus 2018 lalu. Saat itu, Purnomo memberikan semangat kepada tim atletik termasuk di dalamnya ada andalan 100 meter putra, Lalu Muhammad Zohri.
"Saya terakhir bertemu (Purnomo) sebelum Asian Games, setelah itu dia berobat ke Singapura. Orangnya rajin, serius, tidak main-main, selalu punya target," kata Eni kepada wartawan.
ADVERTISEMENT
"Iya, (Purnomo) sempat ketemu tim atletik. Selalu kasih wejangan: semangat, jangan malas. Selalu kasih motivasi untuk adik-adiknya. Dari awal, Purnomo selalu kasih masukan dan motivasi untuk tim atletik," imbuhnya.
Adapun, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi hadir langsung ke rumah duka di Jalan Lumina V No. 12D, Bintaro Jaya, Tangerang, Jumat (15/2) siang WIB.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan